<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6753813111105956267</id><updated>2011-07-08T05:05:39.752-07:00</updated><category term='sport'/><title type='text'>Ma'ruf Muttaqien al-bugury</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ma-roef.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ma-roef.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ruang Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07800251935819197319</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_AvDsnxCtGUA/R87KpBbLxmI/AAAAAAAAAAk/_MqkVCOp4dY/S220/1_184893673m.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>50</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6753813111105956267.post-124255468224467222</id><published>2009-08-03T18:57:00.000-07:00</published><updated>2009-08-03T19:12:12.357-07:00</updated><title type='text'>Para penghujat Islam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_AvDsnxCtGUA/SneY7n1kWxI/AAAAAAAAAFQ/Y08R9ra6jgw/s1600-h/robert_spencer_geert_wilders.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 230px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AvDsnxCtGUA/SneY7n1kWxI/AAAAAAAAAFQ/Y08R9ra6jgw/s320/robert_spencer_geert_wilders.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5365925631108602642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Diantara tokoh-tokoh islamphobe barat nama Geert Wilders dan Robert Spencer mungkin tak asing bagi kita. Keduanya adalah orang yang paling aktif menghujat Islam. Robert Spencer kita kenal sebagai penulis buku " The Truth About Muhammad: The Founder of the World’s Most Intolerant Religion". yang berisi hardikan terhadap praktek poligami Rasulullah saw. sedangkan Geert Wilder kita kenal sebagai orang yang paling gatel dan gerah mendengar kata islam, saking gerahnya dia melakukan kampanye anti islam secara budaya maupun kebijakan parlemen eropa. menolak turkey masuk uni eropa dan masih banyak yang lainnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6753813111105956267-124255468224467222?l=ma-roef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ma-roef.blogspot.com/feeds/124255468224467222/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6753813111105956267&amp;postID=124255468224467222' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/124255468224467222'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/124255468224467222'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ma-roef.blogspot.com/2009/08/para-penghujat-islam.html' title='Para penghujat Islam'/><author><name>Ruang Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07800251935819197319</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_AvDsnxCtGUA/R87KpBbLxmI/AAAAAAAAAAk/_MqkVCOp4dY/S220/1_184893673m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_AvDsnxCtGUA/SneY7n1kWxI/AAAAAAAAAFQ/Y08R9ra6jgw/s72-c/robert_spencer_geert_wilders.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6753813111105956267.post-6819588072411494505</id><published>2009-07-25T15:02:00.000-07:00</published><updated>2009-07-25T15:14:37.238-07:00</updated><title type='text'>Belajarlah Hingga ke Negeri China</title><content type='html'>Lagi-lagi kita harus kembali merenungkan Hadist Nabi Muhammad tentang anjuran menuntut ilmu hingga ke negeri China. Mungkin bukan cerita yang aneh bila negeri komunis ini meluncurkan satelit, mengalami kemajuan ekonomi super-hebat, hingga masalah pendidikan. Tapi kalau China meluncurkan Televisi berbahasa Arab, ini baru aneh. plus tentu saja jadi kritik bagi kita toh, iyah toh, enak toh. meski tujuannya memang politis, terutama setelah isu kerusuhan sara di Provinsi Xinjiang, yang menewaskan ratusan etnis muslim Uighur. China merasa perlu melakukan komunikasi secara budaya kepada negara-negara Muslim. caranya adalah dengan membiat stasiun televisi berbahasa Arab. &lt;br /&gt;Nah....sekarang coba tengok Indonesia. sedihnya...........jangankan berbahasa arab, mendengar namanya saja sudah banyak yang alergi. mungkin takut disangka teroris. maklum lagi santer-santernya isu ini. Orangnya berjenggot, dirumah ada buku-buku keislaman, atau teks bahasa arab, slogan-slogan jihad, apalagi tv berbahasa arab, siap-siap saja diciduk tim densus 88.&lt;br /&gt;Di ngeri ini, Tv berbahasa Inggris ada, indonesia palagi, bahkan China juga ada. nah loh....kemana yang berbahasa arab, bukannya mayoritas penduduk indonesia Muslim. atau jangan-jangan jumlah orang yang bisa berbahasa arab sangat sedikit. Astagfirullah..........3x&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6753813111105956267-6819588072411494505?l=ma-roef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ma-roef.blogspot.com/feeds/6819588072411494505/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6753813111105956267&amp;postID=6819588072411494505' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/6819588072411494505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/6819588072411494505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ma-roef.blogspot.com/2009/07/belajarlah-hingga-ke-negeri-china.html' title='Belajarlah Hingga ke Negeri China'/><author><name>Ruang Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07800251935819197319</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_AvDsnxCtGUA/R87KpBbLxmI/AAAAAAAAAAk/_MqkVCOp4dY/S220/1_184893673m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6753813111105956267.post-6092303499141698303</id><published>2009-07-25T14:13:00.000-07:00</published><updated>2009-07-25T14:38:00.201-07:00</updated><title type='text'>Kenapa Indonesia jadi sasaran Teror?</title><content type='html'>Rangkaian pengeboman yang terjadi di Indonesia sungguh aneh tapi nyata. Selain disebut-sebut diotaki orang-orang dari negeri jiran, juga selalu dikait-kaitkan dengan melawan hegemoni As. Melawan As bisa dimana saja, kenapa mesti di Indonesia. kalau toh benar target utamanya fasilitas bisnis, dan orang yang terkait dengan negara adidaya tersebut, kenapa tidak dilakukan di singapura, Malaysia, Australia atau Thailand saja. targetnya kan tentu lebih banyak. satu ransel bom saja, mungkin bisa mematikan lebih banyak korban, biar puas sekalian.&lt;br /&gt;Dr, Azhari tiada, kini Nurdin M. Top muncul dengan teror model baru. apa yang dilakukan orang ini, seperti membuang kulit pisang ke halaman tetangga. si kulit pisang terinjak dan membuat si tetangga terpeleset jatuh, gubrakkk. yang jadi pertanyaan, kena orang seperti ini tidak ditangkap di malysia, lalu kenapa kerabatnya di negeri jiran sana tak pernah dikonfirmasi tentang aktivitas anggota keluarganya ini. apa iyah, sebelum kedua orang Malaysia ini pergi ke Indonesia tidak tahu dengan aktivitas kedua warganya ini. apa mungkin, pihak malaysia memang tahu terus membiarkan kedua warganya ini pergi ke Indonesia, tujuannya mungkin ya biar Indonesia tidak stabil. kan lumayan bisa memancing diempang tetangga yang lagi keruh. wallahua'lam, yang jelas Orang asli Indonesia (Oi) yang punya semangat jihad yang tinggi tak akan menghancurkan bangsanya sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6753813111105956267-6092303499141698303?l=ma-roef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ma-roef.blogspot.com/feeds/6092303499141698303/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6753813111105956267&amp;postID=6092303499141698303' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/6092303499141698303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/6092303499141698303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ma-roef.blogspot.com/2009/07/kenapa-indonesia-jadi-sasaran-teror.html' title='Kenapa Indonesia jadi sasaran Teror?'/><author><name>Ruang Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07800251935819197319</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_AvDsnxCtGUA/R87KpBbLxmI/AAAAAAAAAAk/_MqkVCOp4dY/S220/1_184893673m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6753813111105956267.post-488900797800446978</id><published>2009-07-06T06:18:00.000-07:00</published><updated>2009-07-06T06:20:46.864-07:00</updated><title type='text'>Segera Terbit.............</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_AvDsnxCtGUA/SlH6E4q5iII/AAAAAAAAAFE/gmMrW8PB-uQ/s1600-h/buku_Buku-Pintar-Islam.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 170px; height: 260px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AvDsnxCtGUA/SlH6E4q5iII/AAAAAAAAAFE/gmMrW8PB-uQ/s320/buku_Buku-Pintar-Islam.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5355336393758967938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Buku Pintar Islam&lt;br /&gt;QURAN &amp; TAFSIR ● SIRAH NABI &amp; HADIS ● AKIDAH ● IBADAH ● MUAMALAH ● SEJARAH &amp; PERADABAN ● ISLAM NUSANTARA ● DUNIA ISLAM MASA KINI ● SERBA-SERBI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Izza Rohman, Tohirin El-Ashry, Maruf Muttaqien dan Ervan Murtawab&lt;br /&gt;ISBN: 978-979-024-123-7&lt;br /&gt;Ukuran: 15 x 23 cm&lt;br /&gt;Halaman:&lt;br /&gt;Terbit: Segera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah buku yang menghimpun data-data penting tentang:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * profil negara-negara dengan mayoritas penduduk muslim&lt;br /&gt;    * organisasi-organisasi Islam internasional dan nasional&lt;br /&gt;    * kekhalifahan-kekhalifahan besar dalam sejarah Islam&lt;br /&gt;    * kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara&lt;br /&gt;    * surah-surah Al-Quran berdasarkan urutan turun&lt;br /&gt;    * indeks tema-tema penting Al-Quran&lt;br /&gt;    * kitab-kitab tafsir dan hadis termasyhur&lt;br /&gt;    * teks Piagam Madinah &amp; khutbah wada&lt;br /&gt;    * 99 asmaul husna &amp; 200 julukan Nabi Muhammad&lt;br /&gt;    * panduan salat, zakat, puasa, dan haji&lt;br /&gt;    * masjid-masjid istimewa seantero dunia&lt;br /&gt;    * nama-nama bayi muslim&lt;br /&gt;    * dan masih banyak lagi …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rujukan abadi para pelajar, mahasiswa, guru, dosen, peneliti, wartawan, dai/mubalig, ulama, pegawai pemerintah, aktivis LSM, dan politisi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6753813111105956267-488900797800446978?l=ma-roef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ma-roef.blogspot.com/feeds/488900797800446978/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6753813111105956267&amp;postID=488900797800446978' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/488900797800446978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/488900797800446978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ma-roef.blogspot.com/2009/07/segera-terbit.html' title='Segera Terbit.............'/><author><name>Ruang Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07800251935819197319</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_AvDsnxCtGUA/R87KpBbLxmI/AAAAAAAAAAk/_MqkVCOp4dY/S220/1_184893673m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_AvDsnxCtGUA/SlH6E4q5iII/AAAAAAAAAFE/gmMrW8PB-uQ/s72-c/buku_Buku-Pintar-Islam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6753813111105956267.post-4962989866460794463</id><published>2009-06-23T03:07:00.000-07:00</published><updated>2009-06-23T03:16:07.257-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sport'/><title type='text'>Antara Ronaldo, Mesi dan Torres</title><content type='html'>OLEH A.A. ARIWIBOWO &lt;br /&gt;"Kita adalah angkatan yang tak bisa mereka didik, karena kita memahami lebih baik" (We are the class, they couldn`t teach, `cause we know better!). Nukilan ini dicopot dari tembang berjudul "Born in the 50`s" yang dilantunkan oleh grup band The Police. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu itu menyasar kepada perjuangan unjuk gigi bagi proklamasi bahwa jangan pernah tampil sebagai generasi yang sok menindas, apalagi memainkan gaya kepemimpinan bisik-bisik di kegelapan, kemudian merebut mikropon untuk berkoar sebagai jagoan yang mendadak turun dari langit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada kisah bidadari dari kahyangan, maka ini bukan kisah pangeran dari jagat entah berantah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bukan pula adu terampil main pat-gulipat bahwa sepiring uang datang begitu saja tanpa menunjukkan prestasi. Karena, murid kritis mengajukan pertanyaan menyelidik serba menggelitik nalar, "Ketrampilan Anda apa? Jualan utama Anda apa kepada publik?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, Fernando Torres tampil ke jagat sepakbola sebagai tiga sekawan yang menyingkirkan kebekuan dari segala apa yang bernuansa serba normal, serba biasa-biasa saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiganya mengepalkan tinju ke udara seraya berucap kata, "Ini tinju kami, mana tinjumu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa? Karena ketiganya memiliki nyali untuk mencungkil mentalitas "nonsense" yang berkomplot demi kejayaan kelompok sendiri. Langkah awalnya: libas ideologi empat L (Lu lagi, Lu Lagi). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan lantaran pemain Machester United, Cristiano Ronaldo, menyabet penghargaan pemain terbaik dunia FIFA 2008, maka pemain asal Portugal itu mencekoki Messi dan Torres dengan ideologi pembebasan dari mentalitas pasif, cepat puas diri dan tidak kritis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiganya tampil sebagai sosok yang aktif, tidak berpuas diri dan kritis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik Ronaldo, Messi dan Torres sama-sama mendemonstrasikan kepada dunia bahwa mengobarkan revolusi terhadap masyarakat berdimensi satu (one dimensional society) bukan sebatas slogan "berubah dan berubah". Apalagi, kalau ada embel-embel ambisi akan guyuran uang (pecuniary culture). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filsuf John Dewey menulis, "Kita sedang hidup dalam kultur uang. Kultur dan ritusnya menentukan pertumbuhan dan keruntuhan suatu lembaga dan ia menguasai nasib setiap individu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Karl Marx menulis, "Karena uang, kesetiaan dapat diubah menjadi khianat, cinta menjadi benci, benci dapat menjadi cinta; budak dijadikan tuan, tuan menjadi budak; kebodohan menjadi kepandaian, kepandaian menjadi kebodohan." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterasingan karena iming-iming uang tidak membawa manusia kepada kemanusiaan yang paripurna. Meski Ronaldo, Messi dan Torres perlu uang, tetapi ketiganya ingin melakoni kemanusiaan sebagai pribadi yang membumikan keutamaan-keutamaan aristokrat sejati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelatih Manchester United, Sir Alex Ferguson punya jurusnya. "Kami semua bangga dia menerima penghargaan tertinggi itu. Kami pikir, dia banyak berutang kepada MU karena kesuksesannya tersebut," kata Ferguson. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ronaldo mengamini bahwa dia banyak berutang kepada MU, termasuk kepada Ferguson, dalam kemajuan kariernya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Benar, Ferguson punya peran penting dalam karierku. Ini musim yang indah bagiku dan bagi klubku. Sang pelatih sangat penting bagiku, karena aku belajar banyak darinya," kata Ronaldo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain lihai menggiring bola, menggocek pemain belakang lawan, melepaskan tembakan ke gawang, publik cukup merasakan getar sihirnya akan aksi teatrikal, utamanya di daerah pertahanan lawan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemain sayap berjuluk CR7 ini dianugerahi kecepatan, kekuatan dan kemampuan luar biasa dalam menerobos lini pertahanan lawan. Inilah daya pembebasan dari CR7 bagi generasi jaman ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Beckham punya kejelian mengumpan bola, maka Ronaldo lebih mengandalkan kemampuan untuk merobek konsentrasi lawan dengan segudang aksi warna-warni di lapangan. Beckham punya energi, sementara Ronaldo beraksi sebagai pemain sirkus. Begitu ibaratnya bagi CR7. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski Ronaldo dijuluki punya kepribadian eksibisionis, tetapi ia merayu publik Old Trafford agar bersedia bertepuk tangan atas aksi lapangan yang aduhai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ronaldo membuktikan dirinya sebagai salah satu mesin gol klub "Setan Merah". Pemain kelahiran Madeira ini kini tengah dibidik oleh Real Madrid dengan segepok uang. Kekritisan versus godaan uang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fragmen menarik juga menerpa Lionel Messi. Kini ia banyak mendulang decak kagum publik, karena penampilannya banyak dibandingkan dengan Diego Maradona semasa muda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemain berusia 21 tahun ini punya kemampuan mengontrol bola dan melepaskan diri dari kawalan pemain lawan untuk memotivasi sesama rekan tim guna meneror pertahanan seteru. Ini makin sempurna karena Messi punya kecepatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lahir di Rosario, Santa Fe di Argentina pada 24 Juni 1987, Messi bergabung ke Barcelona sejak usia 13 tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cepat, bintangnya bersinar sebagai pemain muda berbakat. Pelatih Fank Rijkaard memberi kesempatan memulai debutnya di tingkat senior saat menjalani laga persahabatan melawan Porto pada November 2003 pada usia 16 tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjalani laga perdana bersama tim nasional Argentina pada pertandingan persahabatan melawan Hungaria pada Agustus 2005. Ini mengingatkan torehan sejarah ketika Maradona turun bertanding pada usia 16 tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Messi membawa Argentina merebut medali emas dalam ajang Olimpiade tahun lalu. Ia telah mengoleksi sebanyak 11 gol di Liga Primera pada musim kompetisi ini. Di Liga Champions, ia mencetak lima gol. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah potret perjuangan dari Messi yang mengingatkan publik akan makna dari semangat tidak cepat berpuas diri, tetapi terus mencari dan mencari untuk menemukan sejatinya dari laga sepakbola. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imajinasi serupa terpapar dalam diri Fernando Torres. Pemain Liverpool yang dijuluki El Nino ini hijrah dari Atletico Madrid ke Anfield pada 2007 dengan bayaran sekitar 20 juta poundsterling. Sebagai pencetak gol, publik menyebut penampilannya mirip Ian Rush dan Kenny Dalglish. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemain Spanyol ini punya mata elang dalam membidik mangsa. Utamanya, pemain belakang yang lengah, karena bayarannya kelewat mahal yakni gol. Hebatnya, ia membuktikan diri sebagai pemain yang mampu bertahan di tengah persaingan keras sepakbola Inggris. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mampu melesakkan 24 gol ketika mengawali musim kompetisinya di Liga Primer bersama Liverpool. Prestasi ini menoreh catatan tersendiri di buku besar sejarah sepakbola Inggris sebagai striker dari luar Inggris yang tampil subur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hebatnya lagi, ia mencetak gol kemenangan bagi negaranya saat melawan Jerman di final Piala Eropa 2008. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Refleksi apa yang dapat dipungut publik dari perjuangan tiga besar dalam pemilihan Pemain Terbaik Dunia FIFA 2008 ini? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pemungutan suara, Cristiano Ronaldo (Portugal) mendulang 935 poin, Lionel Messi (Argentina) 678 poin, Fernando Torres (Spanyol) 203 poin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Poin terpenting dan terutama yakni ketiganya mengeksplorasi imajinasi untuk terbebas dari segala kungkungan sistem. Boleh dibilang, ketiganya melahirkan imperatif sejarah: janganlah mengulangi "industrial genocide". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya membebaskan diri dari pola berpikir totaliter, pola berpikir yang menghakimi seluruh jaman dengan memproklamirkan diri, sebagai kelompok atau individu yang paling benar. Padahal, dunia itu ib&lt;br /&gt;Antara news.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6753813111105956267-4962989866460794463?l=ma-roef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ma-roef.blogspot.com/feeds/4962989866460794463/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6753813111105956267&amp;postID=4962989866460794463' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/4962989866460794463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/4962989866460794463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ma-roef.blogspot.com/2009/06/antara-ronaldo-mesi-dan-torres.html' title='Antara Ronaldo, Mesi dan Torres'/><author><name>Ruang Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07800251935819197319</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_AvDsnxCtGUA/R87KpBbLxmI/AAAAAAAAAAk/_MqkVCOp4dY/S220/1_184893673m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6753813111105956267.post-710382842824269706</id><published>2009-06-23T01:59:00.001-07:00</published><updated>2009-06-23T01:59:46.916-07:00</updated><title type='text'>Runtuhnya Klaim Neoliberal</title><content type='html'>Artikel opini yang ditulis Ismatillah Nu’ad berjudul ekonomi neoliberal (Republika, 18/05), sangat menarik dan menggugah, namun patut mendapatkan segudang catatan. Menurutnya, neolib secara sederhana memperjuangkan fundamentalisme pasar, yaitu pandangan yang menekankan bahwa mekanisme pasar akan berjalan dengan baik apabila ia bebas bergerak tanpa kendali dan intervensi dari pemerintah.  &lt;br /&gt;Dalam tulisan tersebut, juga dipaparkan bagaimana neoliberalisme di Amerika Latin dalam perkembangan terakhir telah menjadi momok dan musuh bersama. Dengan mengambil contoh kasus fenomena kebangkitan neososialisme sebagai antitesa neoliberalisme di Amerika Latin, saudara Ismatillah sepertinya ingin mematahkan klaim neoliberal bahwa mengurangi radius aktivitas negara akan memperdalam demokrasi dan mengakibatkan peningkatan penghasilan secara tetap baik bagi kaum kaya maupun miskin. &lt;br /&gt;Indonesia lebih lanjut, seharusnya bisa mengambil pelajaran dari kasus-kasus yang dialami negara-negara seperti Venezuela, Brazilia dan Bolivia yang sudah mulai meninggalkan resep-resep ekonomi yang mengkampanyekan perlunya trio ekonomi; deregulasi-privatisasi-liberalisasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Embedded Liberalism&lt;br /&gt;Perkembangan pesat Neoliberalisme dimulai sejak Margaret Thatcher menjadi perdana menteri Inggris tahun 1979 dan Ronald Reagen presiden AS pada tahun 1980. sejak saat itu dan terutama sejak berakhirnya perang dingin pada tahun 1990 neoliberalisme meluas ke seluruh dunia, disponsori AS sebagai super power militer, ekonomi dan politik. Neoliberalisme pada masa awal tersebut dapat dipahami dari pandangan David Harvey dalam bukunya A Brief History of Neoliberalism, dimana perbedaan neoliberalisme dengan “liberalisme lama” (embedded liberalisme) adalah bahwa dalam liberalisme lama peran pasar dan kegiatan usaha dilingkungi berbagai hambatan sosial politik seperti perencanaan negara dan badan usaha milik negara. Neoliberalisme berpendapat bahwa segala hambatan itu harus ditiadakan untuk memperoleh perkembangan ekonomi yang paling maksimal.&lt;br /&gt;Hanya saja dalam era mutakhir, neoliberalisme selain telah menjadi istilah ekstrem, namun juga menjadi istilah yang sangat licin seiring berkembangnya teknologi informasi. Neoliberalisme pun pada akhirnya sampai pada bentuk reinkarnasi yang paling ekstrem, dimana neoliberalisme bisa dikatakan melampaui pandangan Daved Harvey tersebut. Seperti tata ekonomi seabad lalu, neoliberalisme berisi kecenderungan lepasnya kinerja modal dari kawalan, tetapi dalam bentuk lebih ekstrem yang ciri utamanya berupa lahirnya hierarki prioritas; prioritas sektor financial (financial capital) atas sektor-sektor lain dalam ekonomi. Hasilnya adalah revolusi produk finansial, seperti derivatif, sekuritas, bailout dan semacamnya (Herry Priyono, 2005).&lt;br /&gt;Neoliberalisme versi mutakhir ini, cukup berperan dalam melambungkan perekonomian dunia yang terpusat pada segelintir orang. Sementara menyengsarakan jutaan penduduk dunia lainnya.  Krisis kredit perumahan rendah (subprime mortage di AS) pada bulan july 2007 lalu, yang menyeret beberapa lembaga keuangan besar, seperti Citigroup dan Merrill Lynch (AS), UBS and Barclays (Eropa), serta Mizuho (Jepang), mengalami kerugian serius adalah titik terekstrem yang diakibatkan oleh neoliberalisme model baru ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Formula Strategi&lt;br /&gt; Perjuangan melawan neoliberalisme khususnya di Amerika Latin yang dalam beberapa tahun terakhir memang cukup mengguncang dunia. Hal ini juga merupakan pukulan telak bagi Amerika Serikat sebagai simbol personifikasi neoliberalisme. Bagi kaum komunis ortodok maupun neoliberal, fenomena Amerika Latin memang telah membantah anggapan ketidak mungkinan adanya revolusi hanya 90 mil dari pantai Amerika Serikat.&lt;br /&gt; Sebagaimana diketahui, sepanjang dekade 1990an, hampir semua Presiden Amerika Latin menerapkan haluan neoliberal, tapi hasilnya dalam front politik maupun ekonomi terbukti sangat mengecewakan. Stagnansi ekonomi, polarisasi sosial yang semakin dalam, dan  kekuasaan eksekutif yang eksesif menimbulkan kebangkrutan neoliberal. Gerakan anti neoliberalpun pada akhirnya merebak dan menghasilkan kemenangan kaum anti neolib dalam pemilu presidensial. Hugo Chavez (venezuela) yang keras menentang neoliberal, Luiz Inacio Lula da Silva (Barazil), Lucio Gueterez (Ekuador) dan Nestor Kirchner (Argentina) adalah para pemimpin berhaluan neososialisme yang berhasil mematahkan klaim neoliberal.&lt;br /&gt; Hanya saja, meskipun fenomena kebangkitan neososialisme Amerika Latin menemukan momentum kemenangan yang merata dihampir seluruh negara di Amerika latin, fenomenannya tentu saja tidak monolitik. Tapi sebaliknya cukup berbeda satu sama lain, khususnya dalam model strategi dan idiologi yang mendasarinya.&lt;br /&gt;Steve Elner, seorang penulis kiri terkemuka mengajukan tiga profosal yang paling tidak telah digunakan kaum anti-neoliberal untuk mengembangkan strategi politiknya.  Yaitu pertama, pendekatan Kiri-Tengah yang diajukan oleh politikus-akademisi Meksiko Jorge Castaneda, dimana kaum kiri meminang ”kaum tengah” agar menjauh dari kanan dengan berbasiskan program alternatif terhadap neoliberalisme; kedua, strategi yang diasosiasikan dengan teoritikus Marxis dari Chile Marta Hernecker, yang mana kaum kiri memprioritaskan anti neoliberal, namun menghindari tuntutan-tuntutan yang lebih kiri maupun aliansi dengan kaum kanan. Dan ketiga, strategi paling kiri yang digagas James Petras dimana tuntutan anti-neoliberal dikedepankan tapi tidak menutup kemungkinan perjuangan anti imperialisme atau anti-kapitalis.&lt;br /&gt;Ketiga formula dan strategi inilah yang dikemudian hari digunakan sebagai titik acuan para pemimpin neososialis untuk menentang neoliberalisme. Ketiganya juga merupakan landasan perdebatan utama mengenai strategi dan tantangan yang dihadapi kaum kiri dalam memformulasikan tuntutan dan tawaran model baru dalam era globalisasi.&lt;br /&gt;Melihat keragaman formula dan strategi kaum kiri dalam melakukan perlawanan terhadap neoliberalisme di Amerika Latin, kitapun pada akhirnya dihadapkan dengan banyak pilihan model. Sehingga tidak mungkin hanya melihat satu model saja; seperti model Venezuela atau Brazil saja misalnya. Apalagi bila melihat, rapuhnya basis sosial gerakan perlawanan terhadap neoliberalisme di negara kita. &lt;br /&gt;Klaim neoliberalisme There Is No Alternative (TINA) yang diperkenalkan oleh Margareth Tacher memang telah mulai terbantahkan, tapi pemujaan sporadis terhadap klaim anti neoliberal terutama dengan mrrujuk kepada pengalaman Amerika Latin juga tidak sepenuhnya absah dan belum tentu baik bagi masa depan bangsa ini, mengingat bahwa kebangkitan neososialisme Amerika Latin juga menyisakan atau bahkan melahirkan permasalahan baru.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6753813111105956267-710382842824269706?l=ma-roef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ma-roef.blogspot.com/feeds/710382842824269706/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6753813111105956267&amp;postID=710382842824269706' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/710382842824269706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/710382842824269706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ma-roef.blogspot.com/2009/06/runtuhnya-klaim-neoliberal.html' title='Runtuhnya Klaim Neoliberal'/><author><name>Ruang Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07800251935819197319</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_AvDsnxCtGUA/R87KpBbLxmI/AAAAAAAAAAk/_MqkVCOp4dY/S220/1_184893673m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6753813111105956267.post-692477969301027231</id><published>2009-06-23T01:37:00.001-07:00</published><updated>2009-06-23T01:38:58.117-07:00</updated><title type='text'>Menyelami Lyric-Lyric Coldplay</title><content type='html'>Viva La Vida Or Death And All His Friends merupakan album ke empat dari Coldplay setelah terakhir merilis album X&amp;Y pada tahun 2006 kemarin. Beberapa orang berspekulasi bahwa ini merupakan produk ego dari Chris Martin yang merupakan frontman Coldplay. Seperti banyak diketahui, Chris martin sangat peduli akan perdamaian dunia.&lt;br /&gt;Album ini sendiri bisa merupakan experimental record yang juga political record dari Coldplay. Setengah lirik dari album ini bertemakan gambaran keadaan perang, keagamaan, bahkan kematian, seperti yang tersirat pada Lead Single dari Album ini “Violet Hill”. Dimana dalam single tersebut sangat kental dengan pesan politiknya&lt;br /&gt;I don’t want to be a soldier/Who the captain of some sinking ship/Would stow, far below&lt;br /&gt;Pesan yang sama juga mereka sampaikan pada single “Lovers in Japan/Reign of Love”&lt;br /&gt;Soldiers you’ve got to soldier on/Sometimes even the right is wrong&lt;br /&gt;Nuansa Politikal pun sangat ditonjolkan pada cover art album ini untuk menekan pesan perdamaian yang diusung oleh Coldplay.&lt;br /&gt;Best Single dari album ini adalah “Lost?”. Dari sisi komposisi musik single ini hanya mengandalakan piano, namun dibalut oleh lirik yang luar biasa, sehingga single ini terdengar luar biasa. Ada sebuah pesan moral yang coba disampaikan oleh Coldplay pada single ini&lt;br /&gt;You might be a big fish, In a little pond Doesn’t mean you’ve won, ‘Cause along may come, A bigger one And you’ll be lost&lt;br /&gt;Kita bisa mendengarkan arransemen yang berbeda dari single “Lost?” pada single “Lost!”. Jika “Lost?” hanya mengandalkan Piano, namun Single “Lost!” menggunakan konsep Full Band. Seolah-olah, kita seperti mendengarkan sebuah single yang berbeda. Tidak ketinggalan single “Viva La Vida” yang penuh semangat kemenangan. Pada intronya saja sudah membuat kita seperti melihat pencerahan jiwa.&lt;br /&gt;Walaupun album ini bertemakan politik, namun Coldplay berhasil membungkusnya dengan musikalitas dan lirik yang tidak muluk-muluk dan membosankan. Banyak pesan-pesan moral dalam lirik album ini yang menjadi inspirasi kita. It’s such a inspre and powerfull album. So, i wouldn’t mind to get lost with Coldplay this Time.&lt;br /&gt;dikutip dari http://sky.web.id.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6753813111105956267-692477969301027231?l=ma-roef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ma-roef.blogspot.com/feeds/692477969301027231/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6753813111105956267&amp;postID=692477969301027231' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/692477969301027231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/692477969301027231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ma-roef.blogspot.com/2009/06/menyelami-lyric-lyric-coldplay.html' title='Menyelami Lyric-Lyric Coldplay'/><author><name>Ruang Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07800251935819197319</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_AvDsnxCtGUA/R87KpBbLxmI/AAAAAAAAAAk/_MqkVCOp4dY/S220/1_184893673m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6753813111105956267.post-1139358391584807656</id><published>2009-06-23T01:35:00.001-07:00</published><updated>2009-06-23T01:35:28.555-07:00</updated><title type='text'>Coldplay - Viva La Vida Lyrics</title><content type='html'>I used to rule the world&lt;br /&gt;Seas would rise when I gave the word&lt;br /&gt;Now in the morning I sweep alone&lt;br /&gt;Sweep the streets I used to own&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I used to roll the dice&lt;br /&gt;Feel the fear in my enemy’s eyes&lt;br /&gt;Listen as the crowd would sing:&lt;br /&gt;“Now the old king is dead! Long live the king!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;One minute I held the key&lt;br /&gt;Next the walls were closed on me&lt;br /&gt;And I discovered that my castles stand&lt;br /&gt;Upon pillars of salt and pillars of sand&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I hear Jerusalem bells a ringing&lt;br /&gt;Roman Cavalry choirs are singing&lt;br /&gt;Be my mirror my sword and shield&lt;br /&gt;My missionaries in a foreign field&lt;br /&gt;For some reason I can’t explain&lt;br /&gt;Once you go there was never, never an honest word&lt;br /&gt;That was when I ruled the world&lt;br /&gt;(Ohhh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It was the wicked and wild wind&lt;br /&gt;Blew down the doors to let me in.&lt;br /&gt;Shattered windows and the sound of drums&lt;br /&gt;People couldn’t believe what I’d become&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revolutionaries wait&lt;br /&gt;For my head on a silver plate&lt;br /&gt;Just a puppet on a lonely string&lt;br /&gt;Oh who would ever want to be king?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I hear Jerusalem bells a ringing&lt;br /&gt;Roman Cavalry choirs are singing&lt;br /&gt;Be my mirror my sword and shield&lt;br /&gt;My missionaries in a foreign field&lt;br /&gt;For some reason I can’t explain&lt;br /&gt;I know Saint Peter will call my name&lt;br /&gt;Never an honest word&lt;br /&gt;But that was when I ruled the world&lt;br /&gt;(Ohhhhh Ohhh Ohhh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I hear Jerusalem bells a ringing&lt;br /&gt;Roman Cavalry choirs are singing&lt;br /&gt;Be my mirror my sword and shield&lt;br /&gt;My missionaries in a foreign field&lt;br /&gt;For some reason I can’t explain&lt;br /&gt;I know Saint Peter will call my name&lt;br /&gt;Never an honest word&lt;br /&gt;But that was when I ruled the world&lt;br /&gt;Oooooh Oooooh Oooooh&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6753813111105956267-1139358391584807656?l=ma-roef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ma-roef.blogspot.com/feeds/1139358391584807656/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6753813111105956267&amp;postID=1139358391584807656' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/1139358391584807656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/1139358391584807656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ma-roef.blogspot.com/2009/06/coldplay-viva-la-vida-lyrics.html' title='Coldplay - Viva La Vida Lyrics'/><author><name>Ruang Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07800251935819197319</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_AvDsnxCtGUA/R87KpBbLxmI/AAAAAAAAAAk/_MqkVCOp4dY/S220/1_184893673m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6753813111105956267.post-6090736566500122034</id><published>2009-06-23T01:33:00.001-07:00</published><updated>2009-06-23T01:33:40.333-07:00</updated><title type='text'>Rivalitas Budaya dalam Pilpres 2009</title><content type='html'>Catatan visual, Analisis media, monograf, pengakuan dan riset-riset lapangan serta pengamatan atas persiapan Pemilihan Presiden 2009 disinyalir menjadi mozaik yang sangat kaya mengenai tradisi elektoral dalam konteks demokratisasi di Indonesia.&lt;br /&gt;Berbagai predikat menterengpun semakin disematkan ketika menandai dimulainya kampanye menuju partai knock-out Pilpres kali ini. Perang David versus Gholiat, perang seniman versus arsitek, ataupun perang kemegaahan versus kesederhanaan. &lt;br /&gt;Muncul pula istilah rivalitas neolib versus kerakyatan, atau neolib versus kemandirian bangsa. Rivalitas politik yang akan memberikan sajian epitome demokrasi yang penuh dengan drama perseteruan inipun semakin berlanggam nada vulgar. Karena ternyata, perseteruan dan rivalitas tersebut sarat dengan muatan estetika. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rivalitas Vulgar&lt;br /&gt;Kenapa rivalitas ketiga capres-cawapres bersama skuadnya semakin memburu perseteruan yang berlanggam nada vulgar? Jawabannya, pertama, di alam modern ini ada satu hal yang tidak dapat dielakan, yaitu kemajuan teknologi informasi. Dimana autentisitas kesementaraan (dimensi waktu) dan mediasi telah disingkirkan dengan adanya rekonstruksi karya seni itu sendiri. &lt;br /&gt;Penghancuran autentisitasnya telah membuat seni bersifat afirmatif atas realitas yang sedang berlangsung. Dipenuhi dengan berbagai unsur instant, yang terungkap dalam tayangan televisi. Kulminasinya, membuat keindahan diekspresikan secara sangat vulgar. &lt;br /&gt;Kedua, karena rivalitas yang disajikan oleh ketiganya dalam perseteruan tersebut menjadi semakin misterius dan tak mudah difahami. Menyajikan fanorama kebudayaan terutama estetika yang berbeda, yang terkadang memunculkan sensasi emosional, juga terkadang menimbulkan decak kagum para penontonnya (Greg Soetomo, 2003).&lt;br /&gt;Yang mampu kita pahami mungkinlah hanya sebatas, bahwa ketiga skuad tersebut bersandar kepada kebudayaan terutama estetika yang kontras sama sekali. Skuad incumbent dengan slogan “lanjutkan,” seolah ingin mengukuhkan estetika kaum kapitalis yang bersandar secara penuh kepada kebudayaan industrial, dimana estetika dibangun untuk melanggengkan kedigdayaannya.&lt;br /&gt;Di seberang sana, skuad yang menempatkan dirinya sebagai pengkritik utama kebudayaan industrial, dengan slogan “pro-perubahan.” Seolah menggambarkan keinginannya untuk memunculkan kembali sense of the vital need for radical change. Dengan menukil ungkapan Herbert Marcuse tersebut, mereka berusaha menyentuh imajinasi terdalam palung kesadaran publik untuk meniscayakan perubahan yang cukup radikal. &lt;br /&gt;Sementara kubu lain yang berusaha menempatkan dirinya di sebelah tengah, dengan slogan “Lebih cepat lebih baik.” Berusaha untuk menempati kekosongan dalam ruang autentisitas estetis. Dimana selain sebagai “fungsi”, karya seni juga diharapkan akan membawa kepada kesadaran yang alamiah, dengan segenap auranya.&lt;br /&gt;Dalam budaya massa yang terlanjur polyglot seperti saat sekarang ini, Apresiasi autentik memang menjadi tidak mungkin, karena kesadaran yang baru lahir diarahkan pada objek karya seni yang telah dilucuti auranya. Sehingga keinginan untuk menggali autentisitas semacam itu akan menjadi strategi yang tentu saja cukup berisiko bagi siapapun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Substratum Esensial&lt;br /&gt;Pada akhirnya, kita memang semakin berada dalam persimpangan, tenggelam dalam perasaan termehek-mehek akan masa lampau, karena adanya perasaan yang hilang dalam imajinasi. Satu-satunya yang tersisa sekarang adalah politik dan kepentingan ekonomi. &lt;br /&gt;Yang akan muncul kemudian hanya dua kemungkinan; pertama, situasi tersebut akan terus di-lanjutkan. Kedua, kebudayaan alternatif akan mengalirkan arus perubahan yang radikal dan akan menjadi Mesias sejati.&lt;br /&gt;Atas dasar itulah mungkin, semua kubu boleh dikatakan akan mengambil jalan yang tidak beresiko. Dengan ikut serta memainkan seni peran dalam drama kebudayaan industrial, atau budaya massa. &lt;br /&gt;Hal ini terungkap dari manuver Jusuf Kalla sebagai penganut autentisitas estetis yang seakan tak mau kehilangan kesempatan untuk mengambil peranan dalam drama pelarian Manohara, pembebasan Prita Mulyasari, dan isu pemakaian jilbab. &lt;br /&gt;Demikian halnya saat film religi layar lebar “Ketika Cinta Bertasbih” diluncurkan, peran-peran itupun tidak begitu saja dilewatkan. Merujuk film serupa “Ayat-ayat Cinta” beberapa saat lalu, yang juga sangat menyita perhatian khalayak ramai, termasuk para elite negeri ini.&lt;br /&gt;Sementara itu, kubu incumbent tampaknya terlalu terpukau dengan gaya artistik Cartesian yang terlampau mekanistis, dan lebih melihat ekonomi-politik sebagai substratum (basis) esensial untuk kemajuan sejarah. Sehingga peran-perannya yang diambil adalah dengan berkreasi secara mekanistik pula; BLT, gaji ke-13 dan seperangkat aturan birokrasi lainnya akan dijadikan sebagai senjata yang cukup ampuh. &lt;br /&gt;Kubu pro-perubahan yang cukup tersihir oleh gaya realisnya Lukács, kemungkinan tidak akan memainkan seni peran yang terlalu radikal, mengingat resiko yang akan dihadapinya. Pilihan baginya hanya satu, ikut bermain dalam panggung kebudayaan industrial, namun tentu saja tetap bergaya realis untuk menumbuhkan kesadaran kaum proletar. Dengan harapan bahwa palung terdalam kesadaran publik akan mengafirmasi jalan revolusioner mereka.&lt;br /&gt;Pada akhirnya, pihak yang akan digdaya dan mendapatkan standing applause terlama dalam panggung kebudayaan ini adalah pihak yang memang mampu berperan secara lebih ekspresif, penuh imajinasi dan tentu saja memberikan aura keindahan. &lt;br /&gt;Karena bagaimanapun, para penonton panggung sandiwara kebudayaan di negeri ini memiliki harapan untuk kembali menyaksikan penampilan para seniman yang authentic dan mampu memberikan riak gelombang kejut keindahan hingga ke palung terdalam imajinasinya.&lt;br /&gt;Layaknya Soekarno-Hatta, seorang penganut estetika autentik yang frekuensi estetisnya mampu menerobos perbatasan geografis negara dan budaya. Menembus relung hati dan imajinasi terdalam, melahirkan sanjungan (laudation) dan decak kagum yang luar biasa, bukan hanya dari publik domestik tapi juga dunia international.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6753813111105956267-6090736566500122034?l=ma-roef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ma-roef.blogspot.com/feeds/6090736566500122034/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6753813111105956267&amp;postID=6090736566500122034' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/6090736566500122034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/6090736566500122034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ma-roef.blogspot.com/2009/06/rivalitas-budaya-dalam-pilpres-2009.html' title='Rivalitas Budaya dalam Pilpres 2009'/><author><name>Ruang Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07800251935819197319</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_AvDsnxCtGUA/R87KpBbLxmI/AAAAAAAAAAk/_MqkVCOp4dY/S220/1_184893673m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6753813111105956267.post-5736696348096932768</id><published>2009-06-23T01:31:00.001-07:00</published><updated>2009-06-23T01:31:41.271-07:00</updated><title type='text'>Nasib Buruh di alam Neoliberal</title><content type='html'>”Vivero pericoloso.” mungkin adagium ini perlu kembali diteriakan dengan lantang kepada para kaum buruh di negeri ini. Supaya menimbulkan riak gelombak kejut kesadaran para buruh. Tidak bermaksud mengharap kaum buruh kembali turun ke jalan, tapi bagaimana kemudian kaum buruh melahirkan gerakan-gerakan yang menunjukan bahwa mereka bernafas dan menaruh perhatian yang serius terhadap persoalan nasional yang lebih luas.&lt;br /&gt;Kenapa demikian? Karena, di alam neoliberal, figur buruh seakan menjadi prototife utama yang menentukan kemajuan ekonomi maupun politik. Lihatlah bagaimana wacana kehidupan kaum buruh; tenaga kerja, petani dan nelayan senantiasa menjadi isu utama dalam ajang pesta demokrasi dimanapun. Baik di Amerika sebagai negara demokrasi terbesar maupun di negara kita Indonesia yang kurang lebih juga sama. &lt;br /&gt;Di negara maju yang tingkat populasi masyarakat urbannya begitu tinggi seperti Inggris dan Australia bahkan lebih dahsyat lagi, dimana buruh dapat memiliki cukup kekuatan untuk berkuasa hingga beberapa periode. &lt;br /&gt;Meski demikian, setumpuk persoalan terkait hak-hak buruh memang tak pernah benar-benar dapat terselesaikan. Karena selama neoliberalisasi menjadi tumpuan utamanya, maka sekuat apapun gerakannya, buruh tidak pernah dapat memiliki kontrol terhadap produksi yang berasal dari tenaganya.&lt;br /&gt;Di negara berkembang seperti Indonesia, Meksiko, Thailand dan Vietnam kaum buruh mengalami penderitaan yang lebih dibandingkan di negara maju. Serangan yang dilancarkan kepada mereka begitu bertubi-tubi, sehingga lebih sering terombang-ambing dengan nasib dan kehidupan hari esok yang semakin tidak jelas. Sementara kaum neoliberal, semakin kokoh dalam mempertahankan ekonomi dan politik libidinal-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekspansi Neoliberal&lt;br /&gt;Dalam beberapa dekade terakhir, kaum buruh memang semakin tidak berdaya untuk menahan gempuran kaum neoliberal. Serikat-serikat pekerja yang didirikan untuk melindungi kepentingan mereka tercerai-berai, membuat identitas buruh pergi kelain arah menuju penyatuan ras, etnis dan gender.&lt;br /&gt;David Harvey, dalam bukunya A Brief History of Neoliberalisme mengingatkan bahwa proses neoliberalisasi akan meniscayakan penghancuran lapisan-lapisan perlindungan yang dikembangkan kaum buruh. Dimana serangan ini berlangsung dalam dua arah.&lt;br /&gt;Serangan pertama diarahkan kepada kekuatan-kekuatan serikat buruh, dengan menghambat perkembangannya atau membubarkannya meski secara paksa sekalipun. Fleksibilitas tenaga kerja diciptakan, tunjangan-tunjangan sosial dihilangkan, dan jaminan keberlangsungan pekerjaan dihapuskan. Para buruh terjebak dalam pasungan sistem tenaga kerja yang menawarkan kontrak-kontrak jangka pendek (outsourching).&lt;br /&gt;Serangan kedua terhadap kekuatan kaum buruh, dan ini adalah yang paling dominan. Yaitu perubahan koordinat-koordinat spasial dan temporal dari pasar tenaga kerja. Begitu banyak taktik yang dijalankan dalam upaya serangan kedua ini, yang bertujuan untuk memenangkan persaingan dalam mendapatkan suplai pasar tenaga kerja termurah dan yang paling penting adalah patuh.&lt;br /&gt;Liberalisasi keuangan yang telah ditopang dan dimuluskan jalannya oleh institusi-institusi keuangan global (IMF, World Bank, dan juga WTO) telah memungkinkan para pemilik modal dalam waktu yang singkat menguasai armada tenaga kerja di berbagai negara secara sekaligus. Pun demikian, juga memiliki kebebasan untuk memindahkannya dalam tempo sesingkat-singkatnya ke ruang spasial yang lain yang lebih menjanjikan. &lt;br /&gt;Dalam situasi kiwari, serangan model ini mungkin dapat terlihat secara kasat mata dari gelembung ekonomi China yang telah membuat negara-negara yang sebelumnya menjadi tujuan investasi (Meksiko, Indonesia, Thailand dan Vietnam) harus gigit jari dan kehilangan ribuan, bahkan jutaan lapangan pekerjaan. Hal ini terjadi, karena China menerapakan upah yang sangat rendah bagi buruh dalam negerinya. Murahnya upah buruh disertai keterampilan teknologi yang memadai di China juga membuat pusat-pusat industri korporasi global terpaksa harus memindahkan laboratorium risetnya ke China; termasuk IBM, Microsof, Motorola, Siemens dan Intel (David Harvey, 2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aliansi kaum buruh&lt;br /&gt;Liberalisasi modal, pasar keuangan dan privatisasi BUMN merupakan hal yang problematik bagi banyak Negara berkembang terutama Indonesia. Hal ini terjadi karena— menurut Stiglizht—Indonesia merupakan Negara pemakai resep dan mitos favorit neoliberalisme sejak sebelum krisis bahkan hingga saat ini.&lt;br /&gt; Di Indonesia, proses neoliberalisasi bahkan berlangsung dari segala arah, termasuk dalam bidang politik, sehingga jalan ceritanya menjadi jauh lebih problematis. Secara ekonomis, armada tenaga kerja Indonesia lebih sering berkorban, sementara secara politis mereka lebih sering menjadi komoditas pertaruhan kekuasaan para elite. Kulminasinya, garansi politik tak pernah nyata, kesejahteraanpun tiada. &lt;br /&gt;Rendahnya tingkat pendidikan kaum buruh, disinyalir telah membuat kesadaran untuk memperjuangkan hak-haknya menjadi rendah pula. Dimana dari sekitar 37 juta armada tenaga kerja kita 56%-nya hanyalah lulusan SD. Sementara 19% SMP, 17% SMA, dan sisanya 8% adalah Perguruan Tinggi.&lt;br /&gt;Rendahnya tingkat kesadaran armada tenaga kerja tersebut membuat, 107 federasi yang tercatat di Depnakertrans hanya diisi oleh 3 juta buruh saja. Sementara sisanya, atas nama kesejahteraan dan demokrasi lebih senang untuk bermurah hati dan sukarela menyumbangkan surplus keringatnya.&lt;br /&gt;Fakta tak terbantahkan tersebut selayaknya memang dijadikan titik kesadaran, akan pentingnya melakukan revitalisasi institusi-institusi perlindungan kultural bagi kaum buruh. Sebagaimana yang pernah diteriakan Karl Polanyi dalam “The Great Transformation.” &lt;br /&gt;Bagi Polanyi, membiarkan mekanisme pasar menjadi satu-satunya pengarah dari nasib kaum buruh dan lingkungannya, akan membawa kaum buruh pada kehancurannya saja. Memandang buruh dengan kacamata neoliberal dengan demikian hanyalah melahirkan buruh-buruh yang semakin tidak berdaya; mudah dieksploitasi, dipolitisasi, dipecat dan kemudian dibuang (disposable labour).&lt;br /&gt;Sebaliknya, Polanyi menegaskan bahwa buruh seharusnya dipandang sebagai makhluk yang memiliki karakteristik, keterampilan, dan cita rasa tententu. Selain itu buruh juga merupakan makhluk hidup yang dianugerahi dengan impian-impian, hasrat-hasrat dan harapan-harapan yang sama dengan manusia lainnya.&lt;br /&gt;Memang terlalu melelahkan kita mendengar kampanye penataan untuk kaidah-kaidah kesejahteraan buruh; berupa jaminan sosial, upah minimum, sistem kerja maupun kualitas armada tenaga kerja, sementara kenyataannya kehidupan sosial kita semakin terpuruk. &lt;br /&gt;Telah terlalu sering pula para elite berdebat soal rambu-rambu hubungan industrial yang saling menguntungkan, tapi kenyataannya nasib buruh semakin terjebak dalam labirin tak berujung.&lt;br /&gt;Sudah saatnya, kaum buruh menentukan nasibnya sendiri, dengan bersatu melakukan aksi-aksi kolektif untuk sama-sama mengatakan tidak pada neoliberalisme dalam bentuk apapun, dan bahwasanya  Another world is possible.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6753813111105956267-5736696348096932768?l=ma-roef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ma-roef.blogspot.com/feeds/5736696348096932768/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6753813111105956267&amp;postID=5736696348096932768' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/5736696348096932768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/5736696348096932768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ma-roef.blogspot.com/2009/06/nasib-buruh-di-alam-neoliberal.html' title='Nasib Buruh di alam Neoliberal'/><author><name>Ruang Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07800251935819197319</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_AvDsnxCtGUA/R87KpBbLxmI/AAAAAAAAAAk/_MqkVCOp4dY/S220/1_184893673m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6753813111105956267.post-8459440583745860782</id><published>2009-06-23T01:28:00.001-07:00</published><updated>2009-06-23T01:30:35.512-07:00</updated><title type='text'>Liberalisasi Pasar Keuangan Islam</title><content type='html'>Ratusan tahun silam, jauh sebelum Masehi, orang-orang dari India sudah datang ke desa kita, mengajarkan titah Sidarta Gautama, membeli rempah-rempah dan lain sebagainya. Bahkan Alexander Agung pernah menyatukan separuh dunia di dalam rengkuhannya. Jalur Sutra juga sudah menghubungkan orang-orang dari daratan Eropa dan Asia beberapa ratus tahun silam. Sekitar abad 14 atau 15, Haramain (Mekkah dan Medinah), telah menjadi lokus utama tempat para ulama dari seluruh dunia Muslim berinteraksi membangun jaringan “global”. Tapi semua itu dibangun dengan batasan ruang dan waktu yang teramat luas dan lama. &lt;br /&gt;Bayangkan dunia saat ini, dengan jaringan komunikasi dan transportasi global semuanya bisa dipermudah dan dipercepat hanya dalam sepersekian jam, menit bahkan detik. The world is flat, demikian Thomas L. Friedman mengilustrasikan dunia yang semakin tanpa batasan (borderless) ruang dan waktu. Sayangnya, tidak semua orang bisa menerima akselerasi perubahan dunia dengan mudah. Masih banyak yang menganggap bahwa apa yang disebut dengan posmodernitas dan globalisasi telah mendehumanisasi kemanusian manusia. Membuat kehidupan menjadi penuh dengan main-main dan bersenda gurau (laiba wa lahwa).&lt;br /&gt;Ernest Gelner, seorang intelektual yang sangat fasih berbicara tentang peradaban bahkan  menyebut kedua istilah tersebut sebagai istilah mutakhir dari relativisme kuno. Sedang Akbar S. Ahmed intelektual muslim yang menulis buku fenomenal tentang Islam dan posmodernisme menyebut kedua istilah tersebut sebagai ancaman serius bagi dunia Islam, bahkan lebih berbahaya dari kekuatan militer sekalipun.  Berbeda dengan apa yang ditawarkan Sayyed Hussein Nashr dalam menghadapi modernitas ataupun posmodernitas secara lebih realistis, baginya modernisme maupun posmodernisme merupakan realitas dan tidak mungkin kita bisa mengelak. Maka hadapi, hayati dengan kritis dan nikmati dengan batasan. Dan fides quern intellectum (rasionalitas keimanan) adalah jalan satu-satunya untuk menjawab realitas tersebut.    &lt;br /&gt;Hanya saja resep-resep tersebut belakangan juga dirasakan kurang cukup mampu memberikan tawaran pertahanan, karena ternyata arus deras globalisai dan efek posmodernitas telah masuk dalam tiap sisi kehidupan ummat Islam. Belakangan, Ernest Gelner dan Akbar S. Ahmed dinilai gagal dalam membaca dan menempatkan posmodernisme; apakah posmodernisme dianggap sebagai counter terhadap modernisme atau malah sebagai high modernisme. Sementara rasionalisasi keimanan yang ditawarkan Nashr atau yang kini dimamah biakan oleh Alm. Caknur dan kalangan liberal juga dianggap kurang realistis.  &lt;br /&gt;Virtualisasi ekonomi&lt;br /&gt;Salah satu penyebab dari sekian banyak kegagalan yang dialami dunia muslim untuk mengantisipasi serbuan arus deras globalisasi adalah ketidak mampuan para kaum cendekia dan intelektual dalam memahami metamorfosa globalisasi yang tengah semakin menguasai kekuatan ekonomi dunia saat ini. Padahal sebagaimana dilansir Heri B. Proyono bahwa globalisasi telah membawa ekonomi global kepada kecenderungan virtualisasi ekonomi yang meniscayakan integrasi pasar financial internasional. Dalam fakta, visi integrasi pasar financial yang berdiri di atas asumsi tentang manusia yang sudah amat diciutkan menjadi homo oecenomicus telah semakin penuh dengan kontradiksi. Misalnya, bila dalam visi integrasi pasar financial tiap orang atau perusahaan bertanggung jawab atas diri sendiri, bagaimana harus dijelaskan bailout banyak bank dan perusahaan dengan uang setiap orang melalui dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI)?.&lt;br /&gt;Pasar financial Islam adalah pasar yang tak terkecuali, penetrasi visi global yang telah mengarah kepada neoliberalisme yang embedded liberalism ke dalamnya telah semakin tak terelakan. Mimpi integrasi pasar financial Islam pun telah semakin merasuki para pelaku pasar ekonomi Islam dewasa ini. &lt;br /&gt;Pasalnya, Islamic finance dilihat lebih sebagai peluang daripada ancaman yang serius. fenomena maraknya perbankan syari’ah dan lembaga keuangan syari’ah lainnya di dunia barat dan negara-negara non-muslim lebih dianggap sebagai kemunculan model kapitalisme—khas Islam—baru yang mungkin dapat berdampingan dengan bentuk bentuk kapitalisme yang selama ini di puja barat (Rodney Wilson,2007).&lt;br /&gt;Pasar financial Islam dalam negri yang perkembangannya dianggap sebagai yang tercepat sepanjang masa pasca fatwa MUI ternyata juga tidak dapat mengelak dari penetrasi dan serangan virus virtualisasi ekonomi yang membuatnya semakin tidak realistis. &lt;br /&gt;Visi neoliberal yang telah semakin menggerogoti benteng terakhir ketahanan bangsa ini sangat terlihat jelas dalam kebijakan Bank Indonesia melalui PBI Nomor 8/3/PBI/2006, yang telah meniscayakan free fight liberalism dalam pasar financial Islam Indonesia. &lt;br /&gt;Persyaratan administratif, kelayakan, kesehatan, kehalalan yang sebelumnya menjadi hal mutlak dalam proses perluasan pasar financial Islam Indonesia kini menjadi semakin diperlonggar. &lt;br /&gt;Bank-bank konvensional yang sebelumnya harus melewati minimal dua tahapan untuk membuka cabang syari’ahnya, kini cukup dengan satu tahapan saja. Asalkan punya unit syari’ah dia sudah bisa membuka cabang-cabang syari’ahnya dimana saja melalu office channeling. Tak perduli ia bank asing atau lokal. &lt;br /&gt;Ekonomi riil&lt;br /&gt;Awalnya, office chanelling merupakan kebijakan yang diharapkan dapat mengakselerasi pertumbuhan perbankan syari’ah dalam negri. Tapi faktanya, Rasio Non performing financial (NPF) bank-bank syari’ah yang pada akhir 2006 sebesar 4,2 % meningkat menjadi 6,4% pada akhir 2007. &lt;br /&gt;Meski secara formal peraturan office channeling tidak terlihat bertentangan secara syar’I, tapi secara substantif kebijakan yang telah mengalami revisi ini sangat berpotensi melahirkan free fight liberalisme yang meniscayakan persaingan tidak sehat dalam pasar financial Islam Indonesia ke depan. &lt;br /&gt;Kulminasinya, yang mendapat keuntungan dari kebiijakan office channeling ini adalah bank-bank umum besar yang telah memiliki jaringan perbankan yang sangat luas. Padahal lebih dari 50 % saham bank-bank umum konvensional saat ini telah dikuasai asing. &lt;br /&gt;Sementara itu lembaga-lembaga keuangan mikro yang benar-benar berjuang membangun sektor riil harus bernafas senen-kemis untuk mempertahankan diri dari serbuan bank-bank besar. Dan mereka sama sekali minim perlindungan dari pemegang kebijakan negri ini. &lt;br /&gt;Sebelum resesi dan stagflasi melanda negri ini, sebelum ekonomi virtual menggelumbungkan pasar financial negri ini, sebelum neoliberalisme menyapu bersih sisa-sisa pertahanan negri ini, fondasi ekonomi Islam harus diperkuat. lembaga-lembaga keuangan mikro yang fokus terhadap sektor riil layaknya grameen bank harus direflikasi dan diberi jaminan.&lt;br /&gt; Karena hanya dengan kekuatan seperti inilah kita akan mampu menahan libido dan hasrat manusia-manusia ekonomi (homo oeconomicus) untuk mengeruk semua energi potensial alam raya ini hanya untuk kepuasan dirinya, sementara yang lain menjerit dan menangis tanpa suara tangisan (voice of the voiceless).Wallahu a’lamu bishawab&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6753813111105956267-8459440583745860782?l=ma-roef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ma-roef.blogspot.com/feeds/8459440583745860782/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6753813111105956267&amp;postID=8459440583745860782' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/8459440583745860782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/8459440583745860782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ma-roef.blogspot.com/2009/06/liberalisasi-pasar-keuangan-islam.html' title='Liberalisasi Pasar Keuangan Islam'/><author><name>Ruang Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07800251935819197319</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_AvDsnxCtGUA/R87KpBbLxmI/AAAAAAAAAAk/_MqkVCOp4dY/S220/1_184893673m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6753813111105956267.post-7872545558803253397</id><published>2009-06-22T08:08:00.000-07:00</published><updated>2009-06-22T08:09:09.119-07:00</updated><title type='text'>Kosongnya Tenda Besar Politik Islam</title><content type='html'>Diskursus paling unik mengenai ummat Islam dalam hubungannya dengan masalah kehidupan politik dan sosial menurut para bijak bestari tidak terletak pada jumlahnya sebagai mayoritas, akan tetapi terletak pada kegagalan ilmuwan, politisi, penguasa, bahkan pemimpinnya sendiri untuk menempatkannya sebagai suatu realitas dan kekuatan sosial, politik dan budaya.&lt;br /&gt;Dalam kerangka situasi kiwari, fenomena ini terlihat dari semakin menumpulnya ketajaman dan kepiawaian para praktisi politik dan ketatanegaraan yang mengklaim diri berada dalam tenda besar politik islam, untuk memberikan tawaran yang lebih realistis. Sementara romantika dan mimpi hadirnya kegemilangan masa lalu dalam realitas politik kekinian menyeruak kepermukaan, sebagai akibat dari kepasifan dan kefrustasian yang semakin mendera.&lt;br /&gt;Nyatanya, desakan golput, boikot pemilu, fatwa haram golput serta usulan pewacanaan kembali poros tengah, atau malah penerapan syari’at islam masih saja menjadi isu utama yang saat ini diterikan para elite politik islam.&lt;br /&gt;Hasil survei LSI pada Februari 2009 yang baru-baru ini dirilis menunjukan, bahwa jumlah pemilih partai islam hanya mencapai 24 persen suara, atau jauh lebih kecil dibandingkan dengan jumlah pemilih partai nasionalis yang mencapai 67 persen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irja’ politik&lt;br /&gt;Tampaknya beberapa elite politik Islam masih terbuai dengan doktrin predestinarinisme (irja’) politik. Doktrin klasik yang muncul pada awal abad pertengahan, yang berusaha menanamkan kepatuhan dan kepasifan (quiteism). Quiteism tersebut dalam masyarakat Sunni menjadi sandaran untuk mengembangkan konsep masyarakat (ummat) dan pemimpin politik (imam). Basis fundamental tersebut kemudian ditanamkan secara teologis melalui hadist-hadist predestinarian, yang mendesakan tuntutan kesatuan ummat dibawah seorang pemimpin politik.&lt;br /&gt;Secara lebih ekstrem, irja’ politik ini mencapai puncaknya dalam sebuah pernyataan idiologi politik yang memiliki prinsip sangat fundamental yang meminta umat masuk kedalam mayoritas dan percaya kepada pemimpin politiknya. Atau dalam sebuah tamsil digambarkan bahwa; Seandainya suatu ketika tidak ada mayoritas atau pemimpin politik tersebut, maka tinggalkanlah semua golongan itu (baca: golput) bahkan sekalipun kamu harus berpegang pada batang pohon sampai kematian menghampirimu.&lt;br /&gt;Untuk melegitimasi kesatuan ummat dibawah kendali pemimpin politik itulah dihari kemudian kita kenal istilah ahl sunnah waljama’ah. Istilah sunnah dalam kalimat tersebut menurut Fazlur Rahman adalah untuk menggambarkan dirinya (mayoritas muslim).&lt;br /&gt;Desakan wacana golput, haram golput, penerapan syari’at islam ataupun poros tengah jilid II merupakan imaji dan cita-cita besar yang mesti secara geneologis tidak secara pasti lahir dari doktrin klasik irja’ politik tersebut, namun paling tidak sejarah pernah mencatat bahwa imaji semacam itu pernah mencuat secara ekstrim, bukan untuk menyatukan ummat secara utuh, tapi untuk menggambarkan hasrat legitisme syi’ah dan universalisme khawarij, yang masing-masing merasa berhak menjadi pemimpin politik.&lt;br /&gt;Irja’ politik dalam kondisi tertentu memang begitu efektif, seperti di Iran atau negara-negara Arab. Sedang irja’ politik ini tidak pernah menemukan karakteristiknya di Indonesia secara efektif. Ada seabreg alasan kenapa doktrin ini tidak berkembang secara luas dalam masyarakat Islam Indonesia, diantaranya: &lt;br /&gt;Simaklah kategorisasi teoritis Clifford Geertz dengan mentrikhotomisasi ummat Islam; santri, priyayi dan abangan. Adanya trikhotomi tersebut tentu saja memberi gambaran, betapa sulitnya menyatukan cita-cita politik umat Islam.&lt;br /&gt;Mayoritas ummat yang lebih banyak dihuni kaum abangan membuat kaum santri memilih untuk berpegang pada ranting yang dengan sangat mudah dapat membuat mereka terjatuh kedalam lubang hitam kesengsaraan. Sementara para elite yang bertengger diaras kekuasaan begitu enggan mengulurkan tangannya.&lt;br /&gt;Atau coba renungkan temuan Oliver Roy yang menyebut kegagalan ummat Islam dalam kontestasi politik lebih disebabkan oleh perjuangan kalangan politik yang terlalu artifisial dan simbolik (The Failure of Political Islam, 1998).&lt;br /&gt;Terlihat dari artefak sejarah perpolitikan Indonesia yang ditinggalkan, dimana perjuangan politik Islam tak kunjung keluar dari wacana Piagam Jakarta ataupun Perda-Perda Syari’at. Padahal ekspektasi masyarakat terhadap wacana tersebut tidak begitu besar, dibandingkan dengan ekspektasi terhadap wacana kesejahteraan ekonomi.&lt;br /&gt;Dale F. Eickleman dan James Pisctasori secara lebih gamblang menggaris bawahi kegagalan para elite politik Islam sebagai akibat dari tidak adanya kesesuaian antara doktrin entah itu agama ataupun politik dengan aksi-aksi sosial dan politiknya. Sehingga tak heran bila wacana politik Islam di negeri ini hanyalah sebagai medan pertarungan dan pertaruhan kekuasaan di kalangan tokoh-tokoh kelompok agama, primordial dan kelompok pemodal.&lt;br /&gt;Dan oleh karena itu janganlah lupa bahwa irja’ politik dalam tradisi sunni (mayoritas umat) Indonesia selain meniscayakan kepatuhan dan kepasifan (quiteism), tapi juga konformisme laissez faire, yang memberi ruang kebebasan kepada masyarakat untuk memilih dan melakukan apa yang mereka pilih.&lt;br /&gt;Kepemimpinan politik dengan demikian menjadi sangat tergantung kepada legitimasi masyarakat secara rasional dan realistik baik melalui prinsip electoral college ataupun syura’. Sementara berbeda dengan tradisi yang ada dalam komunitas syi’ah yang meniscayakan legitimasi secara penuh meski tidak realistis dan rasional sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Politik organik&lt;br /&gt;Tak dapat dimungkiri bahwa ancaman terbesar umat saat ini adalah ancaman krisis sosial ekonomi. Namun seandainya para elite dan pemimpin politik tetap memelihara perilaku politik yang tidak realistis(merujuk konsepsi Habermas), maka ancaman krisispun niscaya juga akan melanda pada legitimasi kepemimpinan politik. Bila hal ini terjadi, maka yang ada hanyalah kefrustasian ummat.&lt;br /&gt;Dalam titik puncaknya, meskipun reformasi terbukti telah cukup berhasil membuka keran kebebasan partai-partai politik berbasis Islam untuk berkontestasi dalam kepemimpinan bangsa, namun tetap saja mayoritas umat berada dalam kesengsaraan dan kefrustasian.&lt;br /&gt;Karena keberhasilan perjuangan politik Islam meminjam ungkapan Muhammad Natsir bukan terletak pada kedudukan yang diraihnya, bukan pula terletak pada kemulusan melewati proses-proses demokrasi, tapi sejauhmana frekuensi pembelaan terhadap kaum mustadh’afin dilakukan.&lt;br /&gt;Partai-partai Islam tak pelak dimasa yang akan datang, akan terus mengalami kegagalan bila hanya tampil dengan retorika dan jargon agama ansich, sementara miskin aksi sosial dan lebih rajin mengaborsi politik Islam menjadi sekedar alat kekuasaan.&lt;br /&gt;Sebaliknya, semakin partai-partai Islam beserta pemimpin-pemimpin politiknya banyak menolong kesengsaraan umat (semakin organik), maka partai-partai Islam dan pemimpin-pemimpin politiknya akan semakin kuat legitimasinya. &lt;br /&gt;Pada puncaknya, bila doktrin dan perjuangan partai-partai Islam semakin organik dan membebaskan maka hemat penulis, tanpa desakan golput, fatwa haram golput atau usulan poros tengah sekalipun, dengan sendirinya ummat akan bangkit-bersaksi, berlindung dibawah tenda besar politik islam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6753813111105956267-7872545558803253397?l=ma-roef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ma-roef.blogspot.com/feeds/7872545558803253397/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6753813111105956267&amp;postID=7872545558803253397' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/7872545558803253397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/7872545558803253397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ma-roef.blogspot.com/2009/06/kosongnya-tenda-besar-politik-islam.html' title='Kosongnya Tenda Besar Politik Islam'/><author><name>Ruang Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07800251935819197319</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_AvDsnxCtGUA/R87KpBbLxmI/AAAAAAAAAAk/_MqkVCOp4dY/S220/1_184893673m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6753813111105956267.post-2541731000998845143</id><published>2009-06-21T22:21:00.000-07:00</published><updated>2009-06-21T22:22:40.314-07:00</updated><title type='text'>Aliansi Anti-Neoliberal dalam Pilpres 2009</title><content type='html'>Catatan visual, Analisis media, monograf, pengakuan dan riset-riset lapangan serta pengamatan atas Pemilihan Presiden 2009 akan menjadi mozaik yang sangat kaya mengenai tradisi elektoral dalam konteks demokratisasi di Indonesia.&lt;br /&gt;Munculnya tiga pasangan kandidat yang memiliki haluan sangat berbeda terutama dalam isu sentral ekonomi, diprediksi akan menyajikan perang image yang sangat bertolak belakang (contrasting image). Seperti ditegaskan dalam prosesi deklarasi masing-masing Pasangan; JK-Wiranto yang lebih dulu mendeklarasikan dirinya menegaskan bahwa duetnya akan bekerja lebih cepat membangun kemandirian ekonomi bangsa. Capres Incumbent SBY, yang secara mengejutkan memilih Boediono sebagai cawapresnya, semakin menegaskan bahwa pasangannya akan terus melanjutkan arah kebijakannya selama ini (ekonomi pasar). &lt;br /&gt;Sementara pasangan paling kontras yang menawarkan haluan ekonomi baru, yaitu Mega-Prabowo menegaskan, bahwa pasangannya akan berkomitmen secara penuh kepada Pancasila, kedaulatan ekonomi, berpihak pada wong cilik, petani, nelayan, guru, pedagang kecil, dan mereka yang sampai saat ini masih dalam keadaaan susah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan Anti Neoliberal&lt;br /&gt;Terlepas dari capres dan cawapres manakah dalam pemilu 2009 kali ini yang berhaluan; Neoliberal, Neososialis, atau gabungan dari keduanya, Kanan, tengah, kiri atau kiri-tengah. Diskursus gerakan anti neoliberal di negeri ini patut mendapatkan segudang catatan. Karena pertama, dan yang paling utama, sepanjang dekade 1990-an bahkan hingga era reformasi formula-formula neoliberal yang meski beberapa kali telah memporak-porandakan bangunan ekonomi pemerintahan, dikemudian hari tetap saja menjadi pilihan utama.&lt;br /&gt;Dalam era mutakhir, neoliberalisme bahkan telah menjadi semakin ekstrem, namun juga menjadi istilah yang sangat licin. Misalnya; ekonomi pasar sering dianggap identik dengan neoliberalisme, atau privatisasi sering dilihat identik dengan ciri kebijakan neoliberal. Padahal, tidak semua program privatisasi bersifat neoliberal.. Neoliberalisme memang melibatkan aplikasi ekonomi-pasar, tetapi tidak semua ekonomi-pasar bersifat neoliberal.&lt;br /&gt;Titik ekstrem neoliberalisme yang lebih sering luput dari pengawasan dan kritik, karena lebih dianggap lahan yang memerlukan kreativitas adalah seperangkat aturan dan tata kelola yang membuat relasi antara modal dan tenaga-kerja tidak selalu berakhir dengan subordinasi labour pada capital. Seperti tata ekonomi seabad lalu, neoliberalisme berisi kecenderungan lepasnya kinerja modal dari kawalan, tetapi dalam bentuk lebih ekstrem yang ciri utamanya berupa lahirnya hirarki prioritas; prioritas sektor financial (financial capital) atas sektor-sektor lain dalam ekonomi. Hasilnya adalah revolusi produk finansial, seperti derivatif, sekuritas, bailout dan semacamnya (Herry Priyono, 2005).&lt;br /&gt;Kedua, diskursus neoliberalisme, neososialisme, ekonomi kerakyatan atau apapun itu, lebih sering hanya menjadi jargon politik untuk melewati proses electoral semata. Dalam sejarah elektoral Indonesia terutama pasca runtuhnya new order, partai-partai politik yang bermunculan bak cendawan di musim penghujan bisa dikatakan doyan menjual jargon-jargon ekonomi kerakyatan yang dalam diskursus teori ekonomi tentu saja seharusnya bertolak belakang dengan neoliberalisme. Faktanya, setelah selesai melewati proses demokrasi, parpol-parpol pemenang selalu tidak mampu melawan desakan-desakan internasional. Contoh paling mutakhir tentu saja dapat kita saksikan dalam dinamika pemilu 2009 yang saat ini masih berjalan. Partai-partai politik yang jelas-jelas memiliki platform ekonomi yang bersebrangan dengan neoliberalisme tapi justru bergabung dengan aliansi ataupun koalisi kelompok yang dalam persepsi publik berhaluan neo liberal.&lt;br /&gt;Ambiguitas tersebut memang tak hanya terjadi dalam proses demokratisasi di negeri ini, di Amerika Latin saja, dimana neoliberalisme telah menjadi momok dan musuh bersama (common enemy) perilaku tersebut tak luput dari pantauan publik. Salah satu pemimpin kunci gerakan chocaleros dan Deputi Parlemen Bolivia Evo Morales, malah mendukung presiden Carlos Mesa yang menerapkan kebijakan neoliberal guna memenuhi ambisi elektoralnya (menjadi presiden pada pemilu 2007).&lt;br /&gt;Ketiga, diskursus anti neoliberalisme tidak memiliki basis gerakan sosial yang kuat layaknya di negara-negara Amerika Latin. Dalam beberapa dekade terakhir, serikat buruh, petani dan gerakan mahasiswa yang menjadi prototype dan personifikasi dari gerakan anti neoliberalisme memang semakin tidak berdaya. &lt;br /&gt;Serikat-serikat pekerja yang didirikan untuk melindungi kepentingan mereka tercerai-berai, membuat identitas buruh pergi kelain arah menuju penyatuan ras, etnis dan gender. Para petani dibuat semakin tidak berdaya, digerus aturan tata kelola internasional melalui WTO. Sementara mahasiswa dan gerakan kaum muda lainnya juga semakin terjebak jurang pragmatisme. &lt;br /&gt;Fokus gerakan kaum buruh, aliansi petani dan mahasiswa pun menjadi sangat terbatas pada isu-isu  pekerjaan dan upah yang mendesak, biaya pendidikan dan harga komoditi pertanian, ketimbang tantangan politik yang lebih luas yang berdampak pada perjuangan nasional (semacam reformasi agraria). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan radikal&lt;br /&gt;Melihat kenyataan tersebut, maka gerakan sosial-politik untuk apapun, atas nama anti neoliberal atau demi keadilan ekonomi, tampaknya akan menemui jalan terjal yang teramat sulit untuk dilewati. Mengingat bahwa, neoliberalisme telah menjelajah dan menghegemoni bangsa ini secara lebih dalam. &lt;br /&gt;Permasalahannya kemudian tidak hanya sebatas problem pragmatis semata; anti asing atau tidak, pro-kerakyatan atau tidak dan pro-pasar atau tidak. Karena Neoliberalisme telah merasuk kedalam segala hal. Mulai dari pandangan kita terhadap dunia, alam, bahkan Tuhan sekalipun.&lt;br /&gt;Kulminasinya, kerusakan alam, pemanasan global, revolusi seksualitas, termasuk tradisi berpolitik semakin menuju deret angka paling mengkhawatirkan bagi kelangsungan hidup umat manusia, makhluk hidup lain dan alam semesta.  &lt;br /&gt;Pada akhirnya, memang tidak ada upaya lain untuk mencegah proses neoliberalisasi yang melaju begitu ekstrem, selain dari perubahan yang radikal. Dan Pilpres 2009 merupakan salah satu momentum untuk memulai perubahan itu. Perubahan untuk menuju kehidupan yang lebih adil dan manusiawi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6753813111105956267-2541731000998845143?l=ma-roef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ma-roef.blogspot.com/feeds/2541731000998845143/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6753813111105956267&amp;postID=2541731000998845143' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/2541731000998845143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/2541731000998845143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ma-roef.blogspot.com/2009/06/aliansi-anti-neoliberal-dalam-pilpres.html' title='Aliansi Anti-Neoliberal dalam Pilpres 2009'/><author><name>Ruang Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07800251935819197319</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_AvDsnxCtGUA/R87KpBbLxmI/AAAAAAAAAAk/_MqkVCOp4dY/S220/1_184893673m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6753813111105956267.post-539197464399191197</id><published>2009-05-19T10:15:00.000-07:00</published><updated>2009-05-19T10:29:24.666-07:00</updated><title type='text'>Neoliberalisme lagi</title><content type='html'>Neoliberalisme kian jadi momok yang menakutkan, dus juga jadi senjata yang mematikan. bukan saja bagi pendukungnya tapi juga para penentangnya, atau bagi yang hanya sekedar menjadikannya sebagai alat politik. &lt;br /&gt;bukan itu saja, neoliberalisme juga menjadi istilah yang kian licin dan misterius. dianggap identik dengan ekonomi pasar, tapi sebetulnya tidak semua ekonomi pasar identik dengan neoliberal. privatisasi misalnya yang dalam satu dekade terakhir dianggap sebagai ciri utama neoliberal, dan juga telah menjadi isu perlawanan utama seperti yang terjadi di Amerika latin. padahal tidak semua privatisasi itu neoliberal. &lt;br /&gt;Segala yang berbau neoliberalisme pun pada akhirnya menjadi "corpus alieneum" ditakuti, tapi anehnya tetap dijalankan. khusus untuk pemilu 2009, pameo ini bahkan menjadi senjata utama bagi para elite politik. semua elitepun berusaha untuk menghindari kesan neoliberal dalam gaya kepemimpinan mereka...........&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6753813111105956267-539197464399191197?l=ma-roef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ma-roef.blogspot.com/feeds/539197464399191197/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6753813111105956267&amp;postID=539197464399191197' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/539197464399191197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/539197464399191197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ma-roef.blogspot.com/2009/05/neoliberalisme-lagi.html' title='Neoliberalisme lagi'/><author><name>Ruang Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07800251935819197319</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_AvDsnxCtGUA/R87KpBbLxmI/AAAAAAAAAAk/_MqkVCOp4dY/S220/1_184893673m.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6753813111105956267.post-5939853404893740890</id><published>2009-05-14T01:47:00.000-07:00</published><updated>2009-05-14T03:00:45.784-07:00</updated><title type='text'>Loper Koran Pengkhatam Al-Qur'an 28 kali</title><content type='html'>Siang menunjukan pukul 13.30 waktu indonesia bagian cawang(WIC), hari cukup terik,dengan asap menggumpal dan suara bising dari knalpot motor orang-orang yang tak mengenal polusi suara. ingin rasanya menyumpal mulut knalpot mesin-mesin modernisme yang tak berwawasan ekologis hasil tempaan negri tirai bambu dan negeri sakura itu. ribuan, atau mungkin jutaan mulut knalpot tak beradab tersebut, kian hari malah kian dilatih untuk bisa meneriakan suara pecahan meriam dan kaleng rombeng sebagai tanda kegagahan sang pengendara. &lt;br /&gt;namun kaki ini tak boleh terhenti, aku harus segera melanjutkan perjalanan menuju kampus merahku...........di ciputat, tugas kampus masih tinggi menggunung. setelah sekitar 20 menit terombang-ambing dalam angkot 06 yang sepanjang perjalanan melaju gila, melewati para tentara muda yang tampak kelelahan berlari memegang senjata, sementara sang komandan melaju dengan enaknya diatas sepeda motor. &lt;br /&gt;HUh.......akhirnya....aku sampai juga di pasar rebo....aku Bebas...........&lt;br /&gt;tapi eits......langkahku terhenti sejenak. ternyata badai belum pasti berlalu. aku harus naik metromini 510.........yang sudah bisa dipastikan(100%) penuh sesak, puanas, dan pokokke cuape deh. &lt;br /&gt;benar saja, 510 sudah penuh sesak, tapi mau gimana lagi, tidak mungkin menunggu mobil yang lain, karena puasti sama saja. untungnya, mobil angkutan ini tak pernah berlama-lama nongkrong di terminal, karena baru saja datang, para penumpang sok puasti langsung menyerbu masuk. 20 menit kemudian akhirnya aku sampai juga di ciputat, meski badan terasa pegal dan leringat masih bercucuran akibat berdesak-desakan dalam bus, tapi senang rasanya kalau sudah turun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kedaan puanas, haus dan lelah karena dehidrasi mungkin air dingin menjadi hal yang paling berharga. tak heran bukan, kalau setets air di tengah gurun pasir bisa dihargai ratusan dirham atau puluhan ekor unta. saking berharganya. tanpa pikir panjang lagi akupun langsung meluncur ke KUIN mart untuk membeli air mineral yang dingin..........seger dan Beerrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr&lt;br /&gt;Alhamdulillah..........air memang sumber kehidupan. jangankan meminumnya..........berpikir atau menyaksikan ada air didepan ata kita saja rasanya sudah sangat bahagia, bagaikan oase ditengah gurun pasir, katanya. tapi air tetaplah air...........ia adalah benda dunia...............kelebihannya cuma kita rasakan di dunia. &lt;br /&gt;dan benar saja, subhanallah ditengah terik matahari, saat aku melihat-lihat koran hari ini aku melihat ada oase lain yang lebih dahsyat dari air...........sang loper perempuan yang tengah asyik menyimak kata-demi kata, lembar demi lembar mushaf alqur'an. suaranya memang nyaris tak terdengar, namun rasanya akan sangat sulit kita melihat ada seorang loper koran yang tengah asyik melantuntan nyanyian ilahi........seringnya kita mlah mendengar lantunan lagu-lagu wali ban, cari jodoh(yang katanya alumni kampus merah UIN ciputat). &lt;br /&gt;kuberanikan untuk bertanya, siang bu........maaf mengganggu saya beli koran republikanya satu. silahkan.......&lt;br /&gt;sudah berapa juz bu (tanyaku kemuidan)&lt;br /&gt;bukan juz de........tapi 28 kali khatam. &lt;br /&gt;Subhanallah...........selama ibu menunggu koran-koran ini?&lt;br /&gt;iyah de.........alhamdulillah saya sudah hampir 30 kali khatam&lt;br /&gt;berapa lama yang dibutuhkan untuk menngkhatamkan alqur'an sekali?&lt;br /&gt;sekitar 3 hari........pernah lebih cepat dari itu?&lt;br /&gt;dua hari pernah........&lt;br /&gt;dari jawabannya aku sebetulnya tahu, kalau dia ini mungkin sebetulnya tidak terlalu paham makna kata-kata ilahi dalam al-qur'an tersebut. karena rasulullah sebetulnya melarang kita untuk menghafal alqur'an kurang dari 3 hari. tapi bagiku itu sudah cukup untuk membuatku salut terhadap sang loper koran tersebut...........lebih cepat memang lebih baik, tapi lebih paham jauh lebih baik........Lanjutkan!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6753813111105956267-5939853404893740890?l=ma-roef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ma-roef.blogspot.com/feeds/5939853404893740890/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6753813111105956267&amp;postID=5939853404893740890' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/5939853404893740890'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/5939853404893740890'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ma-roef.blogspot.com/2009/05/loper-koran-pengkhatam-al-quran-28-kali.html' title='Loper Koran Pengkhatam Al-Qur&apos;an 28 kali'/><author><name>Ruang Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07800251935819197319</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_AvDsnxCtGUA/R87KpBbLxmI/AAAAAAAAAAk/_MqkVCOp4dY/S220/1_184893673m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6753813111105956267.post-3424233247161305729</id><published>2009-04-30T08:16:00.000-07:00</published><updated>2009-04-30T08:19:48.221-07:00</updated><title type='text'>Makna Dibalik Flu Babi</title><content type='html'>Kemunculan Virus H1 N1 atau kita kenal dengan "Flu Babi" kian menggoncang dunia. selain dikenal sebagai virus yang mematikan, virus yang hingga saat ini masih menjadi tanda tanya ini juga ternyata berpengaruh sangat luas tak hanya sekedar dari segi kesehatan, tapi juga ekonomi, politik hingga Agama. &lt;br /&gt;Dia Amerika, virus ini bahkan telah melemahkan penjualan sahamnya, disamping juga tentunya penjualan daging babi. padahal daging babi menjadi makanan favorit bagi masyarakatnya terutama dari kalangan Yahudi. &lt;br /&gt;makanya tidak heran kalau As merasa sangat keberatan bila virus H1N1 ini disebut sebagai virus "flu Babi". selain karena berpengaruh buruk terhadap penjualan daging babi, penyebutan Flu babi telah menimbulkan steretipe atas semua hal yang berbau Babi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6753813111105956267-3424233247161305729?l=ma-roef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ma-roef.blogspot.com/feeds/3424233247161305729/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6753813111105956267&amp;postID=3424233247161305729' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/3424233247161305729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/3424233247161305729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ma-roef.blogspot.com/2009/04/makna-dibalik-flu-babi_8234.html' title='Makna Dibalik Flu Babi'/><author><name>Ruang Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07800251935819197319</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_AvDsnxCtGUA/R87KpBbLxmI/AAAAAAAAAAk/_MqkVCOp4dY/S220/1_184893673m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6753813111105956267.post-2757178081885094216</id><published>2009-04-30T08:05:00.000-07:00</published><updated>2009-04-30T08:06:50.416-07:00</updated><title type='text'>Kisah pemuda beribu-bapakan babi</title><content type='html'>Nabi Musa adalah satu-satunya Nabi yang boleh bercakap terus dengan Allah SWT Setiap kali dia hendak bermunajat, Nabi Musa akan naik ke Bukit Tursina. Di atas bukit itulah dia akan bercakap dengan Allah.Nabi Musa sering bertanya dan Allah akan menjawab pada waktu itu juga. Inilah kelebihannya yang tidak ada pada nabi-nabi lain. Suatu hari Nabi Musa telah bertanya kepada Allah. "Ya Allah, siapakah orang di syurga nanti yang akan berjiran dengan aku?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah pun menjawab dengan mengatakan nama orang itu, kampung serta tempat tinggalnya. Setelah mendapat jawapan, Nabi Musa turun dari Bukit Tursina dan terus berjalan mengikut tempat yang diberitahu. Setelah beberapa hari di dalam perjalanan akhirnya sampai juga Nabi Musa ke tempat berkenaan. Dengan pertolongan beberapa orang penduduk di situ, beliau berjaya bertemu dengan orang tersebut. Setelah memberi salam beliau dipersilakan masuk dan duduk di ruang tamu. Tuan rumah itu tidak melayan Nabi Musa. Dia masuk ke dalam bilik dan melakukan sesuatu di dalam. &lt;br /&gt;Sebentar kemudian dia keluar sambil membawa seekor babi betina yang besar. Babi itu didukungnya dengan cermat. Nabi Musa terkejut melihatnya. "Apa hal ini?, kata Nabi Musa berbisik dalam hatinya penuh keheranan. Bai itu dibersihkan dan dimandikan dengan baik. Setelah itu babi itu dilap sampai kering serta dipeluk cium kemudian dihantar semula ke dalam bilik. Tidak lama kemudian dia keluar sekali lagi dengan membawa pula seekor babi jantan yang lebih besar. Babi itu juga dimandikan dan dibersihkan. &lt;br /&gt;Kemudian dilap hingga kering dan dipeluk serta cium dengan penuh kasih sayang. Babi itu kemudiannya dihantar semula ke bilik. Selesai kerjanya barulah dia melayan Nabi Musa. "Wahai saudara! Apa agama kamu?". "Aku agama Tauhid", jawab pemuda itu iaitu agama Islam. "Habis, mengapa kamu membela babi? Kita tidak boleh berbuat begitu." Kata Nabi Musa. "Wahai tuan hamba", kata pemuda itu. "Sebenarnya kedua babi itu adalah ibubapa kandungku. Oleh karena mereka telah melakukan dosa yang besar, Allah telah menukarkan rupa mereka menjadi babi yang hodohrupanya. Soal dosa mereka dengan Allah itu soal lain. Itu urusannya dengan Allah. Aku sebagai anaknya tetap melaksanakan kewajipanku sebagai anak. Hari-hari aku berbakti kepada kedua ibubapaku sepertimana yang tuan hamba lihat tadi. Walaupun rupa mereka sudah menajdi babi, aku tetap melaksanakan tugasku.", sambungnya. "Setiap hari aku berdoa kepada Allah agar mereka diampunkan. Aku bermohon supaya Allah menukarkan wajah mereka menjadi manusia yang sebenar, tetapi Allah masih belum memakbulkan lagi.", tambah pemuda itu lagi.&lt;br /&gt;Maka ketika itu juga Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Musa as. 'Wahai Musa, inilah orang yang akan berjiran dengan kamu di Syurga nanti, hasil baktinya yang sangat tinggi kepasa kedua ibubapanya. Ibubapanya yang sudah buruk dengan rupa babi pun dia berbakti juga. Oleh itu Kami naikkan maqamnya sebagai anak soleh disisi Kami." Allah juga berfirman lagi yang bermaksud : "Oleh karena dia telah berada di maqam anak yang soleh disisi Kami, maka Kami angkat doanya. Tempat kedua ibu bapanya yang Kami sediakan di dalam neraka telah Kami pindahkan ke dalam syurga." Itulah berkat anak yang soleh. Doa anak yang soleh dapat menebus dosa ibubapa yang akan masuk ke dalam neraka pindah ke syurga.&lt;br /&gt;Ini juga hendaklah dengan syarat dia berbakti kepada ibubapanya. Walaupun hingga ke peringkat rupa ayah dan ibunya seperti babi. Mudah-mudahan ibubapa kita mendapat tempat yang baik di akhirat kelak. Walau bagaimana buruk sekali pun perangai kedua ibubapa kita itu bukan urusan kita, urusan kita ialah menjaga mereka dengan penuh kasih sayang sebagaimana mereka menjaga kita sewaktu kecil hingga dewasa. Walau banyak mana sekali pun dosa yang mereka lakukan, itu juga bukan urusan kita, urusan kita ialah meminta ampun kepada Allah SWT supaya kedua ibubapa kita diampuni Allah SWT.&lt;br /&gt;Doa anak yang soleh akan membantu kedua ibubapanya mendapat tempat yang baik di akhirat, inilah yang dinanti-nantikan oleh para ibubapa di alam kubur. Erti sayang seorang anak kepada ibu dan bapanya bukan melalui hantaran wang ringgit, tetapi sayang seorang anak pada kedua ibubapanya ialah dengan doanya supaya kedua ibubapanya mendapat tempat yang terbaik di sisi Allah. Untuk mengetahui lebih mendalam kisah alam akhirat sila dapatkan buku terbitan syarikat Nurulhas yang berjudul: BILA IZRAIL as. DATANG MEMANGGIL&lt;br /&gt;http://alkisah.ateonsoft.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6753813111105956267-2757178081885094216?l=ma-roef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ma-roef.blogspot.com/feeds/2757178081885094216/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6753813111105956267&amp;postID=2757178081885094216' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/2757178081885094216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/2757178081885094216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ma-roef.blogspot.com/2009/04/kisah-pemuda-beribu-bapakan-babi.html' title='Kisah pemuda beribu-bapakan babi'/><author><name>Ruang Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07800251935819197319</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_AvDsnxCtGUA/R87KpBbLxmI/AAAAAAAAAAk/_MqkVCOp4dY/S220/1_184893673m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6753813111105956267.post-5001451497233746633</id><published>2009-04-30T08:02:00.000-07:00</published><updated>2009-04-30T08:03:44.239-07:00</updated><title type='text'>Durasi Orgasme Babi</title><content type='html'>Tahukah anda bahwa jika anda berteriak terus menerus selama 8 tahun, 7 bulan dan 6 hari, energi yang anda keluarkan akan cukup untuk memanaskan secangkir kopi (Ngapain? Nggak sebanding sama hasilnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda kentut secara konsisten selama 6 tahun 9 bulan, anda akan menghasilkan gas yang cukup untuk menciptakan energi yang diperlukan alam membuat bom atom. (Nah, kalo ini mendingan lah, lebih sebanding)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Durasi orgasme seekor babi dapat mencapai 30 menit lamanya!! (kalo reinkarnasi ada yang berminat jadi Babi?). Cuma gue bingung kok bisa-bisanya tau soal ini ya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membenturkan kepala ke tembok menghabiskan 150 kalori setiap jamnya. (Hmm…Gue masih kepikiran soal babi tadi…)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari banyak spesies, hanya manusia dan lumba-lumba yang bisa melakukan seks sebagai sebuah kesenangan.(Oh jadi itu sebabnya Flipper sang lumba-lumba selalu tersenyum dan babi bisa orgasme 30 menit? Nggak adil, nggak adil!!!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua beruang kutub kidal. (Emang siapa yang peduli? lagian dari mana sih bisa tau?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seekor kecoa mampu bertahan hidup selama 9 hari tanpa kepala,sebelum mati karena kelaparan. (Hii syeerem…)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seekor kutu mampu melompat sejauh 350 kali panjang badannya. Kira-kira sama dengan seorang manusia melompat sejauh lapangan sepak bola!!! (30 menit bow… kebayang nggak sih?… dan kenapa musti babi?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belalang sembah jantan tidak bisa membuahi betinanya selama kepalanya masih menempel pada tubuhnya. Sang betina harus memulai ritual seks dengan memenggal kepala sang jantan. (Mudah-mudahan nggak ada yang memberi tahu mereka soal babi tadi…)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa jenis singa mampu kawin sebanyak 50 kali dalam sehari. (Boleh juga, tapi lebih gila babi, quality over quantity bow…)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alat perasa pada kupu-kupu adalah kakinya. (Hii…)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bintang laut tidak mempunyai otak… (Ah, nggak cuma bintang laut. Manusia juga ada.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membaca semua ini, kesimpulannya… tetep… Gile juga tuh babi… hehehehe…&lt;br /&gt;http://www.malau.net&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6753813111105956267-5001451497233746633?l=ma-roef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ma-roef.blogspot.com/feeds/5001451497233746633/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6753813111105956267&amp;postID=5001451497233746633' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/5001451497233746633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/5001451497233746633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ma-roef.blogspot.com/2009/04/durasi-orgasme-babi.html' title='Durasi Orgasme Babi'/><author><name>Ruang Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07800251935819197319</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_AvDsnxCtGUA/R87KpBbLxmI/AAAAAAAAAAk/_MqkVCOp4dY/S220/1_184893673m.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6753813111105956267.post-6154841146235481837</id><published>2009-04-30T07:57:00.000-07:00</published><updated>2009-04-30T07:58:25.347-07:00</updated><title type='text'>Cerita untuk babi</title><content type='html'>Saat banyak sapi dan kambing mendadak "gila", si dia tetap oke-oke saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat banyak unggas terkena "flu", lagi-lagi dia masih gak apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya...  dia juga ikut tertular.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm... dulu sempat bikin heran juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum pernah dengar di berita bahwa sapi atau kambing yang kena penyakit sapi gila bisa menular ke manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan baru sekarang ada berita kalau flu burung bisa menyerang manusia dan babi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu... hubungan manusia dan babi sendiri apa? Kenapa hewan ternak mamalia yang lain (sapi, kambing dll) tidak ikutan kena? Padahal babi juga bukan pemakan unggas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku sendiri tetap tidak peduli. Karena menurut para ahli dan sudah sering beredar di media masa kalau virus tersebut bisa rusak atau hancur bila proses memasaknya benar. Dan sampai sekarang aku tetap suka makan ayam meskipun cuma makan di restoran fast food semacam McDonald atau KFC  (apalagi kalau ada yang traktir... asyiiikkk).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku juga masih suka makan daging babi huehehehehehe....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ingat terakhir makan daging babi terus waktu pulang debat sama yang "anti" babi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada aja alasannya (dan banyak yang gak masuk akal)... padahal seharusnya dia cuma bilang aja kalau menurut ajaran agamanya dilarang makan babi... udah titik. Gak perlu bertele-tele sampai bikin dia malu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama-tama dia bilang kalau daging babi mengandung cacing pita... aku langsung menyahut "HARI GENE MASIH ADA CACING PITA????" Zaman udah berubah bung, teknologi sudah semakin canggih, gak kayak dulu lagi. Perawatan hewan ternak udah gak se"jadul" seperti pikiranmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih lucu lagi sewaktu dia bilang kalau sifat-sifat pemakan babi gak jauh beda dengan sifat babi itu sendiri. Huahahahahahaha .....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dibilang begitu pertama-tama aku cuma bisa ketawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke deh... sekarang lihat situasi di negara kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa tingkah laku para pejabat kita sudah lebih baik dari babi. Sebagai contoh aja ada pejabat yang ketahuan korupsi, sudah divonis penjara lagi... dengan santainya ke luar negeri dengan alasan "ibadah haji". Sepulangnya ke tanah air malah gak pernah menjalani hukuman. Semua orang juga sudah tau kalau "walaupun" orang itu tidak makan daging babi tapi tabiatnya sendiri gak lebih baik dari babi... bahkan kalau dilihat dari wajahnya aja sudah ketahuan... MIRIP BABI huahahahahahaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak contoh lain yang aku jelaskan ke dia. Malah kalau diingat-ingat pada masa orde baru para pejabat cuma bilang "setuju" dan "manut" pada keinginan para penguasa. Kalau sifat seperti itu bukannya mirip seperti sapi yang ditindik hidungnya dan ikut aja kemana tuannya bawa... termasuk ke tempat pembantaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jangan pakai alasan-alasan yang tidak masuk akal seperti itulah. Cukup bilang aja... ajaran agamaku tidak mengizinkan untuk makan daging babi. Singkat dan tepat. Kalau dia jawab seperti itu aku tidak akan menyanggah, semua juga pada tau kok. &lt;br /&gt;dikutip dari http://jerry703.multiply.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6753813111105956267-6154841146235481837?l=ma-roef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ma-roef.blogspot.com/feeds/6154841146235481837/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6753813111105956267&amp;postID=6154841146235481837' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/6154841146235481837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/6154841146235481837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ma-roef.blogspot.com/2009/04/cerita-untuk-babi.html' title='Cerita untuk babi'/><author><name>Ruang Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07800251935819197319</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_AvDsnxCtGUA/R87KpBbLxmI/AAAAAAAAAAk/_MqkVCOp4dY/S220/1_184893673m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6753813111105956267.post-5973615729032044103</id><published>2009-04-30T07:55:00.001-07:00</published><updated>2009-04-30T07:55:37.432-07:00</updated><title type='text'>Babi Yang Menyenangkan</title><content type='html'>Seorang pria sedang berjalan-jalan di luar negeri untuk menikmati liburan. Dia sangat haus, jadi dia memutuskan untuk berkunjung ke rumah seseorang dan meminta air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Wanita pemilik rumah mengundangnya masuk dan memberinya semangkuk sup yang masih panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kemudian muncul seekor babi yang berlarian di dapur, lalu lari ke arah pengunjung dan terlihat antusias sekali dengan pengunjung itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Si pengunjung mengatakan bahwa ia belum pernah melihat babi yang seramah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Si pemilik rumah mejawab, “Uhm, sebenarnya ia tak terlalu ramah. Itu mungkin karena kamu menggunakan mangkuk makannya.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6753813111105956267-5973615729032044103?l=ma-roef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ma-roef.blogspot.com/feeds/5973615729032044103/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6753813111105956267&amp;postID=5973615729032044103' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/5973615729032044103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/5973615729032044103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ma-roef.blogspot.com/2009/04/babi-yang-menyenangkan.html' title='Babi Yang Menyenangkan'/><author><name>Ruang Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07800251935819197319</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_AvDsnxCtGUA/R87KpBbLxmI/AAAAAAAAAAk/_MqkVCOp4dY/S220/1_184893673m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6753813111105956267.post-3589465820444305083</id><published>2009-04-30T07:39:00.001-07:00</published><updated>2009-04-30T07:48:18.332-07:00</updated><title type='text'>Makna Dibalik Flu Babi</title><content type='html'>Kemunculan Virus H1 N1 atau kita kenal dengan "Flu Babi" kian menggoncang dunia. selain dikenal sebagai virus yang mematikan, virus yang hingga saat ini masih menjadi tanda tanya ini juga ternyata berpengaruh sangat luas tak hanya sekedar dari segi kesehatan, tapi juga ekonomi, politik hingga Agama. &lt;br /&gt;Dia Amerika, virus ini bahkan telah melemahkan penjualan sahamnya, disamping juga tentunya penjualan daging babi. padahal daging babi menjadi makanan favorit bagi masyarakatnya terutama dari kalangan Yahudi. &lt;br /&gt;makanya tidak heran kalau As merasa sangat keberatan bila virus H1N1 ini disebut sebagai virus "flu Babi". selain karena berpengaruh buruk terhadap penjualan daging babi, penyebutan Flu babi telah menimbulkan steretipe atas semua hal yang berbau Babi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6753813111105956267-3589465820444305083?l=ma-roef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ma-roef.blogspot.com/feeds/3589465820444305083/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6753813111105956267&amp;postID=3589465820444305083' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/3589465820444305083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/3589465820444305083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ma-roef.blogspot.com/2009/04/makna-dibalik-flu-babi_30.html' title='Makna Dibalik Flu Babi'/><author><name>Ruang Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07800251935819197319</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_AvDsnxCtGUA/R87KpBbLxmI/AAAAAAAAAAk/_MqkVCOp4dY/S220/1_184893673m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6753813111105956267.post-1497023014226505594</id><published>2009-04-24T20:46:00.000-07:00</published><updated>2009-04-24T21:18:14.503-07:00</updated><title type='text'>Air Mata Kirmidzi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_AvDsnxCtGUA/SfKO5hK3bPI/AAAAAAAAAEo/4v5wiVAHOFg/s1600-h/imagesq.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 113px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AvDsnxCtGUA/SfKO5hK3bPI/AAAAAAAAAEo/4v5wiVAHOFg/s320/imagesq.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5328478427940351218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sahdan Suatu hari........di Rawa mangun, kulihat ada seorang perempuan berjilbab dan baju agak panjang berlari-lari menuju toilet sebuah mesjid. aku sempet heran kenapa dia seperti dikejar-kejar anjing tetanggaku. yang bikin aku makin heran 10 menit kemudian si perempuan tadi kembali keluar tapi dengan pakaian agak berbeda. lebih ketat tapi masih menutup aurat dan rapi. ..........&lt;br /&gt;sejak hari itu dan selanjutnya...keanehan itu semakin menjadi, karena ritual tersebut hampir tiap hari kulihat selepas shalat Zuhur. Suatu hari, aku memberanikan diri bertanya kebada seorang penjaga toilet masjid yang kebetulan tinggal berdekatan dengan tempat kos ku.aku tanyakan kenap si perempuan itu melakukannya hampir tiap hari?&lt;br /&gt;dengan agak berat orang tadi, atau sebutlah mbak ijah menceritakan juga. katanya perempuan itu namanya adalah Kirmidzi. dia adalah pengikut sebuah halaqah di sekitar kampusnya. sebagai anggota halaqah kirmidzi termasuk orang yang rajin, taat dan omitmen penuh. hampir setiap kegiatan tak pernah ada yang terlewat. mulai dari mabit, talaqi, hingga kegiatan sosial.............hanya saja, sayangnya orang tua Kirmidzi tak begitu setuju dengan kegiatan yang dijalani Kirmidzi tersebut. bagi orang tuanya, kegiatan Kirmidzi itu mencurigakan, dan aneh. &lt;br /&gt;kekhawatiran orang tua Kirmidzi memang wajar, karena bebrapa yang lalu memang disekitar jawa barat ada sebuah halaqah atau apapun namanya yang mirip dengan halaqahnya Kirmidzi, bberapa pengikutnya diberitakan raib dan belum ketemu hinga sekarang. &lt;br /&gt;oleh karena itulah, untuk menyiasati agaaaaaaar orang tuanya tidak khawatir dan curiga, maka ritual ganti kostum tersebut terpaksa dijalani Kirmidzi. dalam satu hari, minimal satu kali harus dia lakukan. apalagi kalau dia harus pulang ke rumah, sikostum dan jilbab yang biasa dipainya tersebut, terkadang harus dititipkan dirumah temannya, atau kemana saja yang penting tidak ketahuan..................bersambung&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6753813111105956267-1497023014226505594?l=ma-roef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ma-roef.blogspot.com/feeds/1497023014226505594/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6753813111105956267&amp;postID=1497023014226505594' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/1497023014226505594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/1497023014226505594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ma-roef.blogspot.com/2009/04/metamorfosa-kirmidzi.html' title='Air Mata Kirmidzi'/><author><name>Ruang Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07800251935819197319</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_AvDsnxCtGUA/R87KpBbLxmI/AAAAAAAAAAk/_MqkVCOp4dY/S220/1_184893673m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_AvDsnxCtGUA/SfKO5hK3bPI/AAAAAAAAAEo/4v5wiVAHOFg/s72-c/imagesq.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6753813111105956267.post-7516329704018353864</id><published>2009-04-20T23:17:00.000-07:00</published><updated>2009-04-20T23:35:52.819-07:00</updated><title type='text'>Say No to Racism</title><content type='html'>Aneh..........&lt;br /&gt;Konferensi Durban II di Genewa, malah jadi kacau. 40 diplomat dari inggris dan Prancis malah Walk-out, hanya karena Pidato Ahmadinejad menyebut-nyebut Israel sebagai Racis. padahal kita juga tahu, memang seperti itu bukan. Tangisan dan teriakan dari anak-anak di Gaza yang dibantai Israel rasanya masih terngiang ditelinga kita. &lt;br /&gt;para Diplomat Uni Eropa itu memang tak punya cukup keberanian, seperti yang dimiliki Ahmadinejad. pikir saja coba, disaat Israel meluluh lantahkan Gaza, ribuan anak dibantai, mereka samasekali tak bergeming, diam seribu bahasa. tapi, saat ahmadinajad pidato dan menyinggung Israel, mereka malah Walk-out. &lt;br /&gt;saya jadi teringat dengan peristiwa di Wina, sekitar tahun 90-an, saat Edward Said diminta untuk menyampaikan orasi peringatan kematian Sigmund Freude. Saat tahu bahwa Edward Said yang hadir, sontak kaum komunitas Yahudi di Wina berang. mereka menolak kehadiran Said yang dikatakannya sebagai setan Racism. hanya karena Edward Said pernah melakukan ritual lempar batu kecil di daerah ebanon Selatan untuk memperingati hengkangnya Tentara Yahudi dari tanah Lebanon. &lt;br /&gt;Huh......Edward Said yang meskipun beragama Kristen, dia tetap teguh membela Palestina. Lalu, kita yang katanya sudah mantab dengan keislaman, apakah juga berani seperti itu?.........entahlah. yang pasti pejuang anti rasis, kenyataanya malah jadi dituduh pelaku racism, Aneh bukan.............&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6753813111105956267-7516329704018353864?l=ma-roef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ma-roef.blogspot.com/feeds/7516329704018353864/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6753813111105956267&amp;postID=7516329704018353864' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/7516329704018353864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/7516329704018353864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ma-roef.blogspot.com/2009/04/say-no-to-racism.html' title='Say No to Racism'/><author><name>Ruang Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07800251935819197319</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_AvDsnxCtGUA/R87KpBbLxmI/AAAAAAAAAAk/_MqkVCOp4dY/S220/1_184893673m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6753813111105956267.post-110728804716214275</id><published>2009-03-27T07:07:00.000-07:00</published><updated>2009-03-27T07:32:06.425-07:00</updated><title type='text'>Tragedi Situ Gintung</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AvDsnxCtGUA/SczjQ9DFy6I/AAAAAAAAAEQ/GueL5wb7P-Q/s1600-h/banjirGintung2DLM.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 285px; height: 285px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AvDsnxCtGUA/SczjQ9DFy6I/AAAAAAAAAEQ/GueL5wb7P-Q/s320/banjirGintung2DLM.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317875140422650786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;jum'at pagi dinihari, sekitar jam dua pagi tanggul situ gintung jebol dan meluluhlantahkan sekitar 300-an perumahan warga. sampai berita ini ditulis, korban yang  meninggal sudah mencapai 65 orang. 35 orang diantaranya merupakan mahasiswa Universitas Muhammdiyah Jakarta(UMJ) yang kebetulan kos di sekitar cekungan tepat dibawah tanggul situ intung tersebut. &lt;br /&gt;Situ Gintung, sebuah kawasan wisata air yang tenang, nyaman tersebut seperti menyimpan kemarahan yang amat dahsyat. seperti diketahui, Situ gintung yang saat ini telah menjadi wilayah Tangerang Selatan tersebut, merupakan waduk penampungan air satu-satunya yang ada disekitar cirendeu. Pembangunan yang sporadis dan carut-marut disekitar ciputat telah membuat situ gintung harus menampung semua air yang sebelumnya tidak mampu diresap dikawasan ciputat. kenapa demikian; karena daerah resapan air disekitar ciputat dan cirendeu tersebut telah disulap menjadi kawasan perumahan, pertokoan, gedung pemerintahan dan juga kontrakan-kontrakan yang menampung mahasiswa UIN, UMJ, STIBA, IIQ dan kampus-kampus lainnya. Tragedi Situ gintung, dengan demikian seharusnya mengingatkan kita, khususnya wara ciputat dan cirendeu, betapa kita sanat tidak peduli dengan keadaan lingkungan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6753813111105956267-110728804716214275?l=ma-roef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ma-roef.blogspot.com/feeds/110728804716214275/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6753813111105956267&amp;postID=110728804716214275' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/110728804716214275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/110728804716214275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ma-roef.blogspot.com/2009/03/tragedi-situ-gintung.html' title='Tragedi Situ Gintung'/><author><name>Ruang Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07800251935819197319</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_AvDsnxCtGUA/R87KpBbLxmI/AAAAAAAAAAk/_MqkVCOp4dY/S220/1_184893673m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AvDsnxCtGUA/SczjQ9DFy6I/AAAAAAAAAEQ/GueL5wb7P-Q/s72-c/banjirGintung2DLM.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6753813111105956267.post-1416723653250877541</id><published>2009-03-19T08:40:00.001-07:00</published><updated>2009-03-19T08:48:52.958-07:00</updated><title type='text'>Keindahan Fantasi Cinta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_AvDsnxCtGUA/ScJpXGnXavI/AAAAAAAAADQ/_9hY3mA_nS0/s1600-h/cadar2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 99px; height: 130px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AvDsnxCtGUA/ScJpXGnXavI/AAAAAAAAADQ/_9hY3mA_nS0/s320/cadar2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314926355884239602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Al Muktashim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riuh... ramai... gaduh... dan penuh kegembiraan&lt;br /&gt;Taman hati berwarna warni&lt;br /&gt;Panggung rumah paru-paru berdiri kokoh&lt;br /&gt;Kolam cinta mengalir indah keawan kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan terasa sejuk...&lt;br /&gt;Segar tak terkirakan&lt;br /&gt;Rumput selaput nadi bergoyang lembut&lt;br /&gt;Di tiup angin cinta sejati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burung camar jantung menukik pelan&lt;br /&gt;Hinggap di pohon tulang iga putih&lt;br /&gt;Matanya melihat kearah taman hati&lt;br /&gt;Pandangannya terpesona oleh pemandangan cantik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bidadari cinta dan pangeran kasih sayang&lt;br /&gt;Bersenda gurau diangan yang tinggi&lt;br /&gt;Hati pun gembira...&lt;br /&gt;Jiwa pun lega...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah...&lt;br /&gt;Abadikan keadaan ini&lt;br /&gt;Agar menjadi pedoman&lt;br /&gt;Bagi hati yang saling menyatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mentari sanubari tersenyum riang&lt;br /&gt;Alam jiwa bergembira ria&lt;br /&gt;Serentak...&lt;br /&gt;Jiwa0jiwa riang berdansa di sekitar taman hati&lt;br /&gt;Oooh...&lt;br /&gt;Indahnya fantasi cinta&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6753813111105956267-1416723653250877541?l=ma-roef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ma-roef.blogspot.com/feeds/1416723653250877541/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6753813111105956267&amp;postID=1416723653250877541' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/1416723653250877541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/1416723653250877541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ma-roef.blogspot.com/2009/03/keindahan-fantasi-cinta.html' title='Keindahan Fantasi Cinta'/><author><name>Ruang Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07800251935819197319</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_AvDsnxCtGUA/R87KpBbLxmI/AAAAAAAAAAk/_MqkVCOp4dY/S220/1_184893673m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_AvDsnxCtGUA/ScJpXGnXavI/AAAAAAAAADQ/_9hY3mA_nS0/s72-c/cadar2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6753813111105956267.post-3187459050013146358</id><published>2009-03-19T07:46:00.001-07:00</published><updated>2009-03-19T09:22:24.903-07:00</updated><title type='text'>Too Big to Fail</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_AvDsnxCtGUA/ScJxKsZHWMI/AAAAAAAAADY/N9AMOXXLs3s/s1600-h/7-24-Too-Big-Too-Fail.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 252px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AvDsnxCtGUA/ScJxKsZHWMI/AAAAAAAAADY/N9AMOXXLs3s/s320/7-24-Too-Big-Too-Fail.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314934938779736258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang rela bila uang pajak digunakan untuk membantu perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan. Siapa pula yang suka dengan pemerintah yang terlalu ikut campur dalam perekonomian yang sedang dilanda krisis. Satu sisi campur tangan tersebut dianggap sebagai bantuan bagi para investor kaya yang melakukan kesalahan perhitungan. Sisi lain dalam kaca mata ekonomi pasar, campur tangan pemerintah merupakan sebuah kekeliruan. &lt;br /&gt;Namun situasinya tentu menjadi berbeda, kegagalan pasar ternyata tidak hanya dialami oleh pemerintahan yang terlalu berkuasa dari rezim intervensi pasar. Tapi kegagalan akhirnya juga dialami oleh pemerintahan yang terlalu mengandalkan pasar (rezim pasar bebas).&lt;br /&gt;Dalam situasi yang semakin dramatis tersebut, muncul fakta-fakta dengan visi yang sarat kontradiksi. Misalnya, bila dalam visi pasar bebas tiap orang atau perusahaan bertanggung jawab atas diri sendiri, bagaimana harus dijelaskan bailout banyak bank dan perusahaan dengan uang setiap orang melalui dana talangan (bail out) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), atau Emergency Economic Stabilization Act di AS baru-baru ini.&lt;br /&gt;Demikian pula perlakuan pemerintah terhadap komunitas usaha kecil dan menengah, dalam kondisi normal ranah ini seakan diabaikan, tapi coba lihat tatkala perekonomian skala besar ambruk, ranah ekonomi kecil dan menengah ini diagung-agungkan sebagai penyelamat keterpurukan. &lt;br /&gt;Kondisinya menjadi semakin dramatis karena dari beberapa potensi kebangkrutan tersebut, terkuak skandal perselingkuhan antara pengusaha dan penguasa. Tentu masih segar dalam ingatan bila runtuhnya rezim soeharto setelah hampir 32 tahun berkuasa, disebut-sebut karena ketidak mampuannya untuk menyelamatkan assset-asset komunitas bisnis yang mendukung kekuasaannya. &lt;br /&gt;Begitu pula dengan kekalahan partai pendukung George W. Bush dalam pemilu As, ditengarai sebagai kegagalannya dalam menjamin kepentingan para konglomerat yang berada dibelakangnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6753813111105956267-3187459050013146358?l=ma-roef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ma-roef.blogspot.com/feeds/3187459050013146358/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6753813111105956267&amp;postID=3187459050013146358' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/3187459050013146358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/3187459050013146358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ma-roef.blogspot.com/2009/03/too-big-to-fail.html' title='Too Big to Fail'/><author><name>Ruang Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07800251935819197319</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_AvDsnxCtGUA/R87KpBbLxmI/AAAAAAAAAAk/_MqkVCOp4dY/S220/1_184893673m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_AvDsnxCtGUA/ScJxKsZHWMI/AAAAAAAAADY/N9AMOXXLs3s/s72-c/7-24-Too-Big-Too-Fail.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6753813111105956267.post-7602135252487435053</id><published>2009-03-19T07:41:00.000-07:00</published><updated>2009-03-19T09:32:07.527-07:00</updated><title type='text'>Tangan “Tuhan” di Balik WTO; Swasembada Tanpa WTO</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_AvDsnxCtGUA/ScJzQQXiJnI/AAAAAAAAADo/5hU2VNF2LcQ/s1600-h/24.6+wto.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 262px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AvDsnxCtGUA/ScJzQQXiJnI/AAAAAAAAADo/5hU2VNF2LcQ/s320/24.6+wto.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314937233359382130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lee Kyung Hae, memiliki cara yang dramatis untuk menyuarakan penolakannya terhadap apa yang Ia nilai sebagai pembawa bencana; pasar bebas. mantan Ketua Federasi Petani Korea Selatan ini menusukan tubuhnya pada barikade baja di tengah aksi unjuk rasa petani dari berbagai negara pada pembukaan Konferensi Tingkat Mentri (KTM) V WTO di Cancun, Meksiko, 10 September 2003. Kenapa begitu, karena bagi Lee pembicaraan mengenai liberalisasi perdagangan dalam produk pertanian merupakan awal dari sebuah malapetaka yang bakal dialami para petani terutama di negara-negara berkembang (F. Juliyantono, 2007).&lt;br /&gt;Bila kita runut sekilas proses awal malapetaka itu, barulah terasa bagaimana satu persatu ketahanan pangan negara-negara berkembang semakin berada pada titik nadir, pertanian rakyat seperti produk pangan mengalami levelling off dan akhirnya dilucuti satu persatu. Sekali lagi dilucuti, karena prosesnya mirip dengan pemiskinan sistematis dan bukan semata karena market failure yang selama ini didengungkan para pemuja pasar bebas. &lt;br /&gt;Karena market failure pada dasarnya hanyalah istilah teknis yang menggambarkan ketidakmampuan pasar dalam menciptakan efisiensi secara maksimum. Sementara apa yang tadi kita sebut sebagai biang malapetaka, merupakan pengertian yang tidak hanya menyangkut permasalahan teknis tapi juga moral-struktural. &lt;br /&gt;Maka atas dasar inefisiensi dan market failure yang terjadi dalam sistem pasar, dibentuklah beberapa lembaga multilateral seperti World Bank, IMF dan tentu saja WTO sebagai pelaksana teknis kampanye liberalisasi pasar. &lt;br /&gt;Sekilas, tidak ada yang ganjil dengan kampanye lembaga-lembaga multilateral tersebut, bahkan resep-resepnya semakin favorit dikalangan negara-negara berkembang, karena diyakini sebagai obat mujarab untuk mengatasi ketertinggalan dan meningkatkan kesejateraan rakyatnya. &lt;br /&gt;Tapi lihatlah secara lebih seksama, bagaimana sedikit-demi sedikit (slowdown) perekonomian negara-negara berkembang tersebut mulai rapuh dan jatuh tak berdaya. Sampai akhirnya malapetaka itupun datang, menggerogoti, melucuti dan menghancurkan ketahanan pangan domestik. Jalan cerita yang kira-kira sama dengan yang dialami Indonesia, negara Agraris yang telah mulai menjadi bangsa pengemis. &lt;br /&gt;Tepatnya, malapetaka tersebut dimulai sejak Indonesia meratifikasi dan mempertegas komitmen liberalisasi perdagangan komoditi pertanian sesuai dengan Agreement of Agriculture (AoA) yang tertuang dalam UU No 7 tahun 1994. AoA adalah salah satu pakta Internasional World Trade Organization yang dihasilkan melalui serangkaian perundingan dalam putaran Uruguay dari General Agrement on Tariffs and Trade (GATT). Mulai saat itulah, Indonesia berlangganan resep kepada rezim WTO.&lt;br /&gt;Sejak saat itu pula, satu persatu ketahanan pangan kita mulai terkoyak-koyak. Diawali dengan krisis pupuk dan beras tahun 1998 yang menjadikan Indonesia untuk pertama kalinya menjadi negara pengimpor beras terbesar di dunia. Diikuti juga dengan  hancurnya produksi susu domestik pada tahun 2006.&lt;br /&gt;Gula dan kapas nasibnya tidak jauh berbeda, dan yang baru-baru ini turut memporak porandakan ketahanan pangan kita, krisis kedelai dan daging sapi yang tidak hanya melahirkan sentimen pasar yang negatif tapi juga semakin menyengsarakan masyarakat. &lt;br /&gt;Kembali, pemerintah tampak tak berdaya, dan lagi-lagi jalan impor-pun ditempuh guna menjaga ketersedian pangan domestik. Kebijakan tersebut tentu saja mengherankan; kenapa krisis dan kelangkaan pangan di pasar domestik selalu diatasi dengan impor yang jelas-jelas semakin menghancurkan para petani kita?. Sementara itu, meskipun sejumlah kalangan menuntut segera ditetapkannya subsidi dalam produksi pertanian, pemerintah tetap tak bergeming dan memilih tetap diam dalam ketidakberdayaannya. &lt;br /&gt;Realitas ketahanan pangan yang telah mulai porak-poranda, benar-benar telah semakin menguatkan keyakinan; betapa rumitnya mengatasi persoalan yang menimpa pertanian kita di negri ini. Permasalahannya ada hampir disemua lini, dari hulu hingga hilir, lokal dan bahkan terkait secara global. &lt;br /&gt;Betapapun para analis ekonomi dan NGO melantunkan kidung subsidi ke seantero negri dengan suara lantang. Meskipun lyrik dan teriakan anti posmodernisasi dan globalisasi ”Sytem of Down” band asal Armenia membahana hingga ke negri ini. Walaupun para petani berteriak dan menangis hingga suara mereka lenyap (voice of the voiceless) ditelan hiruk-pikuk materialisme. Niscaya lyrik-lyrik yang ditoreh sang Presiden SBY akan tetap miskin kosa kata Subsidi. &lt;br /&gt;Kenapa, karena kidung subsidi terlalu sakral untuk dilantunkan, apalagi untuk disalurkan. Bagaimana tidak, subsidi atau apa yang oleh para pemuja liberalisasi pasar disebut dengan istilah domestic support merupakan pilar dan senjata utama WTO untuk melancarkan agenda perdagangan bebas negara-negara maju, sementara menghancurkan perdagangan produk pangan negara miskin dan berkembang. &lt;br /&gt;Dalam AoA struktur dukungan domestik dibagi menjadi tiga kategori yang disebut dengan”kotak-kotak” (Boxes). Kotak-kotak tersebut adalah Kotak Hijau (Green Box), Kotak Kuning (Amber Box) dan Kotak Biru (Blue Box). &lt;br /&gt;Bentuk dukungan domestik yang termasuk dalam Green Box dan dikecualikan untuk dikurangi adalah diantaranya pelayanan umum, stok penyangga pangan dan bantuan darurat. Yang termasuk dalam Amber Box adalah semua dukungan yang digolongkan bisa mendistorsi perdagangan hingga harus dikurangi sesuai komitmen, inilah yang menyengsarakan kita. Sementara yang termasuk Blue Box adalah apa yang sering kita terima sebagai Bantuan Langsung Tunai (BLT), yang tidak dilarang dan dikurangi, karena tidak menambah produksi, artinya tidak banyak berpengaruh bagi petani. &lt;br /&gt;Apa yang terjadi pada produksi beras, susu, pupuk, gula, kapas, kedelai dan daging sapi yang kian hari kian langka dan mahal adalah sejumlah ekses yang timbul karena sejumlah komitnen yang ada dalam draft AoA, yang mengharuskan dikuranginya sejumlah subsidi proses produksi, ekspor dan impornya. Termasuk perubahan status Bulog yang tidak lagi memiliki hak atas tata niaga dan monopoli pasar. &lt;br /&gt;Dampak terburuk dari sejumlah komitmen tersebut adalah inefisiensi dan market failure, saat itulah negara-negara maju terutama AS melalui WTO mulai memainkan perannya sebagai tabib pembawa resep mujarab, berbondong-bondong masuk dan menggerogoti pasar domestik. Akhirnya, pintu import-pun terbuka lebar dan dengan syarat administratif yang minimalis. Menguntungkan para korporasi pertanian besar, sementara menghancurkan para petani kecil kita. &lt;br /&gt;Entah, atas dasar apa resep-resep tersebut begitu disukai para pengidap penyakit yang terdiagnosa inefisiensi dan market failure. Mungkinkah—seperti dugaan Ibu Siti Fadilah Supari—karena adanya ”Tangan Tuhan” di balik WTO .&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6753813111105956267-7602135252487435053?l=ma-roef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ma-roef.blogspot.com/feeds/7602135252487435053/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6753813111105956267&amp;postID=7602135252487435053' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/7602135252487435053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/7602135252487435053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ma-roef.blogspot.com/2009/03/tangan-tuhan-di-balik-wto-swasembada.html' title='Tangan “Tuhan” di Balik WTO; Swasembada Tanpa WTO'/><author><name>Ruang Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07800251935819197319</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_AvDsnxCtGUA/R87KpBbLxmI/AAAAAAAAAAk/_MqkVCOp4dY/S220/1_184893673m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_AvDsnxCtGUA/ScJzQQXiJnI/AAAAAAAAADo/5hU2VNF2LcQ/s72-c/24.6+wto.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6753813111105956267.post-8009686802422362963</id><published>2009-03-19T07:40:00.000-07:00</published><updated>2009-03-19T09:43:17.281-07:00</updated><title type='text'>HAL-HAL YANG DIHINDARI DALAM EKONOMI ISLAM</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_AvDsnxCtGUA/ScJ17rdRyiI/AAAAAAAAAD4/UwF_1h0nrJI/s1600-h/monnaie.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 290px; height: 259px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AvDsnxCtGUA/ScJ17rdRyiI/AAAAAAAAAD4/UwF_1h0nrJI/s320/monnaie.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314940178388863522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Gharar (ketidakpastian)&lt;br /&gt;o Maisir (judi/untung-untungan)&lt;br /&gt;o Riba (bunga)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investasi haram pada sistem dan prosedur&lt;br /&gt;o Pencurian&lt;br /&gt;o Mempermainkan harga&lt;br /&gt;o Penipuan&lt;br /&gt;o Perjudian&lt;br /&gt;o Menimbun barang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investasi haram pada produk dan jasa&lt;br /&gt;o Perzinaan dan prostisusi&lt;br /&gt;o Pornografi dan seni keindahan tubuh&lt;br /&gt;o Riba&lt;br /&gt;o Khamar (minuman keras, narkotika, dan zat adiktif lainnya)&lt;br /&gt;o Makanan haram&lt;br /&gt;o Industri senjata&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6753813111105956267-8009686802422362963?l=ma-roef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ma-roef.blogspot.com/feeds/8009686802422362963/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6753813111105956267&amp;postID=8009686802422362963' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/8009686802422362963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/8009686802422362963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ma-roef.blogspot.com/2009/03/hal-hal-yang-dihindari-dalam-ekonomi.html' title='HAL-HAL YANG DIHINDARI DALAM EKONOMI ISLAM'/><author><name>Ruang Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07800251935819197319</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_AvDsnxCtGUA/R87KpBbLxmI/AAAAAAAAAAk/_MqkVCOp4dY/S220/1_184893673m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_AvDsnxCtGUA/ScJ17rdRyiI/AAAAAAAAAD4/UwF_1h0nrJI/s72-c/monnaie.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6753813111105956267.post-5034525614989488479</id><published>2009-03-19T07:39:00.000-07:00</published><updated>2009-03-19T09:28:50.868-07:00</updated><title type='text'>Egoisme Pasar Bebas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_AvDsnxCtGUA/ScJys851DtI/AAAAAAAAADg/1Yzmw1stifg/s1600-h/knin156l.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 263px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AvDsnxCtGUA/ScJys851DtI/AAAAAAAAADg/1Yzmw1stifg/s320/knin156l.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314936626839097042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sejak awal dekade 90-an hingga saat ini, Amerika memacak dirinya sendiri sebagai suri tauladan dalam berbagai hal termasuk soal kemajuan ekonomi. Maka tak heran bila setiap analisa soal permasalahan ekonomi global harus dimulai dengan membahas perekonomian Amerika.&lt;br /&gt;”Read My Lips!”, demikian mantera yang dipakai Bush Junior untuk mulai menghipnotis negara-negara lain agar mereka merujuk Amerika mengenai keseimbangan antara pasar dan pemerintah, serta berbagai lembaga keuangan dan korporasi agar sebuah perekonomian pasar berjalan dengan baik. &lt;br /&gt;Tentu masih segar dalam ingatan kita, ketika pasar Asia dan Amerika Latin terperosok kedalam jurang krisis ekonomi akhir dekade 90-an. Amerika lewat IMF dan bank dunia dengan pongahnya menyerukan; liberalisasi, deregulasi dan privatisasi. Dalam beberapa saat, perekonomian memang sempat terkoreksi tapi krisis itu ternyata meluruh untuk kemudian kembali melonjak. Karena resep yang diberikan tersebut teryata hanyalah sekedar penghilang rasa sakit, sedangkan asal muasalnya tetap ada dan kembali tumbuh.&lt;br /&gt;Kini penyakit itu kembali meradang, tidak hanya membuat sakit kepala sebelah tapi sudah bisa dirasakan oleh seluruh bagian anggota tubuh yang selama ini turut membangun sendi-sendi perekonomian.&lt;br /&gt;Amerika dan sejumlah negara Eropa yang mengekor kepadanya saat ini bahkan harus menelan ludahnya sendiri, karena harus mengambil resep yang sebelumnya telah mereka anggap sebagai resep najis dari rezim intervensi pasar.&lt;br /&gt;Pasca ditandatanganinya Emergency Economic Stabilization Act di As, demikian juga dengan Troubled Asset Recovery Program (TARP) sebuah badan ekonomi perbankan yang mirip BPPN, hampir semua analis ekonomi meneriakan upaya penyelamatan oleh pemerintahan baik intervensi maupun subsidi. Tentu saja sebuah kebijakan yang tidak diharapkan siapapun bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunitas Bisnis&lt;br /&gt;Disinilah masalah terbesar dari bail out atau insentif apapun untuk menyelamatkan Komunitas Bisnis. Ketika ekonomi mengalami lonjakan yang tidak pernah terjadi dalam sejarah perekonomian, yang merasakan keuntungannya adalah para pelaku bisnis keuangan. Lalu disaat ekonomi mengalami peluruhan akibat kerakusan dan kesalahan perhitungan para investor, semua orang harus ikut menanggungnya. &lt;br /&gt;Bayangkan saja, 600 triliun rupiah digelontorkan pemerintah untuk mem-bail out sejumlah bank dalam krisis Indonesia ’98. Sedang untuk krisis yang menimpa As, diperkirakan sampai pada kisaran satu triliun dollar As; 700 milyar dollar untuk bail out dan sisanya untuk mengatasi krisis subprime mortage. Bandingkan dengan dana yang menetes dari gelembung ekonomi tersebut untuk orang miskin.&lt;br /&gt;Di negara lain yang mengekor kepada As bahkan lebih mencengangkan lagi, dimana kepatuhan kepada sektor finansial dan kekuatan bisnis korporasi lebih besar ketimbang di As sendiri, pandangan komunitas bisnis korporasi bahkan bisa mendikte beberapa kebijakan, regulasi dan bahkan hasil pemilu sekalipun. Sebuah fenomena yang juga bisa disaksikan di Indonesia bukan?&lt;br /&gt;Jadi tidak usah heran bila pertarungan dalam pilkada, dan pemilu yang telah dan segera akan kita jalani di Indonesia ternyata sudah bukan lagi pertarungan antara ide dan gagasan, tapi merupakan pertarungan kepentingan beberapa korporasi untuk menguasai pasar. Meskipun dibalut dengan drama pertentangan antara yang setuju dengan pasar bebas seperti rezim pemerintahan sekarang (sebut saja Bukaka dan Bakrie Brother’s), dengan beberapa pihak yang menyatakan sebagai oposisi yang lebih menekankan keadilan sosial, sebut saja PDIP, PKB, PKS dan PAN. Padahal, kekuatan yang ada dibaliknya tentu saja adalah kekuatan komunitas bisnis korporasi juga, sebut saja diantara yang menonjol adalah Tauifik Kemas, Arifin Panigoro dan Sutrisno Bahir (Fadjroel Rahman, 2007). &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mantera Korporasi &lt;br /&gt;American Dream ala cerita Horatio Alger ’dari gembel menjadi kaya’ atau kisah perjuangan mengejar kebahagian (The Persuit Happines) ala Will Smith dengan menjadi pialang saham yang terinspirasi dari semangat Thomas Jefferson ternyata hanyalah tinggal mithos.&lt;br /&gt;Karena alih-alih menumbuhkan semangat kebebasan untuk berjuang dalam membangun ekonomi (Development as Freedom) sebagaimana kata Milton Friedmen, keduanya malah dijadikan legitimasi untuk membenarkan pencapaian kekayaan meski dengan akal-akalan akuntansi dan skandal korporasi sekalipun.&lt;br /&gt;Skandal Enron, Wordcom, Adhelphia atau Hedging Indosat sekalipun hanyalah kasus-kasus yang paling mencolok dan banyak diberitakan media. Perusahaan-perusahan tersebut sama sekali tidak memiliki energi dan kreativitas yang memadai untuk menciptakan produk dan layanan-layanan baru. Yang ada hanyalah inovasi dan cara-cara baru untuk meningkatkan pendapatan para CEO perusahaan dengan memanfaatkan kelengahan para investor(Stiglitz, 2003). &lt;br /&gt;Stock Options, atau hak opsi saham adalah salah satu praktik korporasi yang selama ini telah menjadi mantera paling mujarab untuk menggelembungkan pendapatan perusahaan. Dengan praktek transaksi derivatif ini, laba perusahan korporasi bisa bertambah atau malah berkurang sepertiga, bahkan setengahnya. &lt;br /&gt;Bila Microsof  pada tahun 2001 membakukan laba perusahaan sebesar AS$ 7,3 Miliar, dan nilai opsi sahamnya dihitung maka sepertiga labanya bisa berkurang. Laba Intel bisa dipotong sampai seperlima bila nilai hak opsinya dihitung, dari AS$ 1,3 Miliar menjadi AS$ 254 juta. Dan kerugian Yahoo akan meningkat sepuluh kali lipat dari AS$93 juta menjadi AS$ 983 juta. Lalu, berapa kira-kira laba yang dibakukan Group Bakrie, Adaro, Ciputra maupun Indosat bila nilai opsinya dihitung?. Entahlah yang jelas, nilai kapitalisasi Grup Bakrie saja menurut perdagangan saham pada 6 Oktober 2008 tinggal 71 Triliun, menyusut sekitar 200 triliun.&lt;br /&gt;Pasar bebas, yang telah melahirkan mithos berupa mantera-mantera korporasi memang menjadi sangat egois ketika dikendalikan sejumlah komunitas bisnis dinegara-negara maju terutama di negri Paman Sam sana. Bila prinsip pasar bebas tetap kita pegang, alasan apapun sebetulnya tidak bisa diterima ketika tangan-tangan yang tidak terlihat sebelumnya justru secara tiba-tiba mengulurkan tangannya untuk memberikan sejumlah insentif. &lt;br /&gt;Tapi pada akhirnya siapapun pasti setuju dengan Albert Hirschman bahwa kita sedang berada dalam episode lain dari apa yang disebut dengan Shifthing Involvements. Bahwa setiap bagian yang menekankan arti penting keadilan publik akan disusul oleh keserakahan individu, lalu kemudian kembali pada arasnya semula...semoga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6753813111105956267-5034525614989488479?l=ma-roef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ma-roef.blogspot.com/feeds/5034525614989488479/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6753813111105956267&amp;postID=5034525614989488479' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/5034525614989488479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/5034525614989488479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ma-roef.blogspot.com/2009/03/egoisme-pasar-bebas.html' title='Egoisme Pasar Bebas'/><author><name>Ruang Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07800251935819197319</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_AvDsnxCtGUA/R87KpBbLxmI/AAAAAAAAAAk/_MqkVCOp4dY/S220/1_184893673m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_AvDsnxCtGUA/ScJys851DtI/AAAAAAAAADg/1Yzmw1stifg/s72-c/knin156l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6753813111105956267.post-317527394122200112</id><published>2009-03-19T07:38:00.000-07:00</published><updated>2009-03-19T07:39:03.466-07:00</updated><title type='text'>10 NEGARA MAYORITAS MUSLIM DENGAN NILAI INDEKS KELAPARAN TERTINGGI</title><content type='html'>1. Eritrea&lt;br /&gt;2. Niger&lt;br /&gt;3. Sierra Leone&lt;br /&gt;4. Chad&lt;br /&gt;5. Yaman&lt;br /&gt;6. Komoro&lt;br /&gt;7. Guinea-Bissau&lt;br /&gt;8. Mali&lt;br /&gt;9. Tajikistan&lt;br /&gt;10. Bangladesh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: adaptasi dari Global Hunger Index, International Food Policy Research Institute, 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6753813111105956267-317527394122200112?l=ma-roef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ma-roef.blogspot.com/feeds/317527394122200112/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6753813111105956267&amp;postID=317527394122200112' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/317527394122200112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/317527394122200112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ma-roef.blogspot.com/2009/03/10-negara-mayoritas-muslim-dengan-nilai.html' title='10 NEGARA MAYORITAS MUSLIM DENGAN NILAI INDEKS KELAPARAN TERTINGGI'/><author><name>Ruang Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07800251935819197319</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_AvDsnxCtGUA/R87KpBbLxmI/AAAAAAAAAAk/_MqkVCOp4dY/S220/1_184893673m.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6753813111105956267.post-7536152617892666905</id><published>2009-03-19T07:35:00.000-07:00</published><updated>2009-03-19T09:52:17.557-07:00</updated><title type='text'>Kiat Menulis di titik Nol</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_AvDsnxCtGUA/ScJ4KV3fc3I/AAAAAAAAAEA/CrTVJ_jR8XI/s1600-h/1menulis.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AvDsnxCtGUA/ScJ4KV3fc3I/AAAAAAAAAEA/CrTVJ_jR8XI/s320/1menulis.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314942629314524018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Syarat utamanya adalah kita harus rajin membaca, &lt;br /&gt;Bisa dari Buku ; Jurnal ; Majalah ; Artikel ; Koran, Website dan lainnya, tujuannya adalah agar kita bisa memiliki banyak ide. Bahan lainnya mungkin sebagian besar berasal dari apa yang sudah ada dan melekat didalam benak kita, tapi mungkin saja masih banyak yang masih kurang tentunya. Bisa dari pengalaman, atau pembacaan terhadap fakta-fakta sosial, atau bahkan malah dari hasil penelitian.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memilih judul&lt;br /&gt;Judul yang menarik bisa menjadi sebuah pancingan, agar redaktur tergerak untuk melihat tulisan kita, dan orang lain menjadi tertarik untuk membaca. Judul sebuah artikel sebaiknya dibuat pendek, satu sampai empat hurup. Bila terlalu panjang malah membuat pembaca atau malah redaktur malas untuk meneruskan bacaannya. Selain membuat orang menjadi semakin penasaran, judul yang pendek dan menarik juga menunjukan kepiawaian sei penulis dalam bersilat kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memilih tema atau topik ? &lt;br /&gt;Secara umum memilih tema atau topik, bisa kita ambil berdasarkan sesuatu hal yang sedang hangat-hangatnya dibicarakan dan jadi pembahasan di masyarakat. Bisa juga dari Headline Media atau tajuk media, atau sering-seringlah mampir disitus media asing seperti New York Time, Washington Post atau malah Pesantren Virtual, Al-jazera dll. Sehingga artikel yang kita buat jadi lebih mendapat perhatian dari redaktur maupun pembaca. Ambillah tema atau topik yang paling kita kuasai, supaya isi pembahasannya menjadi lebih baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Referensi" &lt;br /&gt;referensi itu bisa kita ambil dari Buku ; Jurnal ; Majalah ; Artikel ; Koran dan lain sebagainya yang tentunya berhubungan erat dengan judul tulisan atau topik yang akan kita bahas. Tapi, kita juga tidak boleh serta merta mengcopy paste dari apa yang tertera di buku atau di artikel orang lain dengan begitu saja. Baca terlebih dahulu secara keseluruhan, kemudian kita pahami lagi. Walaupun sebenarnya di dalam pikiran kita juga sudah dapat menjelaskannya dengan gamblang, karena sebenarnya kita sudah memahaminya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu memahami lebih banyak kosa kata atau perbendaharaan kata, agar tulisan kita jadi enak dibacanya dan tidak menjemukan pembacanya. Penguraian atau penjabarannya dalam bentuk kata-kata serta susunan kalimatnya. Bacalah buku-buku sastra, novel, cerpen yang renyah dan penuh kata-kata, satu lagi tentunya kamus bahasa Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunakanlah gaya bahasa kita sendiri dan tuliskan juga pendapat pribadi yang mungkin berbeda dengan apa yang sudah pernah orang lain tulis (new idea). Maka hasil penguraian atau penjabaran kita itu tadi, bukan lagi disebut jiplakan atau copy paste, tapi sudah merupakan pemahaman secara tertulis dari hasil pemikiran diri kita sendiri, walaupun urutan penguraiannya (teori penyusunannya. Tapi hati-hati jugalah kalau menulis tentang sesuatu yang sudah ditulis orang, bisa-bisa seperti kasusu Coldplay dan Joe Satriani yang sampai ke pengadilan, gara-gara lyrik yang ditulis Coldplay dianggap menjiplak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada alinea terakhir, jangan lupa buatlah suatu kesimpulan sendiri dari tulisan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Basis dan Topik Tulisan&lt;br /&gt;Seperti yang sudah disinggung di pada tip sebelumnya, tulisan opini adalah berupa tanggapan dari fenemona yang lagi tren saat ini. Dalam konteks tulisan opini di koran, maka tulisan yang perlu kita tanggapi adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Isi Editorial/Tajuk sebuah media.&lt;br /&gt;2. Headline/Berita utama sebuah media.&lt;br /&gt;3. Tulisan opini.&lt;br /&gt;4. Hari besar Nasional dan Internasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapapun yang ingin jadi penulis/pengamat hendaknya tidak pernah melewatkan tiga poin pertama di atas setiap kali membaca sebuah koran. Dan selalu mengingat poin ke empat.(1) Tanggapan Editorial/Tajuk sebuah media adalah suara atau sikap resmi dari media yang bersangkutan tentang sebuah kasus/kejadian tertentu; sesuai dengan misi media tsb. Menanggapi editorial/tajuk di harian Kompas tentu saja berbeda dengan cara kita menanggapi editorial di harian Republika, misalnya. Umumnya menanggapi tulisan editorial/tajuk harus cepat. Idealnya, tanggapan untuk tajuk/editorial hari ini dapat dikirim hari ini juga sehingga dapat dimuat esok harinya di media terkait. Namun, kalau tanggapan kita baru selesai dalam dua hari, teruskan dikirim ke media terkait, karena peluang untuk dimuat masih tinggi terutama untuk media yang tak sebesar Kompas.(2) Tanggapan Headline Media/Berita Utama juga bisa dijadikan pijakan untuk menulis. Jangan lupa untuk mencatat nama media/tanggal/bulan headlines yang kita kutip.&lt;br /&gt;(3) Tanggapan Artikel Opini. Artikel opini dikenal juga dengan istilah artikel OP-ED (singkatan dari opini-editorial). Umumnya artikel OP-ED yang menanggapi artikel OP-ED lain berisi tambahan yang lebih lengkap dari yang dibahas sebelumnya atau menentang artikel yang ditanggapi.&lt;br /&gt;(4) Hari besar nasional/internasional adalah tulisan yang isinya berkaitan dengan hari besar pada saat itu. Contoh, pada sekitar 21 Januari mendatang adalah Hari Raya Idul Adha. Siapkan sejak sekarang tulisan yang berkaitan dengan hari idul adha. Dan kirimkan segera ke media sebelum hari H.&lt;br /&gt;Catatan: Umumnya kita mengirim tulisan yang berdasarkan tanggapan atas Editorial atau Headlines pada media yang kita tanggapi. Contoh, tanggapan Editorial/Headlines di Kompas hendaknya dikirim ke Kompas, tidak ke media lain. Namun kalau tidak dimuat di media terkait, tak ada salahnya dikirim ke media lain. Sedangkan untuk artikel OP-ED yang berkaitan dengan hari besar nasional/internasional dapat dikirim ke media mana saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Panjang tulisan antara 700 sampai 1000 kata *. cara melihat jumlah kata: MS WORD –&gt; tools–&gt; wordcount —&gt; words&lt;br /&gt;2. Kirim ke media via email dalam bentuk MS WORDS via attachment.&lt;br /&gt;Alamat Media Nasional:&lt;br /&gt;1. Republika:&lt;br /&gt;Redaksi : redaksi@republika.co.id&lt;br /&gt;Sekretariat Redaksi : sekretariat@republika.co.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kompas:&lt;br /&gt;(1) opini@kompas.com&lt;br /&gt;(2) opini@kompas.co.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Media Indonesia&lt;br /&gt;redaksi@mediaindonesia.co.id&lt;br /&gt;4. Suara Pembaruan&lt;br /&gt;koransp@suarapembaruan.com&lt;br /&gt;opinisp@suarapembaruan.com&lt;br /&gt;5. Sinar Harapan&lt;br /&gt;(1)redaksi@sinarharapan.co.id&lt;br /&gt;(2)info@sinarharapan.co.id 6. Harian Pelita&lt;br /&gt;hupelita@indo.net.id. &lt;br /&gt;6). Jawa Pos&lt;br /&gt;(1) editor@jawapos.com&lt;br /&gt;(2) editor@jawapos.co.id&lt;br /&gt;8. Suara Karya&lt;br /&gt;redaksi@suarakarya-online.com&lt;br /&gt;9. Koran Tempo&lt;br /&gt;ndewanto@mail.tempo.co.id&lt;br /&gt;10. Majalah Tempo&lt;br /&gt;hidayat@mail.tempo.co.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media Daerah Sumatera&lt;br /&gt;1. Waspada (Medan)&lt;br /&gt;(1) redaksi@waspada.co.id&lt;br /&gt;(2) waspada@waspada.co.id&lt;br /&gt;2. SIB - Suara Indonesia Baru (Medan)&lt;br /&gt;redaksi@hariansib.com&lt;br /&gt;3. Batam Pos&lt;br /&gt;redaksi@harianbatampos.com&lt;br /&gt;4. Serambi Indonesia (Aceh)&lt;br /&gt;(1) redaksi@serambinews.com&lt;br /&gt;(2) serambi_indonesia@yahoo.com&lt;br /&gt;5. Sriwijaya Post (Palembang)&lt;br /&gt;(1) sripo@persda.co.id&lt;br /&gt;(2) sripo@mdp.net.id&lt;br /&gt;Media Daerah Jawa&lt;br /&gt;1. Pikiran Rakyat (Jawa Barat)&lt;br /&gt;beritapr@yahoo.com&lt;br /&gt;berita@pikiran-rakyat.com&lt;br /&gt;redaksi@pikiran-rakyat.com&lt;br /&gt;info@pikiran-rakyat.com&lt;br /&gt;2. Suara Merdeka (Jawa Tengah)&lt;br /&gt;redaksi@suaramer.famili.com&lt;br /&gt;3. Kedaulatan Rakyat (Yogyakarta)&lt;br /&gt;redaksi@kr.co.id&lt;br /&gt;4. Koran Bernas (Yogyakarta)&lt;br /&gt;koranbernas@yahoo.com&lt;br /&gt;5. Harian Surya (Jawa Timur)&lt;br /&gt;surya1@padinet.com&lt;br /&gt;6. Harian Duta Masyarakat (Jawa Timur)&lt;br /&gt;dumas@sby.centrin.net.id&lt;br /&gt;7. Surabaya Post (Jawa Timur)&lt;br /&gt;redaksi@surabayapost.info&lt;br /&gt;admin@surabayapost.info&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6753813111105956267-7536152617892666905?l=ma-roef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ma-roef.blogspot.com/feeds/7536152617892666905/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6753813111105956267&amp;postID=7536152617892666905' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/7536152617892666905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/7536152617892666905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ma-roef.blogspot.com/2009/03/kiat-menulis-di-titik-nol.html' title='Kiat Menulis di titik Nol'/><author><name>Ruang Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07800251935819197319</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_AvDsnxCtGUA/R87KpBbLxmI/AAAAAAAAAAk/_MqkVCOp4dY/S220/1_184893673m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_AvDsnxCtGUA/ScJ4KV3fc3I/AAAAAAAAAEA/CrTVJ_jR8XI/s72-c/1menulis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6753813111105956267.post-4458508448834095099</id><published>2009-03-19T07:33:00.000-07:00</published><updated>2009-03-19T07:34:58.888-07:00</updated><title type='text'>BANK-BANK SYARIAH YANG PERTAMA DIDIRIKAN</title><content type='html'>MESIR&lt;br /&gt;Mith Ghamr (1963-1967) (tanpa embel-embel Islam)&lt;br /&gt;Nasser Social Bank (1971) (tanpa embel-embel Islam)&lt;br /&gt;Faisal Islamic Bank of Egypt (1977)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FILIPINA&lt;br /&gt;Philippine Amanah Bank (1973)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ARAB SAUDI&lt;br /&gt;Islamic Development Bank (1974) (didirikan oleh Organisasi Konferensi Islam)&lt;br /&gt;Al-Baraka Investment and Development Company (1982)&lt;br /&gt;Al Rajhi Banking and Investment Corporation (1988)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNI EMIRAT ARAB&lt;br /&gt;Dubai Islamic Bank (1975)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KUWAIT&lt;br /&gt;Kuwait Finance House (1977)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUDAN&lt;br /&gt;Faisal Islamic Bank of Sudan (1977)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YORDANIA&lt;br /&gt;Jordan Islamic Bank for Finance and Investment (1978)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAHRAIN&lt;br /&gt;Bahrain Islamic Bank (1979)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LUXEMBURG&lt;br /&gt;Islamic Finance House Universal Holding SA (1979)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SIPRUS&lt;br /&gt;Faisal Islamic Bank of Kibris (1982)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BANGLADESH&lt;br /&gt;Islamic Bank Bangladesh (1983)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DENMARK&lt;br /&gt;Islamic Bank International of Denmark (1983)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GUINEA&lt;br /&gt;Banque Islamique de Guinee (1983)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IRAN&lt;br /&gt;Semua bank di Iran diharuskan mengikuti prinsip Islam sejak 1983.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MALAYSIA&lt;br /&gt;Bank Islam Malaysia Berhad (1983)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NIGER&lt;br /&gt;Banque Islamique du Niger (1983)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;QATAR&lt;br /&gt;Qatar Islamic Bank (1983)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SENEGAL&lt;br /&gt;Banque Islamique du Senegal (1983)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUNISIA&lt;br /&gt;Bank al-Tamwil al-Saudi al-Tunisi (1983)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAURITANIA&lt;br /&gt;Al-Baraka Islamic Bank (1985)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TURKI&lt;br /&gt;Al-Baraka Turkish Finance House (1985)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AMERIKA SERIKAT&lt;br /&gt;Lariba American Finance House (1987)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AFRIKA SELATAN&lt;br /&gt;Albaraka Bank (1989)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DJIBOUTI&lt;br /&gt;Banque Albaraka Djibouti (1989)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INDIA&lt;br /&gt;Albaraka Finance House (1989)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALJAZAIR&lt;br /&gt;Banque Al Baraka D’Algerie (1991)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BRUNEI&lt;br /&gt;Perbadanan Tabung Amanah Islam (1991)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INDONESIA&lt;br /&gt;Bank Muamalat Indonesia (1991)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALBANIA&lt;br /&gt;Arab Albanian Bank (1992)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LIBANON&lt;br /&gt;Al Baraka Bank Lebanon (1992)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IRAK&lt;br /&gt;Iraqi Islamic Bank for Investment and Development (1993)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GAMBIA&lt;br /&gt;Arab Gambian Islamic Bank (1994)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KAZAKHSTAN&lt;br /&gt;Lariba Bank (1995)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YAMAN&lt;br /&gt;Tadhamon Islamic Bank (1996)&lt;br /&gt;Yemen Islamic Bank for Finance and Investment (1996)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PAKISTAN&lt;br /&gt;Meezan Bank (1997) (namun sejak 1985, semua bank Pakistan sudah tidak memakai sistem bunga)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RUSIA&lt;br /&gt;Badr Bank (1998)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INGGRIS&lt;br /&gt;Islamic Bank of Britain (2004)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SWISS&lt;br /&gt;Faisal Private Bank (2006)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6753813111105956267-4458508448834095099?l=ma-roef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ma-roef.blogspot.com/feeds/4458508448834095099/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6753813111105956267&amp;postID=4458508448834095099' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/4458508448834095099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/4458508448834095099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ma-roef.blogspot.com/2009/03/bank-bank-syariah-yang-pertama.html' title='BANK-BANK SYARIAH YANG PERTAMA DIDIRIKAN'/><author><name>Ruang Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07800251935819197319</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_AvDsnxCtGUA/R87KpBbLxmI/AAAAAAAAAAk/_MqkVCOp4dY/S220/1_184893673m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6753813111105956267.post-9142207540609735211</id><published>2008-12-16T23:45:00.000-08:00</published><updated>2008-12-16T23:46:55.559-08:00</updated><title type='text'>Menggagas Dzikir Iqtishadi</title><content type='html'>Ditulis oleh Ma'ruf Muttaqin    &lt;br /&gt;Apa yang dapat dirasakan ketika panen padi pada musim tanam rendeng kali ini mengalami kegagalan?, Begitupula dengan peningkatan NPL bank syari’ah, atupun penyuapan dalam kasus BLBI?. Apakah  kita biarkan kesedihan menyelimuti para petani dan praktisi perbankan, lalu biarkan pula mereka bersikap “Nrimo ing pandum”. Kenapa semua itu bisa terjadi?. Apakah karena kesalahan praktek kultur teknis dan penggunaan pupuk? atau justru karena apa yang biasa kita sebut dengan bencana alam dan moral hazard. Lalu apa yang bisa dilakukan ketika realitas sosial dan keadaan alam tidak bisa dikuasai, padahal petani atau para analis telah cukup yakin sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mainstream ekonomi, apapun yang masuk kategori uncertainty seperti diatas,  merupakan sesuatu yang tidak dapat dikalkulasikan secara ekonomi (non-use value). Makanya, para pemuja ekonomi pasar tersebut menyebutnya sebagai eksternalitas. Sebagai upaya untuk meminimalisasi biaya (cost) dan tanggung jawab (obligation). Hanya saja, agar terkesan kepeduliannya tetap ada, maka diadakanlah yang namanya Cost Social Resfonsibility (CSR) dari para korporat, atau Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari para pemegang kebijakan. Anehnya, apa yang disebut sebagai domestic support atau subsidi tetap saja seret.  &lt;br /&gt;Selain dari pandangan para environmentalis dangkal yang menganjurkan resep-resep entrophy kesederhanaan hidup, yang berakibat pada pengurangan subsidi; Listrik, BBM, dan pupuk, tampaknya belum ada tawaran lain untuk mengatasi residu peradaban modern tersebut?&lt;br /&gt;Kalaupun ada, maka itupun belum dapat keluar dari tawaran the third way-nya Anthony Giddens yang bersandar pada keyakinan beyond right and left. Yang mencoba memperhadapkan new social democracy dengan neoliberalisme. Sementara itu, pandangan tentang pentingnya prohibition of riba dalam mainstream ekonomi syari’ah masih menjadi resep yang laris manis bagi para praktisi ekonomi Islam.&lt;br /&gt;Klaim bahwa ekonomi Islam merupakan alternative untuk melawan neoliberalisme untuk sementara dapat dibenarkan, hanya saja dalam kenyataannya, ekonomi Islampun belum bisa keluar dari paradigma behind right and left (Dawam Rahardjo, 2007).&lt;br /&gt;Beberapa penelitian ilmiah yang berkesimpulan tentang persepsi masyarakat tentang bank syari’ah, bahwa masyarakat cenderung menggunakan alasan rasionallitas dibandingkan dengan alasan idiologis dalam memilih bank syari’ah, merupakan contoh konkrit dari ketidakmampuannya untuk keluar dari wacana positive economic.  &lt;br /&gt;Kesimpulan tersebut telah mereduksi peranan institusi keuangan Islam dalam pembangunan community intelegent. Padahal, bagi Ibnu Khaldun, ilmuwan Islam yang diklaim sebagai bapak ekonomi Islam, community intelligent merupakan prasyarat utama dalam membangun kekuatan ekonomi, selain khilafah.&lt;br /&gt;Community intelligent menurut Kaplan dan Norton (2004) harus mencakup; modal sumber daya manusia (human capital), modal organisasi (organization capital) dan modal informasi (information capital). Sedang Herry B. Priyono menambahkan; modal intelektual (Intelektual capital), modal ekologi (echological capital) dan modal sipiritual (spiritual capital).    &lt;br /&gt;Community intelligent, atau yang diawal tadi disebut sebagai eksternalitas, dalam ekonomi konvensional didefinisikan sebagai “An externality is difined as the case where an action of one economic agent affects the utility or production possibilities of another in a way is not reflected in the marketplace”(Just et.al.1992). Kata kunci dari definisi tersebut adalah is not reflected in the marketplace (sesuatu yang tidak dapat direfleksikan di pasar).&lt;br /&gt;Oleh karena itu sejatinya, lembaga keuangan Islam memiliki ruang aktivitas dan tindakan yang lebih luas dari sekedar sebagai lembaga komersial yang berusaha menumpuk asset dari masyarakat, sementara miskin berbuat untuk kemajuan ummat.&lt;br /&gt;Intsitusi apapun, tidak hanya sebatas lembaga keuangan, seharusnya memiliki tanggung jawab berdakwah. karena hal terpenting dalam proses dakwah adalah li takwienul ummat atau membangun ummat, dalam artian ikut bertanggung jawab membangun community intelligent.&lt;br /&gt;Sayang, dalam realitasnya, tugas tersebut menjadi hak preogratif para Ulama dan Kyai. Sedang Cendekiaawan dan para Civitas Perguruan Tinggi termasuk para Saintis diberi tugas menyiapkan bantuan teori dan teknis, berupa pengetahuan dan teknologi. Dari kenyataan tersebut, kita patut mempertanyakan, kenapa tugas-tugas tersebut terlaksana secara sektoral dan tak pernah terintegrasi?&lt;br /&gt;Dari itulah, upaya internalisasi dan integrasi seluruh sektor tersebut harus menjadi sebuah keniscayaan saat ini. Proses penyamaan visi dan paradigma yang memandang aktivitas hidup sebagai sebuah kesatuan kosmik (kesadaran kosmik). Dan karena kesadaran kosmik hanya dapat ditemukan dalam istilah religion (religare), maka membangun community intelligent harus dimulai dari peningkatan kualitas nalar agama. Artinya, pembangunan yang merupakan bukti nyata dari proses nalar manusia (akal) tidak bisa terlepas dari ukuran wahyu (agama).&lt;br /&gt;Upaya ini secara lebih analitik disajikan oleh Dr. Murasa Sarkaniputra sebagai Revelation Based Measurment (perpaduan mantik rasa dan mantik akal). Ibnu Arabi menyebutnya sebagai metode kasf (penyingkapan), sedangkan Mulla Sadra lebih senang untuk menyebutnya sebagai Hikmah Muta’aliyah (kearifan puncak), yaitu perpaduan dari filsafat Paripatetiknya Ibnu Sina, Illuminasinya Suhrawardi, Gnosisnya Imam Ghazali dan Revelationnya Ibnu Ararbi.&lt;br /&gt;Dalam konteks perkembangan ekonomi Islam atau pun ekonomi Indonesia secara keseluruhan, revelation based measurment merupakan paradigma alternatif yang bisa memberikan resep mujarab dalam kondisi ekonomi dimana petani, peternak, ataupun praktisi lembaga keuangan tidak mampu menghadapi ketidakpastian (uncertainty),  disebabkan oleh eksternalitas yang tidak dapat dikuasai (banjir, kekeringan, badai el nina ataupun penyakit sosial).&lt;br /&gt;Begitupun dalam praktek mudharabah, apa yang disebut sebagai resiko yang terlampau tinggi (moral hazard) yang disebabkan oleh  adanya asimetric information, kurangnya pengetahuan teknis, rendahnya kualitas, bahkan hingga rendahnya trust (kepercayaan) niscaya akan dapat diatasi (lihat Q.S. al-A’raf (7):96).&lt;br /&gt;Dengan memadukan fuzzy logic dengan mantik rasa atau nalar irfani, maka dalam hasil akhir dari aqad mudharabah antara shohibul mal, mudarib dan intermediary (bank) akan mendapatkan nilai harapan akhir yang maksimal. Hasil ini didapat dari pengukuran nilai total ekonomi dari sebuah sumber daya secara holistik, dengan berusaha mengubah asset yang tadinya tidak dapat dinilai (intangible asset) menjadi sebuah ijtihad yang bisa dinilai (tangible assets).&lt;br /&gt;Dalam kaitan ini, membangun community intelligent; yang bisa menilai sebuah sumber daya sebagai barokah, hidayat dan nikmat dari Allah, hanya bisa dilakukan bilamana para Kyai, Ulama, Ustadz, Cendekiawan, Saintis, maupun praktisi bahu-membahu, secara bersama-sama melakukan Dzikir Iqtishadi. Yaitu program permohonan sekiranya Allah Swt. Menganugerahkan kepada kita melalui naluri, panca indera, akal, dan agama sehamparan hidayat, barokah dan nikmat. Amien!&lt;br /&gt;http://www.pesantrenvirtual.com/index.php?Itemid=57&amp;catid=2:islam-kontemporer&amp;id=1217:menggagas-dzikir-iqtishadi&amp;option=com_content&amp;view=article&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6753813111105956267-9142207540609735211?l=ma-roef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ma-roef.blogspot.com/feeds/9142207540609735211/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6753813111105956267&amp;postID=9142207540609735211' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/9142207540609735211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/9142207540609735211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ma-roef.blogspot.com/2008/12/menggagas-dzikir-iqtishadi.html' title='Menggagas Dzikir Iqtishadi'/><author><name>Ruang Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07800251935819197319</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_AvDsnxCtGUA/R87KpBbLxmI/AAAAAAAAAAk/_MqkVCOp4dY/S220/1_184893673m.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6753813111105956267.post-6263108428025713675</id><published>2008-12-16T23:41:00.000-08:00</published><updated>2008-12-16T23:44:01.210-08:00</updated><title type='text'>Ekonomi Islam dan “Counter Hegemony” Neoliberalisme</title><content type='html'>Ditulis oleh Ma'ruf Muttaqien    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mansour Fakih, dalam buku terakhirnya “Bebas dari Neoliberalisme” mengajukan pertanyaan yang cukup menggigit, kenapa kita miskin. Bagi Mansoer Fakih, kemiskinan bukanlah takdir. Kemiskinan terjadi bukan semata-mata karena kebodohan, kemalasan, atau karena lemahnya sumberdaya manusia. Kita, menurut Mansour, “dimiskinkan” oleh sebuah kebijakan sistematik. Kebijakan yang membuat kita miskin itu adalah “Neoliberalisme”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neoliberalisme lebih lanjut merupakan ideologi dibalik munculnya fenomena globalisasi. Dari kacamatanya yang Marxis, Mansour melihat globalisasi sebagai kelanjutan pola dominasi para pemilik modal, orang-orang kaya, terhadap orang lemah.&lt;br /&gt;     Pola dominasi yang menindas ini sudah berlangsung lima ratus tahun. Fase pertama adalah fase kolonialisme, yakni satu fase sejarah di mana kapitalisme di Eropa mengharuskan ekspansi fisik untuk membuka pasar baru dan mendapatkan bahan baku. Melalui kolonialismelah dominasi manusia atas manusia menjelma dalam bentuk penjajahan dan penindasan hampir di separuh belahan dunia.&lt;br /&gt;Ketika fase ini belum selesai, satu lagi tipe mode of domination baru hadir. Fase yang terjadi sekarang ini ditandai oleh liberalisasi dalam segala bidang yang diterapkan secara terstruktur oleh lembaga-lembaga keuangan global seperti IMF dan WTO. Inilah era globalisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekonomi Indonesia&lt;br /&gt;Di Indonesia, walaupun sebenarnya pelaksanaan agenda-agenda ekonomi neoliberal telah dimulai sejak pertengahan 1980-an, antara lain melalui paket kebijakan deregulasi dan debirokratisasi, pelaksanaannya secara massif menemukan momentumnya setelah Indonesia dilanda krisis moneter pada pertengahan 1997.&lt;br /&gt;Menyusul kemerosotan nilai rupiah, Pemerintah Indonesia kemudian secara resmi mengundang IMF untuk memulihkan perekonomian Indonesia. Sebagai syarat untuk mencairkan dana talangan yang disediakan IMF, pemerintah Indonesia wajib melaksanakan paket kebijakan Konsensus Washington melalui penanda-tanganan Letter Of Intent (LOI), yang salah satu butir kesepakatannya adalah penghapusan subsidi untuk bahan bakar minyak, yang sekaligus memberi peluang masuknya perusahaan multinasional seperti Shell. Begitu juga dengan kebijakan privatisasi beberapa BUMN, diantaranya Indosat, Telkom, BNI, PT. Tambang Timah dan Aneka Tambang.&lt;br /&gt;Liberalisasi modal, pasar keuangan dan privatisasi BUMN merupakan hal yang problematik bagi banyak Negara berkembang terutama Indonesia. Akan tetapi telah banyak Negara yang mapu membuktikan (China, Jepang, Malaysia dan India) bahwa pertumbuhan dan kemakmuran tidak melulu harus tunduk pada neoliberalime.&lt;br /&gt;     Sementara Indonesia menurut Stiglizht merupakan Negara pemakai resep dan mitos favorit neoliberalisme sejak sebelum krisis bahkan hingga kini. Sektor keuangan, Indonesia menganut sistem yang amat liberal, seperti rezim devisa bebas, dimana lalu lintas modal keluar masuk tanpa batasan. Uang-uang panas (hot money) yang hanya berjangka pendek bisa dilahirkan pemiliknya masuk untuk mencari imbal hasil yang tinggi, dan bebas keluar lagi jika tidak lagi memberi hasil memadai.&lt;br /&gt;     Pihak asing juga bebas membeli saham bank, yang merupakan jantung perekonomian. Sistem nilai tukar bisa berfluktuasi tanpa batas. Dan oleh karena itu menurut stiglithz, argument untuk melakukan pembatasan-pembatasan terhadap sistem perbankan dan keuangan untuk melindungi regulasi yang berdasarkan kehati-hatian adalah cara terbaik, betulkah?.&lt;br /&gt;     Situasi Indonesia memang lebih mirip India dan China, makanya menurut ekonom lain seperti De Soto yang mengatakan bahwa permasalahan terpuruknya ekonomi Indonesia dan terlebih masih tingginya angka kemiskinan dan pengangguran adalah lebih dikarenakan masyarakat Indonesia yang belum secara merata mendapatkan akses hukum dan kesempatan. Dan oleh karena itu argument untuk melakukan pembenahan infrastruktur dan pelayanan publik adalah cara yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi Ekonomi Islam&lt;br /&gt;     Satu fenomena spektakuler patut dicatat dalam lembaran sejarah perjalanan perekonomian Negara kita, disaat krisis ekonomi dan keuangan menyeruak dan tak terbantahkan; bank-bank dan korporasi yang tak mampu menyelesaikan utang-utangnya terpaksa harus gulung tikar, perekonomian nyaris ambruk, sementara itu lembaga keuangan syari’ah dan usaha-usaha kecil dan menengah yang menampik tawaran semu neoliberalisme malah mampu bertahan dari krisis yang menjangkit.&lt;br /&gt;Betulkah sisi ideal Islam benar-benar mampu menjadi pecut sekaligus benteng pertahanan terakhir dari gempuran neoliberalisme? Beberapa ekonom Muslim baik di luar maupun dalam negri mengatakan iyah, Islam adalah jalan satu-satunya menuju kemakmuran universal. Sekaligus mampu menandingi kekuatan neoliberalisme.&lt;br /&gt;Pertama, secara antropoligis neoliberalisme lahir dari hasil napak tilas patologi sejarah manusia yang telah mengakhiri absolutisme nilai-nilai dan martabat kemanusian yang hakiki dan mereduksinya menjadi “determinisme ekonomi” atau apa yang di sebut Adam Smith sebagai Homo Oeconomicus. Sedang ekonomi Islam justru sebaliknya lahir dari sejarah manusia yang memamah biakan absolutisme nilai-nilai dan martabat kemanusian yang hakiki. Islam melihat bahwa naluri dasar manusia adalah agama bukan materialisme.&lt;br /&gt;Kedua, secara theologies neoliberalisme merupakan turunan dari keyakinan bahwa tatanan yang tertata secara baik tidaklah selalu memerlukan segala konsepsi tentang metafisik tentang kebaikan. Pandangan ini lebih lanjut menjadi derifasi dari pandangan bahwa spiritualisme, tradisi dan sejarah (the heart of religion) hanyalah sebuah anakronisme yang tidak lagi akan mendapat ruang eksistensi di abad modern.&lt;br /&gt;Sedang Islam melihat bahwa, kemajuan spiritual dan material terikat secara dialektis, dan bahwa interaksi seperti itu menjadi penggerak kemajuan peradaban. Kulminasinya, agama tidaklah melulu menjadi penghalang bagi kemajuan zaman.&lt;br /&gt;Ketiga, karena neoliberalisme berpegang pada prinsip eligo ergo sum (saya memilih maka saya ada) maka, neoliberalisme berisi kecenderungan lepasnya kinerja modal dari kawalan, tetapi dalam bentuk lebih ekstrem. Sementara Islam berpegang pada aturan Al-Aslu fil Mu’ammalat al-ibahah, bahwa setiap urusan dalam mu’ammalat adalah boleh selama tidak ada aturan yang menghalanginya. Artinya bahwa selalu ada nilai-nilai yang membatasi perilaku ekonomi, termasuk liberalisasi modal.&lt;br /&gt;     Fakta bahwa untuk keluar dari ketergantuangan Utang IMF dan Bank Dunia saja Indonesia susahnya bukan main. Belum lagi sejumlah paket kebijakan yang menurut banyak kalangan salah kaprah; RUU Perseroan Terbatas, RUU PMA yang menguntungkan Asing, RUU BHP, kebijakan EPA, pasar bebas dan masih banyak lagi dengan mudahnya diloloskan DPR.&lt;br /&gt;Dengan demikian jelaslah kenapa ada sebagian lembaga yang mendukung dan menentang globalisasi dalam masyarakat. Keberadaan lembaga-lembaga tersebut tidak lepas dari kekuatan ideologi yang melatarbelakanginya. Kalau kekuatan yang dominan sekarang adalah ideologi neoliberal, maka tak aneh kalau banyak lembaga-lembaga dalam masyarakat yang "berpersfektif" neoliberal dan mendukung globalisasi. Namun demikian, tidak berarti kekuatan lain yang lebih lemah tidak punya tempat. Kekuatan tersebut bisa menyusun kekuatan dan pengaruh. Gramsci menyebutnya "counter-hegemony" (hegemoni tandingan atas kekuatan yang dominan).&lt;br /&gt;     Hanya saja karena dalam kenyataannya, upaya counter hegemony yang dilakukan lembaga-lembaga yang melakukan gerakan anti neoliberalisme terkadang bukan ditujukan untuk meng-counter atau menahan laju arus deras globalisasi dan neoliberalisme, tapi malah membuatnya semakin termotivasi untuk tumbuh dan kadang bermetamorfosis. Alison Von Rooy menulis dalam buku Civil Society and Global Finance, bahwa Bank Dunia saja, semenjak tahun 1973, telah melibatkan LSM-LSM dalam 752 proyeknya. Lembaga seperti IMF bahkan kini mempunyai jaringan mailing list dengan sekitar 1000 buah LSM diseluruh dunia hanya untuk mengukuhkan kejayaan globalisasi.&lt;br /&gt;     Dalam konteks inilah penulis meyakini bahwa “Ekonomi Islam” adalah satu-satunya kekuatan yang bisa menjadi pecut sekaligus benteng pertahanan terakhir untuk berlindung dari globalisasi yang telah jauh melenceng dari tujuan awal.&lt;br /&gt;http://www.pesantrenvirtual.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=1200:ekonomi-islam-dan-counter-hegemony-neoliberalisme&amp;catid=8:kajian-ekonomi&amp;Itemid=60&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6753813111105956267-6263108428025713675?l=ma-roef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ma-roef.blogspot.com/feeds/6263108428025713675/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6753813111105956267&amp;postID=6263108428025713675' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/6263108428025713675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/6263108428025713675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ma-roef.blogspot.com/2008/12/ekonomi-islam-dan-counter-hegemony.html' title='Ekonomi Islam dan “Counter Hegemony” Neoliberalisme'/><author><name>Ruang Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07800251935819197319</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_AvDsnxCtGUA/R87KpBbLxmI/AAAAAAAAAAk/_MqkVCOp4dY/S220/1_184893673m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6753813111105956267.post-9008918437397691747</id><published>2008-12-16T23:38:00.000-08:00</published><updated>2008-12-16T23:39:47.600-08:00</updated><title type='text'>Rethinking Bank Syari'ah</title><content type='html'>Penulis : Ma'ruf Muttaqien&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KotaSantri.com : Secara historis, perkembangan lembaga keuangan syari'ah sebetulnya telah dimulai sejak sebelum tahun 1992-an, hal ini terutama disebabkan banyaknya tuntutan terhadap totalitas penegakan tata nilai Islam dari para kaum neo-revivalis yang menuntut pemurnian ajaran-ajaran Islam dari berbagai takhayul, bid'ah, dan khurafat (TBC) yang berkembang hampir dalam seluruh aspek kehidupan ummat Islam sebagai akibat dari westernisme dan globalisasi yang tidak dapat dibendung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun secara legalitas, pendirian dan perkembangan perbankan Syari'ah baru dimulai sejak tahun 1992 dengan ditetapkannya UU no. 7 tahun 1992 tentang Perbankan Syari'ah. Dimulai dari adanya lokakarya yang diadakan oleh MUI, lalu kemudian muncul kesepakatan untuk menuangkannya secara legal dalam sebuah undang-undang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak penetapan undang-undang ini, perkembangan bank syari'ah berjalan secara perlahan yang kemudian mampu berlari secepat kilat setelah bank syari'ah mampu memperlihatkan ketahanannya tehadap krisis moneter tahun '98, sejak saat itu bank syari'ah bak seorang primadona perekonomian yang banyak digandeng dan dilamar oleh para pengusaha dan investor baik domestik maupun internasional. Selintas, kemajuan yang dialami bank syari'ah saat ini sangat menggembirakan, namun bila kita mau lebih mencermatinya lagi, kemajuan ini bukannya tanpa celah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironis memang di Negara dengan jumlah muslim terbanyak di dunia, namun kemajuan bank syari'ahnya hanya mampu mencapai pada dua digit saja. Bayangkan saja dari total aset yang dimiliki perbankan syari'ah saat ini, hanya sekitar 0,8% dari seluruh total asset Perbankan Nasional, dari kenyataan ini berarti masih banyak sekali lahan yang belum tergarap oleh bank syari'ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah Saed dalam bukunya "Menyoal Bank Syari'ah" (Paramadina, 2004) melansir, paling tidak ada tiga persoalan yang sering ditemui menyangkut inkonsistensi bank syari'ah dalam pengoperasiannya di negara-negara muslim. Pertama, Adanya kegagalan implementasi profit and loss sharing (PLS) dari sekian banyak instrumen bank syari'ah yang ada di Indonesia, implementasi PLS oleh bank-bank syari'ah di Indonesia masih jauh panggang dari api, baik secara konseptual, struktural, maupun operasionalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara konseptual, praktek profit and loss sharing merupakan produk yang beresiko tinggi, hal ini membuat bank belum mampu menerapkannya, akibatnya nasabah lebih suka melakukan transaksi non-PLS seperti murabahah (debt financing). Secara stuktural, bank Syari'ah pada umumnya bukanlah bank investasi, tapi merupakan bank dagang, karena sumber pembiayaannya berasal dari dana jangka pendek, dan secara operasional, sering terjadinya inefisiensi praktek PLS, moral bangsa yang bobrok, dan budaya konsumerisme yang merebak menghilangkan kemauan untuk berinvestasi, selain itu sulitnya mencari pengusaha yang bersedia untuk melakukan transaksi secara PLS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraknya dominasi pembiayaan debt financing dibandingkan PLS, telah membuat adanya pemfiksian hukum (Hiyal) tentang prinsip-prinsip syari'ah yang diterapkan dalam bank syari'ah. Islam menghalalkan jual beli, namun apakah Islam menghalalkan praktek murabahah dalam bank syari'ah yang lebih membuka ruang transaksi riba ini? Dengan nada apologetik, pihak yang mendukung praktek ini menyatakan, "Islam memberikan ruang yang luas bagi praktek muamalah (Al-Aslu fi Al-Muammalat Al-Ibahah) yang berarti murabahah adalah sesuatu yang legal secara normative." Bila secara normatif Murabahah dilegalkan, lalu apa bedanya dengan transaksi ribawi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap-sikap seperti inilah yang membuat munculnya distorsi kepercayaan masyarakat terhadap bank syari'ah, MUI wa bil khusushan DSN terlalu bersikap formalistik dan menganggap persoalan bank syari'ah adalah menyangkut halal dan haram, boleh atau tidak boleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus Fatwa haram MUI beberapa saat yang lalu hendaknya menjadi autokritik bagi MUI (DSN) ataupun pihak bank syari'ah sendiri yang sampai saat ini masih melihat pada penekanan prinsip-prinsip syari'ah dari perspektif makro, tanpa melihatnya dari perspektif mikro. Artinya, prinsip-prinsip syari'ah yang tercermin dalam bank syari'ah tidak sebatas pada nilai-nilai pelarangan riba ataupun distribusi saja, tapi juga penekanan pada aspek profesionalisme, sikap amanah, serta bagaimana kemudian bank syari'ah melihat permasalahan ummat yang semakin pelik dan mencekik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, bank syari'ah ke depannya harus lebih menyiapkan diri agar lebih matang bila terjadi pengalihan dana pihak ketiga yang relatif besar. Selain melakukan efisiensi internal, pengembangan sistem perbankan syari'ah dapat pula menerapkan strategi ekspansi 'economies of scale' dan atau 'economies of scope'. Penerapan strategi economies of scale dilakukan secara horisontal dengan meningkatkan cakupan pasar melalui aliansi strategis dengan mitra usaha domestik maupun internasional. Penerapan strategi of scope dapat dilakukan dengan menambah kelengkapan instrumen transaksi syari'ah (termasuk dengan memanfaatkan kemajuan dalam bidang teknologi informasi) sehingga lebih dapat meningkatkan fleksibilitas penerapan jasa keuangan syari'ah bagi masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberdayaan Ekonomi Kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilematis memang, bila dunia perbankan syari'ah kita masih terjebak kepada syari'at oriented. Di satu sisi, dunia perbankan dituntut untuk mampu memberikan peranannya dalam usaha mensejahterakan rakyat, namun di sisi lain ia terbatas oleh penegakan prinsip-prinsip syari'at Islam. Namun, itu sebetulnya dapat dihindari bila saja pihak bank syari'ah mau bersikap lebih progressif dan transformatif dalam membaca realitas.&lt;br /&gt;Data statistik menko menyebutkan bahwa 42 unit usaha di Indonesia, 99,9 persennya adalah UMKM. Lalu, 99,2 persen kesempatan kerja, 57 persen kebutuhan barang, dan 19 persen ekspor nasional disediakan UMKM. UMKM juga memberikan kontribusi 2-4 persen terhadap pertumbuhan nasional dan 56 persen pada PDB (Koran ini edisi Rabu, 23 Februari 2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila saja setiap unit usaha kecil tersebut mampu difasilitasi dan diberdayakan, secara otomatis pula 42 juta lapangan kerja baru akan lahir, dan ini berarti jumlah masyarakat miskin akan berkurang. Tapi yang menjadi pertanyaannya kemudian adalah mampukah bank syari'ah memberi fasilitas dan memberdayakan saudara lamanya yang pada saat krisis '98 mampu bertahan pula bila seandainya pihak bank syari'ah masih menggunakan pola fikir tradisional dan scriptural?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah kemudian signifikasi dari keharusan akan perubahan terhadap pola pikir, paradigma pihak yang memiliki otoritas dalam penafsiran prinsip-prinsip syari'ah dari pola formalistik menuju pola yang lebih transpormatif dan humanis. Yang akhirnya pembacaan kembali terhadap kitab-kitab klasik akan menjadi sebuah keharusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila paradigma pihak-pihak yang terkait dengan bank syari'ah telah sesuai dengan yang disampaikan tadi, barulah ke depan bank syari'ah dengan optimisme mampu berevolusi dari sebelumnya operasional bank syariah yang ditekankan kepada prinsip share holder value, dengan memaksimumkan keuntungan sepihak menjadi bank syari'ah yang diharapkan mampu memiliki prinsip stake holder value, dimana manfaat yang didapat tidak lagi difokuskan hanya pada pemegang saham ansich, namun semua pihak yang terkait mampu merasakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirul kalam, penulis melihat apabila apa yang disampaikan di awal tadi telah terejawantahkan dalam operasional bank syari'ah ditambah lagi dengan dukungan dari berbagai pihak, niscaya perbankan syari'ah ke depan akan semakin berkembang dan masyarakat lambat laun akan merasa memiliki terhadap bank syari'ah. Wallahu a'lamu bishawab&lt;br /&gt;http://www.kotasantri.com/bilik.php?aksi=Detail&amp;sid=576&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6753813111105956267-9008918437397691747?l=ma-roef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ma-roef.blogspot.com/feeds/9008918437397691747/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6753813111105956267&amp;postID=9008918437397691747' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/9008918437397691747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/9008918437397691747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ma-roef.blogspot.com/2008/12/rethinking-bank-syariah.html' title='Rethinking Bank Syari&apos;ah'/><author><name>Ruang Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07800251935819197319</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_AvDsnxCtGUA/R87KpBbLxmI/AAAAAAAAAAk/_MqkVCOp4dY/S220/1_184893673m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6753813111105956267.post-8574975665018550632</id><published>2008-11-24T00:13:00.000-08:00</published><updated>2008-11-24T00:16:30.361-08:00</updated><title type='text'>Soeharto Pahlawan bagi PKS versi Anis Matta?</title><content type='html'>SUMBER : DETIK.COM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta - Iklan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menempatkan mantan penguasa orde baru Soeharto sebagai pahlawan dan guru bangsa mendapat reaksi dari sejumlah kalangan. Partai berbasis agama ini kemudian dituding sudah menjadi antek Soeharto. Akibatnya isu perpecahan pun melanda partai tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asumsi ini berlandaskan perbedaan pendapat antara Presiden PKS Tifatul Sembiring dengan Sekjen PKS Anis Matta terkait iklan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tifatul merasa ada yang salah dalam iklan tersebut. Sebab sepengetahuannya, materi iklan yang dipresentasikan Anis Matta di hadapan dirinya, Selasa 4 November 2008, berbeda dengan iklan yang muncul di sejumlah televisi. Lagi pula, Tifatul kurang setuju dengan penempatan Soeharto sebagai pahlawan maupun guru bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Sekjen PKS Anis Matta? Berikut petikan wawancara detikcom dengan Anis Matta melalui telepon:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iklan PKS yang menyatakan Soeharto sebagai pahlawan dan guru bangsa banyak dikecam. Apa anda pendapat soal ini?&lt;br /&gt;Saya kira wajar kalau ada yang mengkritisi iklan tersebut. Alasannya macam-macam. Tapi PKS tidak punya tendensi apa-apa selain ajakan untuk rekonsiliasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Presiden PKS Tifatul Sembiring mengaku ada yang salah dalam iklan tersebut. Mengapa demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu masalah teknis saja. Sebab waktu materi iklan ditampilkan pada 4 November, di hadapan Presiden PKS serta dewan syura, suaranya belum ada. Karena memang baru berupa dummy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal isu perpecahan di PKS bagaimana?Itu tidak benar. Karena hanya masalah teknis saja. Bukan gagasannya yang berbeda. Saya juga sudah bicarakan itu dengan Tifatul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi soal Soeharto yang dikatakan dalam iklan sebagai guru bangsa dan pahlawan apakah sudah disepakati di internal partai?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja sudah. Sebelum keputusan menayangkan Soeharto sebagai bapak bangsa kami sudah melakukan survei tentang harapan masyarakat Februari 2008. Setelah dilakukan survei munculan nama Soeharto yang diusulkan sejumlah kader-kader di daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan tudingan kalau Bang Anis sebagai antek Soeharto karena iklan tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi yang menempatkan Soeharto sebagai guru bangsa itu adalah hasil survei di daerah-daerah. Dan dari beberapa survei sebelumnya yang pernah dirilis sebuah lembaga, Soeharto menempati urutan pertama sebagai mantan presiden yang masih dicintai rakyat. Jadi kami menganggap penayangan Soeharto sangat tidak berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dari survei yang kami lakukan, sebagaian besar masyarakat menganggap reformasi tidak memberikan apa-apa kepada rakyat. Reformasi diartikan antitesa terhadap Orde Baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi reformasi tersebut mirip-mirip orde lama. Misalnya dari banyak partai tapi gagal dalam pembangunan ekonomi. Sedangkan orde baru ekonominya stabil tapi demokrasinya yang gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari situlah PKS ingin mengubah pandangan tersebut. Kami ingin mengajak semua komponen bangsa untuk melihat ke depan. Jangan lagi terjebak antara orde lama maupun orde baru. Untuk itu kita akan melakukan upaya rekonsiliasi demi kesejahteraan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apakah rekonsiliasi tersebut sebagai sebuah solusi untuk kesejahteraan rakyat?Dengan adanya rekonsiliasi kita bisa bahu-membahu membangun bangsa. Tidak lagi melihat dari orde mana atau partai mana. Yang penting masyarakat bisa disejahterakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi gagasan rekonsiliasi itu kurang mendapat respon. Bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini beberapa anak atau cucu dari tokoh-tokoh bangsa, sudah kami datangi. Mereka umumnya menyambut gagasan kami. Mudah-mudahan pertemuan antara keluarga tokoh bangsa ini bisa terlaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sebetulnya yang ada di benak Anis Matta?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6753813111105956267-8574975665018550632?l=ma-roef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ma-roef.blogspot.com/feeds/8574975665018550632/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6753813111105956267&amp;postID=8574975665018550632' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/8574975665018550632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/8574975665018550632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ma-roef.blogspot.com/2008/11/soeharto-pahlawan-bagi-pks-versi-anis.html' title='Soeharto Pahlawan bagi PKS versi Anis Matta?'/><author><name>Ruang Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07800251935819197319</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_AvDsnxCtGUA/R87KpBbLxmI/AAAAAAAAAAk/_MqkVCOp4dY/S220/1_184893673m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6753813111105956267.post-3961764124815649602</id><published>2008-11-23T23:28:00.000-08:00</published><updated>2008-11-23T23:35:10.516-08:00</updated><title type='text'>Realisme Politik PKS;</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AvDsnxCtGUA/SSpZFzyTngI/AAAAAAAAAB4/7mZronAzerM/s1600-h/LOGO_PARTAI_KEADILAN_SEJAHTERA.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 225px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AvDsnxCtGUA/SSpZFzyTngI/AAAAAAAAAB4/7mZronAzerM/s320/LOGO_PARTAI_KEADILAN_SEJAHTERA.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272124270126013954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tayangan Iklan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menampilkan sejumlah tokoh Bangsa, mulai dari KH. Ahmad Dahlan, Sudirman, Soekarno,  hinggga Soeharto yang dianggap kontroversial mulai menarik perhatian masyarakat dan pengamat politik. &lt;br /&gt;Bukan cuma karena Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berhak atau tidak untuk menampilkan beberapa tokoh tersebut, tapi juga karena Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sadar betul akan nasihat politik yang berbunyi; ”Bila ingin besar, maka partai-partai Islam harus mulai memasuki wilayah tengah percaturan politik Indonesia, menjadi lebih terbuka. Dan sedikit mulai mengikis kesan lama sebagai partai islam yang ekslusif.”&lt;br /&gt;Kenapa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berani mengambil langkah tersebut, padahal kita sama-sama tahu bahwa, meski dengan identitas lama pun sebetulnya PKS masih bisa sefenomenal pada pemilu 2004, dengan lonjakan jumlah suara hingga lima kali lipat, atau malah bisa lebih.&lt;br /&gt;Tampaknya, PKS tidak hanya ingin dikenal sebagai partai yang fenomenal dan nyentrik karena simbol-simbol idiologis. Tapi PKS ingin lebih dikenal sebagai partai islam yang juga tidak dapat diragukan komitmen demokrasi dan kebangsaannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standard Ganda &lt;br /&gt;Seperti kita ketahui dalam sejarah politik islam kontemporer, telah cukup banyak partai-partai islam seperti PKS yang harus berusaha digagalkan kemenangannya secara tidak demokratis, atau malah berakhir dengan tragis. Sebut saja partai FIS di Aljazair, Hammas di Palestina, dan rezim Taliban di Afganistan. &lt;br /&gt;Partai-partai tersebut dianggap; pertama, melahirkan totalitarianisme yang berpotensi melanggar prinsip-prinsip HAM dan demokrasi ketika suatu saat mereka berhasil merebut kekuasaan. Kedua, keikutsertaan partai-partai islam dalam proses demokrasi dianggap memiliki tujuan ganda. Yang selain untuk merebut kekuasaan, juga untuk memaksakan nilai-nilai kepada warga negara.&lt;br /&gt;Dan ketiga, partai-partai islam dianggap menyimpan bahaya radikalisme dan terorisme. Kekerasan yang terjadi dalam negara-negara islam dianggap sebagai akibat dari adanya pemaksaan nilai-nilai terhadap warga negaranya. Bila semakin banyak negara dikuasai partai-partai islam maka, bahaya terorisme akan semakin mengancam tidak saja hanya dalam negaranya, tapi bagi dunia.  &lt;br /&gt;Ketiga faktor tersebutlah yang juga dianggap menjadi penyebab partai-partai islam sulit untuk berkembang, selain juga memang karena ketidakmampuan partai-partai Islam dalam menerjemahkan tradisi politik klasik Islam dalam idiom-idiom politik modern. &lt;br /&gt;Alih-alih menerjemahkan tradisi politik islam kedalam idiom modern yang demokratis, partai politik dan dunia islam malah membangun relasi yang tidak harmonis dengan demokrasi dan tatanan global. Terutama dengan munculnya kekrasan dan terorisme yang meresahkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam Moderat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah signifikansi dibalik tayangan iklan yang kontroversial tersebut, Partai keadilan Sejahtera (PKS) lewat tayangan tersebut sebetulnya sedang berusaha menata latar, teknik, enggel dan peranti drama politik yang mengusung tema bergenre islam moderat. Yang diawal tulisan ini disebut sebagai wilayah tengah. Sebuah aliran politik modern yang mencoba keluar dari paradigma ”behind right and left.”&lt;br /&gt;Dalam khazanah pemikiran politik islam, genre ini sebetulnya tidak terlalu asing. Bahkan telah menjadi tema utama, dan rasanya akan sangat sulit menemukan ulama, fuqaha maupun filosof islam yang tidak pernah menyebut idiom-idiom moderatisme ini. &lt;br /&gt;Imam Ghazali yang dikenal sebagai pengecam rasionalisme, dalam nasihah al-mulknya secara lebih gamblang meramu konsep mizan (yang secara harfiah berarti neraca) atau keseimbangan (I’tidal). &lt;br /&gt;Dalam realitas mutakhir, konsep-konsep tersebut kemudian kita kenal dengan tradisi politik yang menekankan etika dan kebijaksanaan plus perhitungan rasional dalam urusan-urusan politik (realisme politik).&lt;br /&gt;Konsep I’tidal meyakini bahwa kebenaran harus diinterpretasikan dan diberlakukan melalui akal. Sedang konsep mizan yang merujuk pada neraca pedagang; adalah metode untuk menghitung neraca keadilan. &lt;br /&gt;Konsep mizan dan I’tidal sangat berhubungan dengan jalan tengah diantara dua kutub, yang dianggap sebagai ciri kebijaksanaan dalam islam. dengan demikian kedua konsep ini merupakan lawan dari liberalisme maupun fundamentalisme.&lt;br /&gt;Moderatisme, demikian kira-kira kita sematkan kepada konsep-konsep tersebut. Genre politik yang mulai dijajaki oleh Partai keadilan sejahtera (PKS) bukan saja sejak ditayangkannya iklan kontroversial tersebut, tapi sudah sejak Mukernas Bali bulan Januari 2008 lalu. &lt;br /&gt;Moderatisme, demikian juga kiranya yang dijadikan landasan ketua Masjlis Syuro PKS ketika berkomentar tentang eksekusi Amrozi. Menurutnya; ”radikalisme bukanlah jalan islam.” &lt;br /&gt; Akhirnya kita hanya bisa berharap, agar lompatan quantum ini tidak hanya dilakukan oleh PKS. Tapi juga dilakukan oleh partai-partai islam, ormas, dan kelompok lainnya. Sehingga kedepan kita dapat melihat sebuah tatatan masyarakat yang tertata secara lebih baik, bangsa yang lebih bermartabat dan pergumulan global yang lebih manusiawi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6753813111105956267-3961764124815649602?l=ma-roef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ma-roef.blogspot.com/feeds/3961764124815649602/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6753813111105956267&amp;postID=3961764124815649602' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/3961764124815649602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/3961764124815649602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ma-roef.blogspot.com/2008/11/realisme-politik-pks.html' title='Realisme Politik PKS;'/><author><name>Ruang Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07800251935819197319</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_AvDsnxCtGUA/R87KpBbLxmI/AAAAAAAAAAk/_MqkVCOp4dY/S220/1_184893673m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AvDsnxCtGUA/SSpZFzyTngI/AAAAAAAAAB4/7mZronAzerM/s72-c/LOGO_PARTAI_KEADILAN_SEJAHTERA.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6753813111105956267.post-2513445759088475478</id><published>2008-08-17T06:30:00.000-07:00</published><updated>2009-03-19T10:02:37.598-07:00</updated><title type='text'>Foto Bugil dan Sindrom Seksualitas Plastis; Fenomena Seksualitas Dalam Masyarakat Modern</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_AvDsnxCtGUA/ScJ6oGTbktI/AAAAAAAAAEI/ADSuh2mRyAQ/s1600-h/bae.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 172px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AvDsnxCtGUA/ScJ6oGTbktI/AAAAAAAAAEI/ADSuh2mRyAQ/s320/bae.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314945339556074194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang menyangka, kalau dibalik wajah inocent Ryan yang akhir-akhir ini selalu muncul di layar televisi ternyata tersimpan hasrat-keji yang membuat lebih dari sepuluh nyawa melayang. Hingga saat ini, pembunuhan berantai yang disebut-sebut sebagai pembunuhan tersadis dalam satu dekade terakhir ini belum dapat disimpulkan disebabkan oleh motif hasrat seksualitas, ekonomi atau kesenangan (money and pleasure).&lt;br /&gt;Derasnya arus modernisasi memang terkadang membuat kita larut dalam ingar bingar dan mimpi kemajuan masa depan yang lebih baik dan sejahtera. Menghadirkan harapan baru dan sejenak menghapus noda “ketertinggalan zaman”. Hanya saja hal tersebut terkadang membutakan mata, mengadopsi apapun dari hasil modernisasi tanpa sebuah kritisisme.&lt;br /&gt;Saking rumitnya dunia baru ini, Fazlur Rahman sampai menjulukinya sebagai jenus faced (wajah ganda). Karena selain membawa keuntungan teknologi dan ilmu pengetahuan bagi masyarakat, juga dengan akibat yang berpengaruh luas pada kebudayaan dan nilai-nilai. Keluarga sebagai institusi terendah dalam relasi sosial, merupakan yang paling mengkhawatirkan di era ini. Terutama soal seksualitas, reproduksi dan perkawinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revolusi Seksualitas&lt;br /&gt;Meskipun dekade ini hampir bisa dipastikan bukan yang terkotor dalam kehidupan relasi sosial, tapi dapat dipastikan bahwa saat ini merupakan masa yang paling terobsesi oleh revolusi seksual yang memaksa laki-laki ataupun perempuan menegosiasikan kembali keintiman yang mereka inginkan. &lt;br /&gt;Bila diera pra-modern relasi seksual hampir tidak dapat keluar dari relasi heteroseksual, perkawinan dan reproduksi, maka kecenderungan diera modern adalah keinginan dari sebagian orang untuk memutuskan hubungan yang niscaya antara seksualitas, reproduksi dan perkawinan atau apa yang oleh Anthony Giddens disebut sebagai ”seksualitas plastis.”&lt;br /&gt;Seksualitas Plastis merupakan efek terburuk dalam transformasi keintiman (transformation of intimacy), dimana seksualitas semakin menjadi bagian yang terpisah dari reproduksi. Seiring kemajuan teknologi, saat ini konsepsi itu dapat diproduksi, bukan hanya sekedar kemaluan buatan, tetapi juga seksualitas pada akhirnya benar-benar sudah dapat mengurus kebutuhannya sendiri.&lt;br /&gt;Celakanya, kembali meminjam konsepsinya Giddens, Seksualitas Plastis bukan hanya telah mengubah semua konsepsi masyarakat modern tentang seksualitas, namun juga telah menjadi ciri kepribadian, lebih lanjut menjadi identitas diri yang intrinsik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan Demokrasi&lt;br /&gt;Pembunuhan berantai yang diperkirakan bermotifkan kepuasan seksualitas dan ekonomi yang dilakukan oleh Ryan, mungkin adalah yang terburuk sepanjang sejarah revolusi seksual dalam kehidupan sosial kita. Kasus tersadis ini bukan hanya sekedar membuktikan akan efek terburuk dari transformasi keintiman, tapi juga merupakan bentuk kegagalan demokrasi untuk menghadirkan sikap toleransi kosmopolitan dalam menghadapi fundamentalisme, baik agama maupun pasar (neoliberalisme).&lt;br /&gt;Karena alih-alih laju transformasi keintiman yang selama ini terjadi melahirkan emansipasi dalam ruang publik, nyatanya malah dieksploitasi menjadi trend yang paling menjanjikan dalam industri dan gaya hidup. Trend ini terlihat nyata dalam tayangan televisi yang menghadirkan ikon-ikon artis berlaga kemayu seperti Ryan.&lt;br /&gt;Sementara itu fundamentalisme agama juga tidak mampu menyediakan ruang dialog untuk melewati tahapan ini. Doktrin agama yang kita kenal tentang perilalu menyimpang ini lebih sering dikaitkan secara historis dengan sejarah kaumnya nabi Luth (kaum sodom), dibandingkan alasan lain yang lebih rasional, yang memberikan solusi lain yang lebih mungkin diterima masayarakat modern. Pada akhirnya, kehidupan sosial kita tidak mampu dijinakan, dan malah lepas kendali (run a way).&lt;br /&gt; Fundamentalisme pasar dan agama tampak berkelindan dalam menyikapi fenomena seksualitas plastis, sehingga menimbulkan dilema dan anomali dalam masyarakat yang telah terkena sindrom seksualitas plastis. Melaju tak terkendali akibat industri pasar, sementara rem norma, agama dan hukum tampak belum selesai berkesimpulan.&lt;br /&gt; Dalam masyarakat demokratis yang gagal mengatasi totalitarianisme pasar dan agama; seksualitas, mode, musik dan budaya populer lainnya secara cepat berubah menjadi alat untuk mengamini dan mempertahankan rezim kapitalisme. Sehingga seksualitas plastis dapat dengan mudah tumbuh subur, meski efek terburuknya semakin nyata seperti dalam kasus Ryan dan beberapa kasus pembunuhan baru-baru ini.&lt;br /&gt; Sementara itu efek lain dari seksualitas plastis yang terkait dengan semakin jauhnya relasi keintiman dengan reproduksi, perkawinan dan kenikmatan seksual juga semakin mendapatkan ruang dan waktu terbaiknya. Hal ini bisa terlihat jelas dari produksi alat kontrasepsi, tayangan erotis, kasus perceraian sejumlah artis, dan yang paling mengerikan tentu saja pergaulan bebas dikalangan abg yang semakin marak.&lt;br /&gt; Tak ada cara lain, untuk menghilangkan sindrom seksualitas plastis yang telah berpengaruh sangat luas hingga menjadi perilaku korupsi yang marak dinegri ini selain dari berharap kepada demokrasi. Karena seperti apa yang diungkapkan oleh para psikolog Jungian, yang membaca kesalahan besar Michael Fouchalt dan Freud ketika menyimpulkan psikopatologi masyarakat modern. Yaitu tidak adanya diskusi lebih lanjut tentang cinta dan romantisme atau apa yang kita kenal dengan Harmony (keseimbangan) dalam masyarakat demokratis. Dibandingkan dengan hasrat seksualitas (passion Amour), Cinta dan romantisme disebut-sebut akan mampu mengatasi penyakit kejiwaan apapun yang menimbulkan kerusakan dalam masyarakat modern, semoga......&lt;br /&gt;Dimuat di Koran jakarta (9 Agustus 2008)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6753813111105956267-2513445759088475478?l=ma-roef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ma-roef.blogspot.com/feeds/2513445759088475478/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6753813111105956267&amp;postID=2513445759088475478' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/2513445759088475478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/2513445759088475478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ma-roef.blogspot.com/2008/08/sindrom-seksualitas-plastis-fenomena.html' title='Foto Bugil dan Sindrom Seksualitas Plastis; Fenomena Seksualitas Dalam Masyarakat Modern'/><author><name>Ruang Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07800251935819197319</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_AvDsnxCtGUA/R87KpBbLxmI/AAAAAAAAAAk/_MqkVCOp4dY/S220/1_184893673m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_AvDsnxCtGUA/ScJ6oGTbktI/AAAAAAAAAEI/ADSuh2mRyAQ/s72-c/bae.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6753813111105956267.post-1945862899733248233</id><published>2008-08-04T07:25:00.000-07:00</published><updated>2008-08-04T07:43:03.188-07:00</updated><title type='text'>Ekonomi Islam dan “Counter Hegemony” Neoliberalisme</title><content type='html'>Mansour Fakih, dalam buku terakhirnya “Bebas dari Neoliberalisme” mengajukan pertanyaan yang cukup menggigit, kenapa kita miskin. Bagi Mansoer Fakih, kemiskinan bukanlah takdir. Kemiskinan terjadi bukan semata-mata karena kebodohan, kemalasan, atau karena lemahnya sumberdaya manusia. Kita, menurut Mansour, “dimiskinkan” oleh sebuah kebijakan sistematik. Kebijakan yang membuat kita miskin itu adalah “Neoliberalisme”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neoliberalisme lebih lanjut merupakan ideologi dibalik munculnya fenomena globalisasi. Dari kacamatanya yang Marxis, Mansour melihat globalisasi sebagai kelanjutan pola dominasi para pemilik modal, orang-orang kaya, terhadap orang lemah.&lt;br /&gt;     Pola dominasi yang menindas ini sudah berlangsung lima ratus tahun. Fase pertama adalah fase kolonialisme, yakni satu fase sejarah di mana kapitalisme di Eropa mengharuskan ekspansi fisik untuk membuka pasar baru dan mendapatkan bahan baku. Melalui kolonialismelah dominasi manusia atas manusia menjelma dalam bentuk penjajahan dan penindasan hampir di separuh belahan dunia.&lt;br /&gt;Ketika fase ini belum selesai, satu lagi tipe mode of domination baru hadir. Fase yang terjadi sekarang ini ditandai oleh liberalisasi dalam segala bidang yang diterapkan secara terstruktur oleh lembaga-lembaga keuangan global seperti IMF dan WTO. Inilah era globalisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Ekonomi Indonesia&lt;br /&gt;Di Indonesia, walaupun sebenarnya pelaksanaan agenda-agenda ekonomi neoliberal telah dimulai sejak pertengahan 1980-an, antara lain melalui paket kebijakan deregulasi dan debirokratisasi, pelaksanaannya secara massif menemukan momentumnya setelah Indonesia dilanda krisis moneter pada pertengahan 1997.&lt;br /&gt;      Menyusul kemerosotan nilai rupiah, Pemerintah Indonesia kemudian secara resmi mengundang IMF untuk memulihkan perekonomian Indonesia. Sebagai syarat untuk mencairkan dana talangan yang disediakan IMF, pemerintah Indonesia wajib melaksanakan paket kebijakan Konsensus Washington melalui penanda-tanganan Letter Of Intent (LOI), yang salah satu butir kesepakatannya adalah penghapusan subsidi untuk bahan bakar minyak, yang sekaligus memberi peluang masuknya perusahaan multinasional seperti Shell. Begitu juga dengan kebijakan privatisasi beberapa BUMN, diantaranya Indosat, Telkom, BNI, PT. Tambang Timah dan Aneka Tambang.&lt;br /&gt;Liberalisasi modal, pasar keuangan dan privatisasi BUMN merupakan hal yang problematik bagi banyak Negara berkembang terutama Indonesia. Akan tetapi telah banyak Negara yang mapu membuktikan (China, Jepang, Malaysia dan India) bahwa pertumbuhan dan kemakmuran tidak melulu harus tunduk pada neoliberalime.&lt;br /&gt;     Sementara Indonesia menurut Stiglizht merupakan Negara pemakai resep dan mitos favorit neoliberalisme sejak sebelum krisis bahkan hingga kini. Sektor keuangan, Indonesia menganut sistem yang amat liberal, seperti rezim devisa bebas, dimana lalu lintas modal keluar masuk tanpa batasan. Uang-uang panas (hot money) yang hanya berjangka pendek bisa dilahirkan pemiliknya masuk untuk mencari imbal hasil yang tinggi, dan bebas keluar lagi jika tidak lagi memberi hasil memadai.&lt;br /&gt;     Pihak asing juga bebas membeli saham bank, yang merupakan jantung perekonomian. Sistem nilai tukar bisa berfluktuasi tanpa batas. Dan oleh karena itu menurut stiglithz, argument untuk melakukan pembatasan-pembatasan terhadap sistem perbankan dan keuangan untuk melindungi regulasi yang berdasarkan kehati-hatian adalah cara terbaik, betulkah?.&lt;br /&gt;     Situasi Indonesia memang lebih mirip India dan China, makanya menurut ekonom lain seperti De Soto yang mengatakan bahwa permasalahan terpuruknya ekonomi Indonesia dan terlebih masih tingginya angka kemiskinan dan pengangguran adalah lebih dikarenakan masyarakat Indonesia yang belum secara merata mendapatkan akses hukum dan kesempatan. Dan oleh karena itu argument untuk melakukan pembenahan infrastruktur dan pelayanan publik adalah cara yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi Ekonomi Islam&lt;br /&gt;     Satu fenomena spektakuler patut dicatat dalam lembaran sejarah perjalanan perekonomian Negara kita, disaat krisis ekonomi dan keuangan menyeruak dan tak terbantahkan; bank-bank dan korporasi yang tak mampu menyelesaikan utang-utangnya terpaksa harus gulung tikar, perekonomian nyaris ambruk, sementara itu lembaga keuangan syari’ah dan usaha-usaha kecil dan menengah yang menampik tawaran semu neoliberalisme malah mampu bertahan dari krisis yang menjangkit.&lt;br /&gt;Betulkah sisi ideal Islam benar-benar mampu menjadi pecut sekaligus benteng pertahanan terakhir dari gempuran neoliberalisme? Beberapa ekonom Muslim baik di luar maupun dalam negri mengatakan iyah, Islam adalah jalan satu-satunya menuju kemakmuran universal. Sekaligus mampu menandingi kekuatan neoliberalisme.&lt;br /&gt;Pertama, secara antropoligis neoliberalisme lahir dari hasil napak tilas patologi sejarah manusia yang telah mengakhiri absolutisme nilai-nilai dan martabat kemanusian yang hakiki dan mereduksinya menjadi “determinisme ekonomi” atau apa yang di sebut Adam Smith sebagai Homo Oeconomicus. Sedang ekonomi Islam justru sebaliknya lahir dari sejarah manusia yang memamah biakan absolutisme nilai-nilai dan martabat kemanusian yang hakiki. Islam melihat bahwa naluri dasar manusia adalah agama bukan materialisme.&lt;br /&gt;Kedua, secara theologies neoliberalisme merupakan turunan dari keyakinan bahwa tatanan yang tertata secara baik tidaklah selalu memerlukan segala konsepsi tentang metafisik tentang kebaikan. Pandangan ini lebih lanjut menjadi derifasi dari pandangan bahwa spiritualisme, tradisi dan sejarah (the heart of religion) hanyalah sebuah anakronisme yang tidak lagi akan mendapat ruang eksistensi di abad modern.&lt;br /&gt;Sedang Islam melihat bahwa, kemajuan spiritual dan material terikat secara dialektis, dan bahwa interaksi seperti itu menjadi penggerak kemajuan peradaban. Kulminasinya, agama tidaklah melulu menjadi penghalang bagi kemajuan zaman.&lt;br /&gt;Ketiga, karena neoliberalisme berpegang pada prinsip eligo ergo sum (saya memilih maka saya ada) maka, neoliberalisme berisi kecenderungan lepasnya kinerja modal dari kawalan, tetapi dalam bentuk lebih ekstrem. Sementara Islam berpegang pada aturan Al-Aslu fil Mu’ammalat al-ibahah, bahwa setiap urusan dalam mu’ammalat adalah boleh selama tidak ada aturan yang menghalanginya. Artinya bahwa selalu ada nilai-nilai yang membatasi perilaku ekonomi, termasuk liberalisasi modal.&lt;br /&gt;     Fakta bahwa untuk keluar dari ketergantuangan Utang IMF dan Bank Dunia saja Indonesia susahnya bukan main. Belum lagi sejumlah paket kebijakan yang menurut banyak kalangan salah kaprah; RUU Perseroan Terbatas, RUU PMA yang menguntungkan Asing, RUU BHP, kebijakan EPA, pasar bebas dan masih banyak lagi dengan mudahnya diloloskan DPR.&lt;br /&gt;Dengan demikian jelaslah kenapa ada sebagian lembaga yang mendukung dan menentang globalisasi dalam masyarakat. Keberadaan lembaga-lembaga tersebut tidak lepas dari kekuatan ideologi yang melatarbelakanginya. Kalau kekuatan yang dominan sekarang adalah ideologi neoliberal, maka tak aneh kalau banyak lembaga-lembaga dalam masyarakat yang "berpersfektif" neoliberal dan mendukung globalisasi. Namun demikian, tidak berarti kekuatan lain yang lebih lemah tidak punya tempat. Kekuatan tersebut bisa menyusun kekuatan dan pengaruh. Gramsci menyebutnya "counter-hegemony" (hegemoni tandingan atas kekuatan yang dominan).&lt;br /&gt;     Hanya saja karena dalam kenyataannya, upaya counter hegemony yang dilakukan lembaga-lembaga yang melakukan gerakan anti neoliberalisme terkadang bukan ditujukan untuk meng-counter atau menahan laju arus deras globalisasi dan neoliberalisme, tapi malah membuatnya semakin termotivasi untuk tumbuh dan kadang bermetamorfosis. Alison Von Rooy menulis dalam buku Civil Society and Global Finance, bahwa Bank Dunia saja, semenjak tahun 1973, telah melibatkan LSM-LSM dalam 752 proyeknya. Lembaga seperti IMF bahkan kini mempunyai jaringan mailing list dengan sekitar 1000 buah LSM diseluruh dunia hanya untuk mengukuhkan kejayaan globalisasi.&lt;br /&gt;     Dalam konteks inilah penulis meyakini bahwa “Ekonomi Islam” adalah satu-satunya kekuatan yang bisa menjadi pecut sekaligus benteng pertahanan terakhir untuk berlindung dari globalisasi yang telah jauh melenceng dari tujuan awal.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Artikel ini sebelumnya telah dimuat di Pesantren Virtual.Com &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6753813111105956267-1945862899733248233?l=ma-roef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ma-roef.blogspot.com/feeds/1945862899733248233/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6753813111105956267&amp;postID=1945862899733248233' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/1945862899733248233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/1945862899733248233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ma-roef.blogspot.com/2008/08/ekonomi-islam-dan-counter-hegemony.html' title='Ekonomi Islam dan “Counter Hegemony” Neoliberalisme'/><author><name>Ruang Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07800251935819197319</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_AvDsnxCtGUA/R87KpBbLxmI/AAAAAAAAAAk/_MqkVCOp4dY/S220/1_184893673m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6753813111105956267.post-7223485817076750418</id><published>2008-08-04T07:09:00.001-07:00</published><updated>2008-08-04T07:09:43.683-07:00</updated><title type='text'>Virtualisasi Ekonomi Islam</title><content type='html'>Ratusan tahun silam, jauh sebelum Masehi, orang-orang dari India sudah datang ke desa kita, mengajarkan titah Sidarta Gautama, membeli rempah-rempah dan lain sebagainya. Bahkan Alexander Agung pernah menyatukan separuh dunia di dalam rengkuhannya. Jalur Sutra juga sudah menghubungkan orang-orang dari daratan Eropa dan Asia beberapa ratus tahun silam. Sekitar abad 14 atau 15, Haramain (Mekkah dan Medinah), telah menjadi lokus utama tempat para ulama dari seluruh dunia Muslim berinteraksi membangun jaringan “global”. Tapi semua itu dibangun dengan batasan ruang dan waktu yang teramat luas dan lama. &lt;br /&gt;Bayangkan dunia saat ini, dengan jaringan komunikasi dan transportasi global semuanya bisa dipermudah dan dipercepat hanya dalam sepersekian jam, menit bahkan detik. The world is flat, demikian Thomas L. Friedman mengilustrasikan dunia yang semakin tanpa batasan (borderless) ruang dan waktu. Sayangnya, tidak semua orang bisa menerima akselerasi perubahan dunia dengan mudah. Masih banyak yang menganggap bahwa apa yang disebut dengan posmodernitas dan globalisasi telah mendehumanisasi kemanusian manusia. Membuat kehidupan menjadi penuh dengan main-main dan bersenda gurau (laiba wa lahwa).&lt;br /&gt;Ernest Gelner, seorang intelektual yang sangat fasih berbicara tentang peradaban bahkan  menyebut kedua istilah tersebut sebagai istilah mutakhir dari relativisme kuno. Sedang Akbar S. Ahmed intelektual muslim yang menulis buku fenomenal tentang Islam dan posmodernisme menyebut kedua istilah tersebut sebagai ancaman serius bagi dunia Islam, bahkan lebih berbahaya dari kekuatan militer sekalipun.  Berbeda dengan apa yang ditawarkan Sayyed Hussein Nashr dalam menghadapi modernitas ataupun posmodernitas secara lebih realistis, baginya modernisme maupun posmodernisme merupakan realitas dan tidak mungkin kita bisa mengelak. Maka hadapi, hayati dengan kritis dan nikmati dengan batasan. Dan fides quern intellectum (rasionalitas keimanan) adalah jalan satu-satunya untuk menjawab realitas tersebut.    &lt;br /&gt;Hanya saja resep-resep tersebut belakangan juga dirasakan kurang cukup mampu memberikan tawaran pertahanan, karena ternyata arus deras globalisai dan efek posmodernitas telah masuk dalam tiap sisi kehidupan ummat Islam. Belakangan, Ernest Gelner dan Akbar S. Ahmed dinilai gagal dalam membaca dan menempatkan posmodernisme; apakah posmodernisme dianggap sebagai counter terhadap modernisme atau malah sebagai high modernisme. Sementara rasionalisasi keimanan yang ditawarkan Nashr atau yang kini dimamah biakan oleh Caknur dan kalangan liberal juga dianggap kurang realistis.  &lt;br /&gt;Virtualisasi ekonomi&lt;br /&gt;Salah satu penyebab dari sekian banyak kegagalan yang dialami dunia muslim untuk mengantisipasi serbuan arus deras globalisasi adalah ketidak mampuan para kaum cendekia dan intelektual dalam memahami metamorfosa globalisasi yang tengah semakin menguasai kekuatan ekonomi dunia saat ini. Padahal sebagaimana dilansir Heri B. Proyono bahwa globalisasi telah membawa ekonomi global kepada kecenderungan virtualisasi ekonomi yang meniscayakan integrasi pasar financial internasional. Dalam fakta, visi integrasi pasar financial yang berdiri di atas asumsi tentang manusia yang sudah amat diciutkan menjadi homo oecenomicus telah semakin penuh dengan kontradiksi. Misalnya, bila dalam visi integrasi pasar financial tiap orang atau perusahaan bertanggung jawab atas diri sendiri, bagaimana harus dijelaskan bailout banyak bank dan perusahaan dengan uang setiap orang melalui dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI)?.&lt;br /&gt;Pasar financial Islam adalah pasar yang tak terkecuali, penetrasi visi global yang telah mengarah kepada neoliberalisme yang embedded liberalism ke dalamnya telah semakin tak terelakan. Mimpi integrasi pasar financial Islam pun telah semakin merasuki para pelaku pasar ekonomi Islam dewasa ini. &lt;br /&gt;Pasalnya, Islamic finance dilihat lebih sebagai peluang daripada ancaman yang serius. fenomena maraknya perbankan syari’ah dan lembaga keuangan syari’ah lainnya di dunia barat dan negara-negara non-muslim lebih dianggap sebagai kemunculan model kapitalisme—khas Islam—baru yang mungkin dapat berdampingan dengan bentuk bentuk kapitalisme yang selama ini di puja barat (Rodney Wilson,2007).&lt;br /&gt;Pasar financial Islam dalam negri yang perkembangannya dianggap sebagai yang tercepat sepanjang masa pasca fatwa MUI ternyata juga tidak dapat mengelak dari penetrasi dan serangan virus virtualisasi ekononomi yang membuatnya semakin tidak realistis. &lt;br /&gt;Visi neoliberal yang telah semakin menggerogoti benteng terakhir ketahanan bangsa ini sangat terlihat jelas dalam kebijakan Bank Indonesia melalui PBI Nomor 8/3/PBI/2006, yang telah meniscayakan free fight liberalism dalam pasar financial Islam Indonesia. &lt;br /&gt;Persyaratan administratif, kelayakan, kesehatan, kehalalan yang sebelumnya menjadi hal mutlak dalam proses perluasan pasar financial Islam Indonesia kini menjadi semakin diperlonggar. &lt;br /&gt;Bank-bank konvensional yang sebelumnya harus melewati minimal dua tahapan untuk membuka cabang syari’ahnya, kini cukup dengan satu tahapan saja. Asalkan punya unit syari’ah dia sudah bisa membuka cabang-cabang syari’ahnya dimana saja melalu office channeling. Tak perduli ia bank asing atau lokal. &lt;br /&gt;Ekonomi riil&lt;br /&gt;Awalnya, office chanelling merupakan kebijakan yang diharapkan dapat mengakselerasi pertumbuhan perbankan syari’ah dalam negri. Tapi faktanya, Rasio Non performing financial (NPF) bank-bank syari’ah yang pada akhir 2006 sebesar 4,2 % meningkat menjadi 6,4%. &lt;br /&gt;Meski secara formal peraturan office channeling tidak terlihat bertentangan secara syar’I, tapi secara substantif kebijakan yang telah mengalami revisi ini sangat berpotensi melahirkan free fight liberalisme yang meniscayakan persaingan tidak sehat dalam pasar financial Islam Indonesia ke depan. &lt;br /&gt;Kulminasinya, yang mendapat keuntungan dari kebiijakan office channeling ini adalah bank-bank umum besar yang telah memmiliki jaringan perbankan yang sangat luas. Padahal lebih dari 65 % saham bank-bank umum konvensional saat ini telah dikuasai asing. &lt;br /&gt;Sementara itu lembaga-lembaga keuangan mikro yang benar-benar berjuang membangun sektor riil harus bernafas senen-kemis untuk mempertahankan diri dari serbuan bank-bank besar. Dan mereka sama sekali minim perlindungan dari pemegang kebijakan negri ini. &lt;br /&gt;Sebelum resesi dan stagflasi melanda negri ini, sebelum ekonomi virtual menggelumbungkan pasar financial negri ini, sebelum neoliberalisme menyapu bersih sisa-sisa pertahanan negri ini, fondasi ekonomi Islam harus diperkuat. lembaga-lembaga keuangan mikro yang fokus terhadap sektor riil layaknya grameen bank harus direflikasi.&lt;br /&gt;Karena hanya dengan kekuatan seperti inilah kita akan mampu menahan libido dan hasrat manusia-manusia ekonomi (homo oeconomicus) untuk mengeruk semua energi potensial alam raya ini hanya untuk kepuasan dirinya, sementara yang lain menjerit dan menangis tanpa suara tangisan (voice of the voiceless).Wallahu a’lamu bishawab&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6753813111105956267-7223485817076750418?l=ma-roef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ma-roef.blogspot.com/feeds/7223485817076750418/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6753813111105956267&amp;postID=7223485817076750418' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/7223485817076750418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/7223485817076750418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ma-roef.blogspot.com/2008/08/virtualisasi-ekonomi-islam.html' title='Virtualisasi Ekonomi Islam'/><author><name>Ruang Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07800251935819197319</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_AvDsnxCtGUA/R87KpBbLxmI/AAAAAAAAAAk/_MqkVCOp4dY/S220/1_184893673m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6753813111105956267.post-4392296754784571939</id><published>2008-08-04T06:15:00.000-07:00</published><updated>2008-08-04T06:20:23.815-07:00</updated><title type='text'>MEMBANGKITKAN NASIONALISME BARU:</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_AvDsnxCtGUA/SJcB6fgL3rI/AAAAAAAAABg/T_T5EEa6uuA/s1600-h/bangsa.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AvDsnxCtGUA/SJcB6fgL3rI/AAAAAAAAABg/T_T5EEa6uuA/s320/bangsa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5230651596614655666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Judul Buku : Bangsa Gagal; Mencari Identitas Kebangsaan&lt;br /&gt;Penulis  : HM. Nasruddin Anshory, Ch&lt;br /&gt;Penerbit : LKIS Yogyakarta&lt;br /&gt;Terbit  : Mei 2008 &lt;br /&gt;Tebal  : 196 halaman&lt;br /&gt;Harga  : Rp.34.500&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Studi sejarah merupakan penawar terbaik untuk penyakit-penyakit pikiran. Karena dalam sejarah akan didapatkan beragam catatan tak terhingga mengenai pengalaman manusia yang diperkenalkan secara sederhana untuk dilihat, dalam catatan itu akan terlihat siapa kita dan negri kita. Baik sebagai tamsil maupun peringatan, mencari sesuatu yang baik dan mencampakan semua yang buruk. &lt;br /&gt;Jas merah tegas bung Karno; jangan sekali-kali melupakan sejarah. Karena sejarah merupakan saksi sekaligus bukti yang tidak saja menggambarkan realitas dan kenangan indah, tapi juga menyuguhkan kearifan dan kebenaran yang bisa dijadikan ibrah bagi keberlangsuangan selanjutnya. &lt;br /&gt;Dengan menghargai sejarah, sebuah bangsa bisa menjadi besar, sehingga dapatlah dikatakan bahwa bangsa yang tidak pernah menoleh ke belakang adalah bangsa yang tidak akan pernah mencapai tujuannya.&lt;br /&gt;Ini berarti pula bahwa, keberhasilan suatu bangsa dalam mencapai tujuan sangat tergantung pada sikap dan pandangannya terhadap perjalanan sejarah. Lihatlah bangsa Amerika yang digambarkan Ronald Reagen sebagai super hero seperti ”Rambo” yang memiliki semangat the pursuit of happines, atau lihat juga bagaimana China, Jepang, India dan bahkan Iran mampu sedikit semi sedikit menjadi bangsa yang besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa yang gagal&lt;br /&gt;Sejarah mencatat, kemajuan yang dicapai oleh negara-negara non-barat itu berakar pada empat landasan atau sumber. Pertama, adalah kebudayan-kebudayaan induk (mother culture) yang unggul, misalnya Hindu-Budha di India dan Konfusianisme, Taoisme di China dan Sinthoisme di Jepang serta Islam-Syi’ah di Iran. &lt;br /&gt;Kedua, berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi dalam kebudayaan—meminjam istilah Habermas—tekno-ekonomi yang mula-mula dirintis oleh barat. Ketiga, adalah majunya system dan lembaga-lembaga pendidikan dari tingkat dasar hingga pendidikan tinggi. Keempat yang tidak kalah penting, telah berkembangnya system politik dan kenegaraan.&lt;br /&gt;Berdasar atas keempat landasan tersebut, maka alasan pencapaian kebesaran sebuah bangsa paling tidak karena mereka mampu menjaga, menghargai dan memaknai sejarah panjang bangsanya sendiri. Baik secara arkeologis, sosiolgis maupun antropologis. &lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan bangsa kita? HM. Nasruddin Anshory Ch dalam bukunya yang merupakan seri satu abad kebangkitan nasional terbitan LKIS Yogyakarta ini, menyebut bangsa ini sebagai “bangsa yang gagal” dalam mencari identitas kebangsaanya. Pasalnya, sejak satu abad yang lalu, sejak kita mengumandangkan kebangkitan bangsa hingga sekarang, bangsa ini tak kunjung menjadi bangsa yang benar-benar dicita-citakan.&lt;br /&gt;Lebih lanjut penulis buku ini mengaku telah mampu medeteksi adanya penyakit psychopatologi  yang disebabkan oleh adanya sindrom ‘nasionalisme petasan.’ Dalam hal ini Nasruddin berada pada gugus yang sama dengan Amin Rais yang menyebut bangsa ini tengah terkena sindrom ‘nasionalisme dangkal,’ yang lebih mengutamakan window show; yang terbuai dengan isu-isu pinggiran yang bersifat emosional dan reaktif ansich. Bentuk nasionalisme simbolik yang lebih senang merawat dan mempercantik halaman rumahnya, sementara ia tidak peduli dan sadar kalau isi rumahnya telah mulai pudar dan kropos.&lt;br /&gt;Selengkapnya, bangsa kita bisa dikatakan telah mengalami apa yang disebut dalam buku ini sebagai bangsa yang gagal dalam menentukan skema baru identitas kebangsaannya, terutama setelah sepuluh tahun lebih orde reformasi berjalan. Alih-alih menemukan skema identitas baru, bangsa ini malah terpencar dan identitas diri tak terselesaikan, kulminasinya mengarah pada semacam fragmentasi yang sangat berbeda, menggerogoti dan menyebabkan identitas menutup diri lalu pergi sepenuhnya ke lain arah menuju dogma dan paksaan keyakinan berupa spirit primordialisme, parokial, xenocentrisme atau bahkan etnocentrisme. Tak ada satupun alasan untuk dapat menyatukan identitas kebangsaan tersebut selain apa yang diawal tadi disebut sebagai nasionalisme petasan ataupun nasionalisme dangkal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melepas Amnesia&lt;br /&gt;Oleh karena itu, buku ini semakin menemukan signifikansinya, terutama mengingat pentingnya memobilisasi masa silam Indonesia untuk meluruskan upaya doktriner apa pun yang akan ditempuh untuk meletakan identitas kebangsaan pada pijakan fondasional yang aman. Entah religius, sekuler, atau tidak kedua-duanya, atau pancasila yang sering kita amini bersama sebagai identitas yang paling aman.&lt;br /&gt;Dalam kehidupan berbangsa dimanapun, tidak ada satupun yang tidak pernah melewati kekerasan rasionalitas-dialektis, dan bahwa sebuah komunitas akan dapat dipersatukan dengan identitas yang paling kuat dan efektif oleh apa yang sama-sama mereka yakini (common ideas), dan sebaliknya oleh apa yang sama-sama mereka benci dan musuhi (common enemy). Dengan begitulah kecintaan (nasionalisme baru) akan terwujud dengan sendirinya. &lt;br /&gt;Meminjam tesis Sigmund Freud bahwa, setiap bagian yang kembali dari alam lupa (yang dikekang) mendesakan diri dengan kekuatan yang sangat istimewa. Memberikan pengaruh yang nyata kuatnya pada diri orang dalam suatu massa dan menjunjung tinggi klaim tak tertahankan. Dimana keberatan-keberatan logis tinggal tak berdaya.  &lt;br /&gt;Berbeda dari buku-buku sejarah yang biasa ada di rak-rak buku anda, yang penyajiannya cenderung linier, kaku dan sangat tergantung pada model klasik periodesasi penulisan sejarah. Buku ini hadir dengan logika penulisnya sendiri, dengan maksud keluar dari tradisi penulisan sejarah yang terbukti malah membuat beberapa generasi penerus bangsa ini terjebak dalam alienasi sejarah yang cukup lama. &lt;br /&gt;Buku ini juga mampu memerinci karakteristik masing-masing periode dalam proses perjalanan bangsa ini. Karakteristik yang semestinya mampu memberikan inspirasi patriotisme, anti-kolonialisme, semangat juang dan tentu saja nasionalisme sepenuhnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6753813111105956267-4392296754784571939?l=ma-roef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ma-roef.blogspot.com/feeds/4392296754784571939/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6753813111105956267&amp;postID=4392296754784571939' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/4392296754784571939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/4392296754784571939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ma-roef.blogspot.com/2008/08/membangkitkan-nasionalisme-baru.html' title='MEMBANGKITKAN NASIONALISME BARU:'/><author><name>Ruang Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07800251935819197319</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_AvDsnxCtGUA/R87KpBbLxmI/AAAAAAAAAAk/_MqkVCOp4dY/S220/1_184893673m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_AvDsnxCtGUA/SJcB6fgL3rI/AAAAAAAAABg/T_T5EEa6uuA/s72-c/bangsa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6753813111105956267.post-6321845762060795879</id><published>2008-07-26T22:57:00.001-07:00</published><updated>2008-07-26T22:57:27.590-07:00</updated><title type='text'>Ahmadinejad Al-Fakir</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_AvDsnxCtGUA/SIv5kXzqW_I/AAAAAAAAABY/lZDnWogjVR0/s1600-h/iran-presiden.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AvDsnxCtGUA/SIv5kXzqW_I/AAAAAAAAABY/lZDnWogjVR0/s320/iran-presiden.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5227546195754900466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ya Allah Jadikanlah pemimpin hamba seperti halnya Ahmadinejad, yang tidak pernah hanya menebar pesona dan kata...........Lebih baik dipimpin pemimpin Kapir, dari pada dipimpin oleh pemimpin yang melempem............&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6753813111105956267-6321845762060795879?l=ma-roef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ma-roef.blogspot.com/feeds/6321845762060795879/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6753813111105956267&amp;postID=6321845762060795879' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/6321845762060795879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/6321845762060795879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ma-roef.blogspot.com/2008/07/ahmadinejad-al-fakir_26.html' title='Ahmadinejad Al-Fakir'/><author><name>Ruang Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07800251935819197319</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_AvDsnxCtGUA/R87KpBbLxmI/AAAAAAAAAAk/_MqkVCOp4dY/S220/1_184893673m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_AvDsnxCtGUA/SIv5kXzqW_I/AAAAAAAAABY/lZDnWogjVR0/s72-c/iran-presiden.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6753813111105956267.post-1391616823664764739</id><published>2008-07-26T21:52:00.000-07:00</published><updated>2008-07-26T21:54:17.255-07:00</updated><title type='text'>Menggagas Dzikir Iqtishadi</title><content type='html'>Oleh: Ma'ruf Muttaqin   &lt;br /&gt;Apa yang dapat dirasakan ketika panen padi pada musim tanam rendeng kali ini mengalami kegagalan?, Begitupula dengan peningkatan NPL bank syari’ah, atupun penyuapan dalam kasus BLBI?. Apakah  kita biarkan kesedihan menyelimuti para petani dan praktisi perbankan, lalu biarkan pula mereka bersikap “Nrimo ing pandum”. Kenapa semua itu bisa terjadi?. Apakah karena kesalahan praktek kultur teknis dan penggunaan pupuk? atau justru karena apa yang biasa kita sebut dengan bencana alam dan moral hazard. Lalu apa yang bisa dilakukan ketika realitas sosial dan keadaan alam tidak bisa dikuasai, padahal petani atau para analis telah cukup yakin sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mainstream ekonomi, apapun yang masuk kategori uncertainty seperti diatas,  merupakan sesuatu yang tidak dapat dikalkulasikan secara ekonomi (non-use value). Makanya, para pemuja ekonomi pasar tersebut menyebutnya sebagai eksternalitas. Sebagai upaya untuk meminimalisasi biaya (cost) dan tanggung jawab (obligation). Hanya saja, agar terkesan kepeduliannya tetap ada, maka diadakanlah yang namanya Cost Social Resfonsibility (CSR) dari para korporat, atau Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari para pemegang kebijakan. Anehnya, apa yang disebut sebagai domestic support atau subsidi tetap saja seret.  &lt;br /&gt;Selain dari pandangan para environmentalis dangkal yang menganjurkan resep-resep entrophy kesederhanaan hidup, yang berakibat pada pengurangan subsidi; Listrik, BBM, dan pupuk, tampaknya belum ada tawaran lain untuk mengatasi residu peradaban modern tersebut?&lt;br /&gt;Kalaupun ada, maka itupun belum dapat keluar dari tawaran the third way-nya Anthony Giddens yang bersandar pada keyakinan beyond right and left. Yang mencoba memperhadapkan new social democracy dengan neoliberalisme. Sementara itu, pandangan tentang pentingnya prohibition of riba dalam mainstream ekonomi syari’ah masih menjadi resep yang laris manis bagi para praktisi ekonomi Islam.&lt;br /&gt;Klaim bahwa ekonomi Islam merupakan alternative untuk melawan neoliberalisme untuk sementara dapat dibenarkan, hanya saja dalam kenyataannya, ekonomi Islampun belum bisa keluar dari paradigma behind right and left (Dawam Rahardjo, 2007).&lt;br /&gt;Beberapa penelitian ilmiah yang berkesimpulan tentang persepsi masyarakat tentang bank syari’ah, bahwa masyarakat cenderung menggunakan alasan rasionallitas dibandingkan dengan alasan idiologis dalam memilih bank syari’ah, merupakan contoh konkrit dari ketidakmampuannya untuk keluar dari wacana positive economic.  &lt;br /&gt;Kesimpulan tersebut telah mereduksi peranan institusi keuangan Islam dalam pembangunan community intelegent. Padahal, bagi Ibnu Khaldun, ilmuwan Islam yang diklaim sebagai bapak ekonomi Islam, community intelligent merupakan prasyarat utama dalam membangun kekuatan ekonomi, selain khilafah.&lt;br /&gt;Community intelligent menurut Kaplan dan Norton (2004) harus mencakup; modal sumber daya manusia (human capital), modal organisasi (organization capital) dan modal informasi (information capital). Sedang Herry B. Priyono menambahkan; modal intelektual (Intelektual capital), modal ekologi (echological capital) dan modal sipiritual (spiritual capital).    &lt;br /&gt;Community intelligent, atau yang diawal tadi disebut sebagai eksternalitas, dalam ekonomi konvensional didefinisikan sebagai “An externality is difined as the case where an action of one economic agent affects the utility or production possibilities of another in a way is not reflected in the marketplace”(Just et.al.1992). Kata kunci dari definisi tersebut adalah is not reflected in the marketplace (sesuatu yang tidak dapat direfleksikan di pasar).&lt;br /&gt;Oleh karena itu sejatinya, lembaga keuangan Islam memiliki ruang aktivitas dan tindakan yang lebih luas dari sekedar sebagai lembaga komersial yang berusaha menumpuk asset dari masyarakat, sementara miskin berbuat untuk kemajuan ummat.&lt;br /&gt;Intsitusi apapun, tidak hanya sebatas lembaga keuangan, seharusnya memiliki tanggung jawab berdakwah. karena hal terpenting dalam proses dakwah adalah li takwienul ummat atau membangun ummat, dalam artian ikut bertanggung jawab membangun community intelligent.&lt;br /&gt;Sayang, dalam realitasnya, tugas tersebut menjadi hak preogratif para Ulama dan Kyai. Sedang Cendekiaawan dan para Civitas Perguruan Tinggi termasuk para Saintis diberi tugas menyiapkan bantuan teori dan teknis, berupa pengetahuan dan teknologi. Dari kenyataan tersebut, kita patut mempertanyakan, kenapa tugas-tugas tersebut terlaksana secara sektoral dan tak pernah terintegrasi?&lt;br /&gt;Dari itulah, upaya internalisasi dan integrasi seluruh sektor tersebut harus menjadi sebuah keniscayaan saat ini. Proses penyamaan visi dan paradigma yang memandang aktivitas hidup sebagai sebuah kesatuan kosmik (kesadaran kosmik). Dan karena kesadaran kosmik hanya dapat ditemukan dalam istilah religion (religare), maka membangun community intelligent harus dimulai dari peningkatan kualitas nalar agama. Artinya, pembangunan yang merupakan bukti nyata dari proses nalar manusia (akal) tidak bisa terlepas dari ukuran wahyu (agama).&lt;br /&gt;Upaya ini secara lebih analitik disajikan oleh Dr. Murasa Sarkaniputra sebagai Revelation Based Measurment (perpaduan mantik rasa dan mantik akal). Ibnu Arabi menyebutnya sebagai metode kasf (penyingkapan), sedangkan Mulla Sadra lebih senang untuk menyebutnya sebagai Hikmah Muta’aliyah (kearifan puncak), yaitu perpaduan dari filsafat Paripatetiknya Ibnu Sina, Illuminasinya Suhrawardi, Gnosisnya Imam Ghazali dan Revelationnya Ibnu Ararbi.&lt;br /&gt;Dalam konteks perkembangan ekonomi Islam atau pun ekonomi Indonesia secara keseluruhan, revelation based measurment merupakan paradigma alternatif yang bisa memberikan resep mujarab dalam kondisi ekonomi dimana petani, peternak, ataupun praktisi lembaga keuangan tidak mampu menghadapi ketidakpastian (uncertainty),  disebabkan oleh eksternalitas yang tidak dapat dikuasai (banjir, kekeringan, badai el nina ataupun penyakit sosial).&lt;br /&gt;Begitupun dalam praktek mudharabah, apa yang disebut sebagai resiko yang terlampau tinggi (moral hazard) yang disebabkan oleh  adanya asimetric information, kurangnya pengetahuan teknis, rendahnya kualitas, bahkan hingga rendahnya trust (kepercayaan) niscaya akan dapat diatasi (lihat Q.S. al-A’raf (7):96).&lt;br /&gt;Dengan memadukan fuzzy logic dengan mantik rasa atau nalar irfani, maka dalam hasil akhir dari aqad mudharabah antara shohibul mal, mudarib dan intermediary (bank) akan mendapatkan nilai harapan akhir yang maksimal. Hasil ini didapat dari pengukuran nilai total ekonomi dari sebuah sumber daya secara holistik, dengan berusaha mengubah asset yang tadinya tidak dapat dinilai (intangible asset) menjadi sebuah ijtihad yang bisa dinilai (tangible assets).&lt;br /&gt;Dalam kaitan ini, membangun community intelligent; yang bisa menilai sebuah sumber daya sebagai barokah, hidayat dan nikmat dari Allah, hanya bisa dilakukan bilamana para Kyai, Ulama, Ustadz, Cendekiawan, Saintis, maupun praktisi bahu-membahu, secara bersama-sama melakukan Dzikir Iqtishadi. Yaitu program permohonan sekiranya Allah Swt. Menganugerahkan kepada kita melalui naluri, panca indera, akal, dan agama sehamparan hidayat, barokah dan nikmat. Amien!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Ma'ruf Muttaqin&lt;br /&gt;Alumnus PP. Mu'allimien Bogor  &lt;a href="http://www.pesantrenvirtual.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=1217&amp;Itemid=1"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6753813111105956267-1391616823664764739?l=ma-roef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ma-roef.blogspot.com/feeds/1391616823664764739/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6753813111105956267&amp;postID=1391616823664764739' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/1391616823664764739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/1391616823664764739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ma-roef.blogspot.com/2008/07/menggagas-dzikir-iqtishadi.html' title='Menggagas Dzikir Iqtishadi'/><author><name>Ruang Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07800251935819197319</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_AvDsnxCtGUA/R87KpBbLxmI/AAAAAAAAAAk/_MqkVCOp4dY/S220/1_184893673m.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6753813111105956267.post-5024429729303197619</id><published>2008-07-26T21:12:00.000-07:00</published><updated>2008-07-26T21:18:20.972-07:00</updated><title type='text'>Salut buat Aris Idol.......................</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_AvDsnxCtGUA/SIv3A53PlaI/AAAAAAAAABA/6lUBiz67OKU/s1600-h/006.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AvDsnxCtGUA/SIv3A53PlaI/AAAAAAAAABA/6lUBiz67OKU/s320/006.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5227543387398182306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ini baru spektakuler................&lt;br /&gt;Januarisman, pemuda 20 th asal jakarta bener-bener dahsyat. mulai ngamen sejak dia putus sekolah smp. dan kini Aris selangkah lagi akan mampu menuju impian terbesarnya.......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6753813111105956267-5024429729303197619?l=ma-roef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ma-roef.blogspot.com/feeds/5024429729303197619/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6753813111105956267&amp;postID=5024429729303197619' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/5024429729303197619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/5024429729303197619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ma-roef.blogspot.com/2008/07/salut-buat-aris-idol.html' title='Salut buat Aris Idol.......................'/><author><name>Ruang Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07800251935819197319</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_AvDsnxCtGUA/R87KpBbLxmI/AAAAAAAAAAk/_MqkVCOp4dY/S220/1_184893673m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_AvDsnxCtGUA/SIv3A53PlaI/AAAAAAAAABA/6lUBiz67OKU/s72-c/006.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6753813111105956267.post-4383511655652314955</id><published>2008-07-25T05:15:00.000-07:00</published><updated>2008-07-25T05:21:40.140-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_AvDsnxCtGUA/SInFROYqeRI/AAAAAAAAAA4/O-2yNF5apVk/s1600-h/mMWol7rqfC.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AvDsnxCtGUA/SInFROYqeRI/AAAAAAAAAA4/O-2yNF5apVk/s320/mMWol7rqfC.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5226925742250162450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6753813111105956267-4383511655652314955?l=ma-roef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ma-roef.blogspot.com/feeds/4383511655652314955/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6753813111105956267&amp;postID=4383511655652314955' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/4383511655652314955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/4383511655652314955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ma-roef.blogspot.com/2008/07/blog-post.html' title=''/><author><name>Ruang Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07800251935819197319</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_AvDsnxCtGUA/R87KpBbLxmI/AAAAAAAAAAk/_MqkVCOp4dY/S220/1_184893673m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_AvDsnxCtGUA/SInFROYqeRI/AAAAAAAAAA4/O-2yNF5apVk/s72-c/mMWol7rqfC.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6753813111105956267.post-5990673502065490329</id><published>2008-07-24T19:45:00.000-07:00</published><updated>2008-07-25T05:27:49.474-07:00</updated><title type='text'>Ketika Cinta Merokok.........</title><content type='html'>Kehadiran zaskiya mecha dalam beberapa sinetron religi sempat menggemparkan dunia perfilman nasional. pasalnya zaskiya dikenal sebagai seorang remaja gaul, senang nongkrong dan sempat terlihat berfoto nakal bersama BCL. &lt;br /&gt;Kini terlihat sudah... siapa sebetulnya Zaskiya, foto terbarunya yang dirilis beberapa media yang memperlihatkan zaskiya sedang merokok menjadi bukti yang nyata. siapa sebenarnya Zaskiya. &lt;br /&gt;Kalo saya sih nggak heran, wong tempat kuliahnya Zaskya di Paramadina itu memang begitu kok. Saya dan beberapa teman memang biasa ke sana dengan maksud mengikuti seminar pemikiran islam. alhasil kami malah asyik sekaligus sebel melihat mahasiswi Paramadina (termasuk beberapa artis) mengeluarkan asap dari mulut-nya.....sambil melantunkan kidung Maia Ahmad: Emangnya Gue Pikirin (EGP),,,,,,,,,,....na ujubillah min dzalik..........&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6753813111105956267-5990673502065490329?l=ma-roef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ma-roef.blogspot.com/feeds/5990673502065490329/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6753813111105956267&amp;postID=5990673502065490329' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/5990673502065490329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/5990673502065490329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ma-roef.blogspot.com/2008/07/ayat-ayat-merokok.html' title='Ketika Cinta Merokok.........'/><author><name>Ruang Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07800251935819197319</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_AvDsnxCtGUA/R87KpBbLxmI/AAAAAAAAAAk/_MqkVCOp4dY/S220/1_184893673m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6753813111105956267.post-4924362173177648581</id><published>2008-06-27T01:27:00.000-07:00</published><updated>2008-06-27T01:29:19.680-07:00</updated><title type='text'>Korporasi dan Mitos Kemakmuran Universal</title><content type='html'>Di akhir dekade yang lalu. Ribuan muda-mudi berumur 15-28 tahun yang bekerja di pabrik-pabrik subkontraktor Nike Incorporation di Vietnam, di mana mereka tiga kali makan nasi, sedikit sayur dan mungkin juga sedikit tofu (dadih kacang), semuanya itu bernilai sama dengan $2,10, sewa kamar sekurang-kurangnya $6,00 sebulan. Namun para buruh yang membuat sepatu nike itu–yang mungkin di jual lebih dari $100,00 sepasang—harus menanggung semua biaya-biaya tersebut hanya dengan bayaran $1,60 sehari.  &lt;br /&gt;Begitulah kira-kira yang dilakukan Nike Incorporation terhadap ribuan buruh yang bekerja di pabrik-pabrik di Tangerang-Indonesia selama ini. Para buruh juga tak jarang mendapatkan perlakuan yang tidak sewajarnya, akses kesehatan yang tidak memadai dan bahkan pelecehan seksualpun tak dapat dihindari (Global Alliance, 1999). &lt;br /&gt;Puncak dari semua dehumanisasi yang diperbuat Nike Incorporation, perusahaan yang pernah melambungkan Philip Knight menjadi salah seorang dengan predikat terkaya dunia dengan asset kurang lebih $ 5,4 Milyar ini adalah pemutusan kontrak pemesanan terhadap dua perusahaan subkontraktornya di Indonesia. Sedikitnya empat belas ribu buruh terancam di-PHK dan tak lama lagi akan menganggur. &lt;br /&gt;Namun sayang, lagi-lagi apa yang dilakukan Nike Inc. tidak dianggkap istimewa, bahkan Nike berkilah bahwa kasus-kasus tersebut hanyalah urusan bisnis, dimana perusahan-perusahan rekanannya di dunia ketiga dianggap tidak mampu menjaga mutu produksi dan memenuhi target pesanan.&lt;br /&gt;Nike pun dengan seenaknya lari tunggang langgang bebas menentukan arah kemana kemudian ia harus berlabuh, sementara di sini ribuan buruh berteriak dan menjerit menuntut hak-haknya. Perusahaan lokal tak berdaya, kebijakan pemerintahpun tak kunjung ada. Belakangan, China dan Thailand terdengar menjadi target produksi selanjutnya.&lt;br /&gt;Eksploitasi Kehidupan&lt;br /&gt;Eksploitasi ekonomi memang telah dahulu ada sebelum kapitalisme yang di kemudian hari menjelma menjadi korporasi global, namun kapitalisme dan lembaga-lembaga korporasinya memang sangat ideal untuk mempercepat proses itu. Korporasi bahkan telah membuat kapitalisme kian hari kian mengganas, hingga hampir tak ada yang mampu untuk menghentikannya. &lt;br /&gt;Mimpi kemakmuran universal korporasi Ibarat ‘Mitos kutukan Raja Midas’, yang mengikis sisi kehidupan dan kemanusian setiap objek yang terkena hasratnya (desire). Membuatnya semakin lambat terkontrol oleh pikiran publik dan pemerintah. Mengutip perkataan David Korten dalam bukunya The Post Corporate World (1999) bahwa, “Semakin terpusatnya kekuasaan yang hebat di tangan korporasi global telah semakin melucuti pemerintah baik yang demokratis ataupun tidak.”&lt;br /&gt;Dibawah kapitalisme, kita memang tidak memiliki kontrol terhadap produksi yang berasal dari tenaga kita dan hanya memperkaya orang lain. Berapa jam para buruh harus memeras keringatnya untuk memenuhi tuntutan produksi? Sedang berapa pula insentif materiil yang didapat para buruh, sesuaikah dengan keringat yang dikeluarkannya? Belum lagi berapa biaya sosial yang harus dibayarkan untuk memperbaiki kerusakan yang telah dibuat korporasi setelah mereka puas menguras sumber daya yang ada. &lt;br /&gt;Kapitalisme telah memungkiri hukum Entrophy dan menapikan pandangan limit to growth, dan lebih bersandar pada paradigma dissipative structures dari Ilva Prigogeni yang menganggap bahwa pertumbuhan tidak terbatas (no limit to growth). Sistem ekonomi yang banyak terpengaruh oleh hukum fisika-mekanika ala Newton dapat dipastikan memahami pertumbuhan seperti yang diyakini Ilva Prigogeni yang dapat disetarakan dengan pemikiran Adam Smith yang masih mengacu kepada hukum alam (natural Law) sebagaimana hukum Newton menjelaskan tentang alam. &lt;br /&gt;Hal ini dapat dilihat dari kecenderungan ekonomi mutakhir yang selalu menekankan pertumbuhan (growth) dalam bentuk kemajuan ekonomi yang bisa dikalkulasikan dalam bobot-bobot moneter dan statistik. Sedang aspek lain yang terkait dengan psikologi, sosial-historis, ekologi, moral dan agama dianggap sebagai ekternalitas yang suatu saat bisa diabaikan. &lt;br /&gt;Simbol Korporasi&lt;br /&gt;Dalam negara yang sedang mengalami masa transisi demokrasi, korporasi pengusaha dan penguasa biasanya lebih didahulukan dibandingkan dengan tuntutan buruh, penguasa bahkan terkadang berpandangan bahwa untuk sementara waktu buruh sebaiknya mengalah dan berkorban secara ekonomis, hal ini lebih baik dibandingkan dengan pengorbanan penguasa dan pengusaha secara politis. Karena pengorbanan mereka tidak seberapa dibandingkan dengan konsekuensi logis bila pihak pengusaha yang dikorbankan.&lt;br /&gt;Mimpi buruk devisit anggaran yang hingga kini masih membayangi, membuat pemerintah harus mengeluarkan kebijakan ekonomi yang lebih ramah bagi para korporat yang hendak menginvestasikan modalnya. Semua tata kelola dan aturan perdagangan harus sebebas dan senyaman mungkin bagi para penanam modal.&lt;br /&gt;Memang teramat klasik, namun selama di dunia ini masih ada yang namanya buruh, penguasa dan pengusaha yang terjebak dalam kungkungan kapitalisme-liberal yang memberhalakan hasrat dan libido kehidupan (Hobbesian), maka persoalannya akan terus berkutat di sekitar keyakinan bahwa kerja adalah sumber dari segala kekayaan dan ukuran dari semua nilai. Lalu karena dalam posisi yang sulit (baca: dalam logika kapitalis) tiada ongkos produksi yang mampu ditekan untuk menghasilkan nilai lebih (surplus nilai), selain tenaga kerja atau buruh. Maka sekali lagi buruh akan menjadi korban, atau dalam bahasa lain adalah buruh dalam hal ini harus bermurah hati untuk bersedia dieksploitasi dan menyumbangkan setiap tetes keringatnya demi kesejahteraan bersama dan kemajuan demokrasi. &lt;br /&gt;Pakar ekonomi kapitalis meyakinkan kita bahwa, kenyataan yang tidak menyenangkan tersebut merupakan pengorbanan sementara dalam rangka menuju kemakmuran universal. Sementara itu para penguasa dan pengusaha dua nama tapi serupa akan menerima surplus nilai dan memapankan kekuasan, karena buruh tidak lagi menjadi penghalang kemajuan produksi dan laju demokratisasi.&lt;br /&gt;Garansi politik tak pernah nyata, kesejahteraanpun tiada. Hingga tatkala para buruh Nike yang menuntuk hak-haknya, petani menolak impor beras, masyarakat miskin menuntut kompensasi BLT dan korban lumpur panas Lapindo Brantas meminta konpensasi lewat jalur aksi dan demonstrasi, bukan simpati yang mereka raih, alih-alih pukulan aparat dan lemparan tanggung jawab pemerintah.&lt;br /&gt;Nike Incorporation hanyalah Simbol dari banyak korporasi yang telah mengeruk keuntungan dengan memeras para buruh di dunia ketiga. Sementara itu sebetulnya masih banyak korporsi-korporasi yang bergaya serupa dengannya, dan berlindung dengan menghabiskan jutaan dolar untuk berkampanye menampilkan sosok-sosok yang berperan dalam menjaga lingkungan sosialnya.&lt;br /&gt;Telah terlalu banyak dan sangat melelahkan kita mendengar kampanye penataan untuk kaidah-kaidah korporasi, dan berdebat tentang lapangan korporasi. Kita melobi dewan legislative untuk membuat rambu-rambu lewat undang-undang Perseroan Terbatas (PT), kita meminta korporasi untuk bertanggung jawab secara sosial seperti yang kita tuntut atas Lapindo, Freeport, Antam, Reebok dan Nike. berapa banyak lagikah tenaga, waktu dan harapan yang akan kita habiskan untuk labirin tak berujung tersebut.?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6753813111105956267-4924362173177648581?l=ma-roef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ma-roef.blogspot.com/feeds/4924362173177648581/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6753813111105956267&amp;postID=4924362173177648581' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/4924362173177648581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/4924362173177648581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ma-roef.blogspot.com/2008/06/korporasi-dan-mitos-kemakmuran.html' title='Korporasi dan Mitos Kemakmuran Universal'/><author><name>Ruang Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07800251935819197319</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_AvDsnxCtGUA/R87KpBbLxmI/AAAAAAAAAAk/_MqkVCOp4dY/S220/1_184893673m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6753813111105956267.post-9145865563030064545</id><published>2008-04-07T21:55:00.000-07:00</published><updated>2008-04-07T22:00:33.825-07:00</updated><title type='text'>Nasionalisme dan Problem Identitas PKS</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Salah satu agenda Mukernas Partai Keadilan Sejahtera (PKS) beberapa saat lalu yang menarik untuk didiskusikan adalah ide tentang nasionalisme dan keterbukaan. Sebuah &lt;i&gt;ijtihad&lt;/i&gt; politik yang lahir dari hasil pemaknaan dan penafsiran bahasa zaman yang dinamis. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Betulkah nasionalisme dan keterbukaan bagi PKS sudah selesai diperdebatkan?, sedangkan nasionalisme dan keterbukaan bagi Islam politik dimanapun tidak pernah benar-benar selesai dan bahkan selalu menjadi akar perdebatan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Kemenangan Partai FIS di Aljazair, Partai Hamas di Palestina,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Partai AKP di Turki yang membuat perdebatan &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Islam dan sekulerisme&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt; kembali menyeruak kepermukaan. Ataupun PKS sendiri yang selalu menjadi bulan-bulanan partai nasionalis-sekuler, dikeroyok dan bila meraih kemenangan akan berusaha digugat dan digagalkan meski dengan cara-cara yang tidak demokratis sekalipun.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Semangat reformasi dan kebebasan ternyata memang tidak cukup kuat membuat ummat Islam menerima begitu saja nasionalisme dan keterbukaan, yang muncul justru &lt;i&gt;ummat&lt;/i&gt; mengalami trauma untuk menggerakan kebebasan dan keterbukaan pada orang lain. Tuntutan reformasi dan kebebasan secara sporadis telah mengeskavasi arkeologi identitas kebangsaan dan keimanan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Sementara itu ketika mereka belum juga siap dan memiliki skema baru identitas untuk menghadapi tuntutan tersebut, &lt;i&gt;ummat&lt;/i&gt; terpencar dan identitas diri tak terselesaikan, alih-alih mengarah pada sejenis fragmentasi yang sangat berbeda (menggerogoti) dan menyebabkan identitas menutup diri lalu pergi sepenuhnya ke lain arah menuju dogma dan paksaan keyakinan Iman;&lt;i&gt; Islamisme, fundamentalisme, liberalisme &lt;/i&gt;atau&lt;i&gt; &lt;/i&gt;malah&lt;i&gt; radikalisme&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Nasionalisme yang dipuja dan dimamah biak di barat, ternyata bagi banyak kalangan &lt;i&gt;ummat&lt;/i&gt; Islam justru dianggap berpotensi memecah belah &lt;i&gt;ummat&lt;/i&gt; dan menjadi penghalang universalisme Islam. Kalangan fundamentalis-radikal bahkan melangkah lebih jauh dengan menyatakan bahwa nasionalisme merupakan produk &lt;i&gt;jahiliyah&lt;/i&gt; (kebodohan pra-Islam: Qutub), &lt;i&gt;setan&lt;/i&gt; rasis dan fanatisme nasional (al-Maududi dalam Choueri, 1997). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Lalu bila kenyataannya demikian, bisakah perdebatan tentang nasionalisme dan keterbukaan dikatakan selesai dan tutup buku. Tampaknya hal tersebut merupakan kesimpulan yang amat terburu-buru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 0.5in;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;* * * * *&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) tahun 2007 yang lalu menyimpulkan bahwa hampir 25% rakyat Indonesia masih menginginkan tegaknya syari&lt;/span&gt;’&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;at dan negara Islam. Begitupun dengan LSI dan beberapa lembaga survei di Indonesia menyimpulkan hal yang kurang lebih sama. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Makanya salah besar bila bicara Indonesia tapi meniadakan bahasan tentang masyarakat Islam. Kesalahan Itulah yang pernah dilakukan &lt;i&gt;Almarhum&lt;/i&gt; Mantan Presiden Soeharto. Meskipun diakhir kekuasaannya beliau sempat mengakomodasi kekuatan politik Islam, namun akhirnya tumbang juga. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Bahkan secara historis, Islam merupakan faksi pertama yang mengalami kejayaan dan kemajuan secara politik. Gagasan Islam seperti dilansir Anthony Black, merupakan dobrakan yang menentukan dalam sejarah pemikiran manusia tentang politik dan masyarakat. Yaitu ketika Muhammad dan pengikutnya melahirkan sebuah konsep tentang &lt;i&gt;ummah&lt;/i&gt; (masyarakat, bangsa) baru, yang memunculkan rasa kebangsaan dan satu bentuk komunitas internasional baru (Globalisme Islam: transnasionalisme).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Padahal, saat itu agama Yahudi telah mengkhotbahkan suatu tatanan hukum dan meliputi semua &lt;i&gt;(etnis)&lt;/i&gt;, sementara Kristen mendakwahkan persaudaraan spiritual &lt;i&gt;(universal)&lt;/i&gt;. Hanya saja, tak ada yang serius melirik kekuatan militer dan politik, keduanya tunduk dibawah &lt;i&gt;paganisme&lt;/i&gt;. Sehingga datanglah Muhammad untuk mendakwahkan persaudaraan spiritual &lt;i&gt;plus&lt;/i&gt; hukum yang merangkul semua suku-bangsa dan menyatakan bahwa kendali politik global harus diraih ummat Islam (Anthony Black, 2001).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Sayang, kondisi tersebut tak mampu dipertahankan para penerusnya dikemudian hari. Konflik internal dan perebutan otoritas semakin mengaburkan segalanya, memperumit, menggelapkan mata dan membawa ummat menuju tepian sejarah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Menumpulkan ketajaman dan kepiawaian para &lt;i&gt;saintis&lt;/i&gt;, pakar politik dan ketatanegaraan dalam melahirkan teori-teori politik &lt;i&gt;(As-Siyasah)&lt;/i&gt; yang mampu menjelaskan dan menghadirkan kegemilangan masa lalu dalam realitas politik kekinian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Sementara itu, keberhasilan Islam politik modern dimanapun; baik itu revolusi Iran maupun kemenangan fenomenal partai AKP di Turki merupakan ijtihad politik&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang ditunjang oleh faktor kepiawaian para saintis, politisi, pakar politik dan ketatanegaraan dalam menerjemahkan filsafat politik klasik Islam kedalam idiom-idiom politik modern dengan tidak menyisihkan nilai-nilai keislamannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 0.5in;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;* * * * * * *&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Sebagai partai Islam yang paling fenomenal dengan lonjakan jumlah suara hingga lima kali lipat pada pemilu 2004, PKS merupakan partai Islam pertama yang berhasil menerjemahkan tradisi politik klasik Islam dalam idiom-idiom politik modern.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Berangkat dari keberhasilan ini maka usulan keterbukaan bagi format masa depan PKS patut dipertimbangkan kembali, mengingat upaya ini justru malah akan mengingkari khittah perjuangan &lt;i&gt;plus&lt;/i&gt; melupakan besarnya potensi ummat Islam. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Apalagi kalau hanya sebatas untuk merubah &lt;i&gt;image&lt;/i&gt; partai. PKS sebetulnya sudah cukup berhasil dalam membangun citra baik partai hanya saja, supaya tersebut tinggal diperluas kesemua kalangan ummat dan tidak hanya sebatas kader partai. Artinya bahwa kedepan PKS perlu menjadi partai yang &lt;/span&gt;“&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;terbuka bagi ummat Islam,&lt;/span&gt;”&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; sedang untuk terbuka bagi selain ummat Islam perlu dipertimbangkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Sebagai partai dakwah, PKS tentunya tidak lupa dengan transformasi dakwah nabi Muhammad &lt;i&gt;(tauhidul risalah)&lt;/i&gt; yang secara bertahap dan penuh kesabaran berusaha terlebih dahulu menyatukan potensi &lt;i&gt;ummat&lt;/i&gt;. Sebelum akhirnya mendirikan negara &lt;i&gt;Madinah (marhalah tamkin)&lt;/i&gt; yang menjunjung tinggi prinsip-prinsip keterbukaan bagi semua golongan &lt;i&gt;(tauhidul uswah).&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-GB"&gt;Dalam tradisi dan sejarah perjuangan Islam, &lt;i&gt;Madinah&lt;/i&gt; merupakan simbol dari puncak pencapaian spiritual-dakwah &lt;i&gt;(at-tauhid)&lt;/i&gt; masyarakat Islam yang memuat seluruh esensi ajaran Islam. Yaitu pandangan hidup &lt;i&gt;(world view)&lt;/i&gt; yang meyakini kesatuan penciptaan &lt;i&gt;(unity of creation)&lt;/i&gt;, kesatuan kemanusian &lt;i&gt;(unity of mankind)&lt;/i&gt;, kesatuan tuntunan hidup &lt;i&gt;(unity of quidance),&lt;/i&gt; kesatuan tujuan hidup &lt;i&gt;(unity of purpose of life),&lt;/i&gt; yang secara keseluruhan merupakan derivasi dari kesatuan ke-Tuhanan &lt;i&gt;(Unity Of Godhead).&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-GB"&gt;Demikianlah proses penataan masyarakat Islam &lt;i&gt;(takwinul ummat)&lt;/i&gt;, bertransformasi secara bertahap hingga akhirnya terbentuk sebuah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tatanan masyarakat yang tertata secara baik &lt;i&gt;(khairu ummat)&lt;/i&gt; dengan penuh kedamaian, kesejahteraan &lt;i&gt;(as-salaam),&lt;/i&gt; kesetaraan sosial &lt;i&gt;(al-Musawa)&lt;/i&gt;, keadilan &lt;i&gt;(al-adalah)&lt;/i&gt; dan kasih sayang &lt;i&gt;(iysq).&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6753813111105956267-9145865563030064545?l=ma-roef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ma-roef.blogspot.com/feeds/9145865563030064545/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6753813111105956267&amp;postID=9145865563030064545' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/9145865563030064545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/9145865563030064545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ma-roef.blogspot.com/2008/04/nasionalisme-dan-problem-identitas-pks.html' title='Nasionalisme dan Problem Identitas PKS'/><author><name>Ruang Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07800251935819197319</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_AvDsnxCtGUA/R87KpBbLxmI/AAAAAAAAAAk/_MqkVCOp4dY/S220/1_184893673m.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6753813111105956267.post-3108207912667301479</id><published>2008-02-28T18:50:00.000-08:00</published><updated>2008-02-28T18:55:45.196-08:00</updated><title type='text'>Agama dalam Masyarakat Pascasekuler</title><content type='html'>&lt;span class="highlights"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: webdings;"&gt;Ma'ruf Muttaqien&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hidup manusia seperti seseorang yang berdiri di atas pagar sumur. Tanah di bawahnya telah rebah, sedangkan di dalam sumur itu ada seekor ular yang sangat besar. Orang yang berdiri di pagar sumur itu tidak mengetahui ia dalam keadaan yang demikian. Ia berpegang pada tali timba di atas sumur yang hampir putus karena digerogoti tikus. Jika akhirnya tali itu putus, sudah pasti ia akan jatuh ke sumur dan menjadi mangsa ular.&lt;/span&gt; &lt;p&gt;Tapi, anehnya wajah orang tersebut menengadah ke atas, lidahnya menjilati madu, dan ia hanya tertarik merasakan manisnya madu. Ia lengah tali itu akan putus dan lupa ia di atas sumur yang di dalamnya terdapat seekor ular yang sangat besar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Begitulah perumpamaan hidup bangsa Indonesia di negeri 1001 impian yang selalu bermimpi jadi bangsa yang besar, tapi tak pernah berusaha sungguh-sungguh untuk benar-benar bangkit dari keterpurukan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Antroposofi&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Manusia memiliki kedudukan yang sangat tinggi dan diciptakan dalam bentuk, rasio, roh, psikis, dan fisiologis yang sebaik-baiknya. Dalam hubungannya dengan alam, Maulana Syeikh Jalaluddin Ar-Rumi mengatakan sekalipun manusia itu muncul dari alam, tetapi sebenarnya alam itu muncul demi manusia. Ia berkata, "Dalam bentuk engkau yang mikrokosmos, namun pada hakikatnya engkau adalah mikrokosmos. Tampaknya ranting itu tempat tumbuhnya buah. Padahal ranting itu tumbuh justru demi buah." (Matsnawi, 1977).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Manusia sempurna bukanlah 'manusia super' yang berusaha 'membunuh Tuhan' seperti yang diklaim Frederick Nietzsche dalam bukunya &lt;i&gt;Zarathustra&lt;/i&gt;. Manusia sempurna juga bukan manusia yang bebas tanpa batas, seperti digambarkan Jean Paul Sartre. Manusia sempurna, kata Rumi, adalah manusia yang dapat menyingkapkan asma-asma Allah secara total. Manusia sempurna (insan kamil), kata Iqbal dalam bukunya &lt;i&gt;Asrar al-Khudi&lt;/i&gt;, adalah manusia bebas, merdeka, dan otonom dalam mengoptimalkan ego-kreatifnya berdasarkan bimbingan sang ego mutlak, yakni Tuhan (QS Al-Imran :104).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Betapa agungnya potensi yang dimiliki manusia. Oleh karena itu, amat ironis kalau ada praktik keagamaan yang berusaha mengerdilkan potensi kemanusiaan. Padahal Allah telah menitipkan amanat-Nya kepada manusia untuk dikembangkan. Menggelikan bahwa klaim pemuja filsafat eksistensialis (Sartre, Hidegger, Kiergegard) dan kelompok sekuler yang merasa diri pembela nilai-nilai kemanusiaan (HAM, humanisme, dan demokrasi) mencabut manusia dari pusat eksistensinya sendiri, yaitu Tuhan (Sofyani el-hadi, 2007). Nilai-nilai luhur dan martabat kemanusiaan yang hakiki hanya dapat memiliki landasan ontologis jika dikaitkan dengan agama (Tuhan).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Desekulerisasi&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Realitas faktual sepertinya memaksa kita untuk kembali menapaktilasi patologi sejarah dunia Eropa tentang agama yang mengakhiri absolutisme agama kira-kira setengah abad yang lalu (patologi sekularisasi). Karena celakanya, sekularisasi di Turki, Prancis, atau di manapun telah terlalu banyak menimbulkan polemik. Konsep tersebut telah digunakan sebagai kritik ideologi dan terkadang juga untuk masifikasi kultur dan masyarakat umum. Hal tersebut juga sebagai ideologi antireligius yang menyamar menjadi Marxisme, eksistensialisme, atau materialisme (Martin, 1969).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Padahal sekularisasi, sejatinya dipandang sebagai transformasi dari kendali eklesiastik menuju administrasi publik dalam segala aspek kehidupan sosial. Ia dikaitkan dengan munculnya negara sekuler dan pengambilalihan secara bertahap atas sebagian besar aktivitas yang sesekali waktu dilaksanakan institusi-institusi religius. Tidak seperti sekularisme, yaitu didasarkan penolakan atas nilai religius dalam masyarakat. Aspek sekularisasi itu berasal dari sebuah keinginan untuk melepaskan aspek-aspek kunci kehidupan sosial dan untuk membebaskan mereka dari pengawasan religius.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan mengutip Habermas dan Ratzinger, penulis ingin menegaskan dalam perkembangan mutakhir telah terjadi yang disebut dengan dialektika sekularisasi. Pemisahan agama dan negara yang menyukseskan emansipasi dari absolutisme agama hingga mengambil konsekuensi radikalnya dalam bentuk sekularisme, yaitu doktrin yang sama sekali menolak dan dengan sengit menyingkirkan segala iman religius dan alasan religius dalam kehidupan bersama secara politis. Karena, agama dianggap tidak rasional maka tidak berhak untuk bersuara dalam ruang publik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di sinilah sekularisasi ingin membangun ruang publik yang propluralisme dalam sekularisme malah berbalik menjadi intoleransi terhadap alasan-alasan religius. Fatalnya, sekularisme segera menghancurkan kemajemukan dan kemanusiaan manusia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penting untuk mengingatkan dan meninjau ulang apa yang dimaksud Habermas ketika ia mengatakan masyarakat di awal abad ke-21 ini sedang memasuki era pascasekuler (post sekuler) yang melihat sekularisasi sebagai proses belajar dan dialogis antara pemikiran sekuler dan religius. Dengan memberi peluang dialog publik bagi aspirasi-aspirasi religius, masyarakat pascasekuler tidak sedang membangunkan singa yang tertidur (jika agama dianggap seperti itu), tetapi bersikap adil terhadap kelompok-kelompok agama dalam demokrasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Oleh karena itu, kita pun yakin alasan-alasan religius dan motivasi iman dapat memberikan kontribusi dalam diskusi bebas. Maka itu, masyarakat dan warga negara yang beriman harus menerjemahkan 'bahasa rumah' dari agama mereka ke dalam 'bahasa publik'. Dengan kata lain, era pascasekuler adalah era ketika --sebagaimana diungkapkan Peter L Berger-- agama bisa memberikan kontribusi produktif bagi negara. Karena &lt;i&gt;'the world today is as furiously religious as it ever was and in some places more than so ever'&lt;/i&gt;, agama akan tetap diterima masyarakat modern yang pascasekuler. Agama di masa depan akhirnya ada pada model agama publik (&lt;i&gt;public religion&lt;/i&gt;).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Akhirulkalam, penulis sepakat dengan kecenderungan dunia modern yang tengah melakukan &lt;i&gt;mainstreaming&lt;/i&gt; desekularisasi. Sebagai ucapan belasungkawa, penulis ingin mengucapkan selamat tinggal sekularisme dan beristirahatlah dengan damai. (Dimuat Di Media Indonesia November 2007) November 2007)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6753813111105956267-3108207912667301479?l=ma-roef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ma-roef.blogspot.com/feeds/3108207912667301479/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6753813111105956267&amp;postID=3108207912667301479' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/3108207912667301479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/3108207912667301479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ma-roef.blogspot.com/2008/02/agama-dalam-masyarakat-pascasekuler.html' title='Agama dalam Masyarakat Pascasekuler'/><author><name>Ruang Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07800251935819197319</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_AvDsnxCtGUA/R87KpBbLxmI/AAAAAAAAAAk/_MqkVCOp4dY/S220/1_184893673m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6753813111105956267.post-3876678881978860055</id><published>2008-02-28T18:33:00.000-08:00</published><updated>2008-02-28T18:38:49.613-08:00</updated><title type='text'>Religiusitas Kosmik; Membangkitkan kesadaran Ekologis</title><content type='html'>BEBERAPA tahun yang lalu tepatnya setelah SBY-Kalla terpilih dalam pemilihan umum yang paling demokratis sepanjang sejarah, banyak orang berdecak kagum dan mulai tumbuh mimpi dan harapan baru tentang masa depan. Namun tak lama setelah itu, tiba-tiba muncul berbagai macam bencana dan malapetaka yang melanda. Mulai dari banjir bandang, badai la nina, tanah longsor, gunung meletus hingga yang terdahsyat tsunami yang merenggut ribuan nyawa manusia.&lt;br /&gt;Sontak, orangpun balik berpikir dan malah langsung memvonis; bahwa bangsa ini dipimpin oleh sebuah rezim yang penuh dengan aura kesialan. Berbagai mithos dan ramalan mistikpun ditujukan untuk menggambarkan masa depan kepemimpinan tersebut. Padahal mereka sama sekali tidak memiliki wewenang ilmiah untuk menjatuhkan vonis tersebut.&lt;br /&gt;Hingga akhirnya kini muncul beberapa alasan ilmiah untuk menjelaskan dinamika yang mendasari problem-problem utama zaman kita. Salah satunya adalah laporan Intergovermental Panel on Climate Change (IPCC) yang mengungkapkan bukti paling ilmiah soal pemanasan dan perubahan iklim global sebagai akibat dari meningkatnya emisi gas rumah kaca.&lt;br /&gt;Selain dari ulah tangan dan hasrat manusia yang tidak pernah puas secara lebih luas, semua itu merupakan residu peradaban yang tidak mampu direduksi oleh sistem yang kita kenal dengan industrialisasi dan modernisme.&lt;br /&gt;Dan kini, telah sampailah kita pada sebuah puncak peradaban yang paling dramatis dan penuh resiko, saat-saat yang membawa kita pada kekacauan (chaos) dan kebuasan (wildness) peradaban umat manusia pada satu sisi.&lt;br /&gt;Sisi lain merupakan sebuah titik balik yang telah melahirkan apa yang kita kenal dewasa ini sebagai kesadaran ekologis. Kesadaran yang menekankan arti penting sebuah keharmonisan kehidupan umat manusia dan alam semesta (tata kosmos).&lt;br /&gt;     Kesadaran Ekologis&lt;br /&gt;Kesadaran ekologis tentang keharmonisan kehidupan mikro dan makrokosmis paling tidak telah memunculkan berbagai macam upaya untuk menanggulangi berbagai macam fenomena dan problem yang lahir sebagai akibat dari tidak adanya keharmonisan bukan saja anatara ummat manusia dengan bumi yang dipijaknya tapi juga termasuk visi ekologis ke tingkat planet beserta galaksinya.&lt;br /&gt;Tahun 1970-an para peneliti Stamdford Research Institute memperkirakan bahwa empat hingga lima juta manusia di Amerika telah melakukan pengurangan penghasilan dan meninggalkan konsumerisme demi sebuah prinsip kesederhanaan hidup. Dan sejak saat itu muncul gerakan-gerakan lain dalam bidang kesehatan, manajemen perusahan, industri dan teknologi telah mulai menerapkan nasihat entropy kesederhanaan hidup.&lt;br /&gt;Termasuk yang baru-baru ini diselenggarakan; Konferensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa Mengenai Perubahan Iklim (UNFCCC) di Nusa Dua Bali, merupakan upaya untuk melahirkan kesepakatan global untuk menggerakan nasihat entropy kesederhanaan hidup tersebut.&lt;br /&gt;Hanya saja berbagai upaya tersebut dalam kurun waktu yang cukup lama tenyata tidak mampu mengalahkan meminjam istilah Carl Gustav Junghasrat dan libido ummat manusia yang semakin hari semakin membuas.&lt;br /&gt;Bagi Jung yang lebih berpikir sistemikberbeda dengan freud yang mekanik Libido merupakan energi psikis umum yang dilihatnya sebagai manifestasi dari dinamika kehidupan dasar.&lt;br /&gt;Artinya bahwa minimnya kesadaran ekologis ummat manusia yang berakibat pada apa yang lebih ramai dan dimamah biak dalam publik intelektual global sebagai ketidakseimbangan ekologis, perubahan iklim ataupun pemanasan global global warming, memiliki faktor determinan lain yang tidak hanya sekedar membutuhkan kesepakatan-kesepakan kerangka kerja mekanis dan politis (environmentalisme dangkal) an sich. Alih-alih upaya tersebut malah menghasilkan kesepakatan berupa efisiensi manajemen lingkungan dan memperdagangkan cost eksternalitas yang hanya ditujukan demi kepentingan manusia. Lebih dari itu, semua permasalahan justru ada dalam alam bawah sadar manusia sebagaimana diungkapkan Jung.&lt;br /&gt;Fritjof Capra lebik lebih konkret soal faktor fundamental kesadaran ekologis, baginya keseimbangan ekologis pada dasarnya memerlukan perubahan-perubahan besar dalam persepsi kita tentang peran manusia di dalam ekosistem planet. Singkatnya, kesadaran ekologis memerlukan suatu kerangka dasar filosofis dan religius yang baru.&lt;br /&gt;     Rasionalitas Kosmik&lt;br /&gt;Kesadaran ekologis dengan demikian memerlukan sokongan ilmu yang lebih modern, terutama pendekatan sistem yang baru, tetapi berakar pada persepsi realitas yang melampaui kerangka ilmiah hingga mencapai suatu kesadaran intuitif tentang kesatuan semua kehidupan (jiwa kosmis).&lt;br /&gt;Dan kesadaran intuitif tentang kesatuan semua aspek kehidupan hanya mungkin ditemukan dalam sebuah modus kesadaran di mana individu merasa terkait dengan kosmos secara keseluruhan. Maka jelaslah bahwa kesadaran ekologis itu merupakan kesadaran yang bersifat spiritual.&lt;br /&gt;Bukti dari keterkaitan kesadaran itu ternyata ada pada bentuk akar kata dari agama dalam bahasa latin \'religare\' yang bermakna mengikat kuat, atau agama dalam bahasa sansakerta Yoga yang berarti penyatuan.&lt;br /&gt;Bahkan bila ditelusuri lebih jauh ke belakang, kerangka filosofis dan spiritual ekologi sebetulnya bukanlah sesuatu yang sama sekali baru, tetapi telah terumuskan secara berulang-ulang sepanjang sejarah perjalanan hidup umat manusia.&lt;br /&gt;Tradisi klasik Islam misalnya, menawarkan ungkapan-ungkapan yang bermakna karifan ekologis yang begitu indah. Salah satunya dalam matsnawi-nya Jalaluddin ar-Rumi Dalam bentuk engkau adalah mikrokosmos, namun pada hakikatnya engkau adalah makrokosmos. Tampaknya ranting itu tempat tumbuhnya buah, padahal ranting itu justru tumbuh demi buah.&lt;br /&gt;Taoisme pun demikian, menawarkan ungkapan kearifan ekologis yang cukup menawan yang menekankan kesatuan fundamental maupun hakikat fenomena alam dan sosial secara dinamis. Barangsiapa mengikuti tatanan alam mengalir di dalam arus Tao. Saint Francis, seorang mistikus kristen bahkan sempat menyatakan pandangan dan etika yang benar-benar ekologis dan menyajikan tantangan yang revolusioner terhadap pandangan yahudi-kristen tentang manusia dan alam.&lt;br /&gt;Begitu juga seterusnya, berbagai karya filsafat Spinoza, Heideger, Ikhwanal-Shafa Ibnu Sina, penyair Walth Whitman hingga Dante yang menulis Divene Comedy telah menghasilkan karya-karya yang tersusun menurut prinsip-prinsip ekologis. Bahkan masyarakat primitif seperti Dayak di pedalaman kalimantan ataupun Badui di pedalaman Banten sana saja memiliki religiusitas kosmik tersebut. Kesadaran psikis yang bila dipegang secara holistik akan meniscayakan peralihan dari konsumsi materi ke kesederhanaan secara sukarela, dari pertumbuhan ekonomi dan teknologi ke pertumbuhan dan perkembangan bathini.&lt;br /&gt;Demikianlah sebetulnya kerangka filosofis dan spiritual ekologi tersusun secara berulang-ulang. Namun akhirnya semua memang berada di tangan setiap individu manusia untuk menghidupkan kembali kesadaran spiritul ekologi dalam heritage budaya masing-masing atau justru membiarkan libido dan hasrat manusia memangsa habis sumber daya planet ini. (Dimuat Di Koran Pelita, 04/01/2008)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6753813111105956267-3876678881978860055?l=ma-roef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ma-roef.blogspot.com/feeds/3876678881978860055/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6753813111105956267&amp;postID=3876678881978860055' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/3876678881978860055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6753813111105956267/posts/default/3876678881978860055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ma-roef.blogspot.com/2008/02/religiusitas-kosmik-membangkitkan.html' title='Religiusitas Kosmik; Membangkitkan kesadaran Ekologis'/><author><name>Ruang Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07800251935819197319</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_AvDsnxCtGUA/R87KpBbLxmI/AAAAAAAAAAk/_MqkVCOp4dY/S220/1_184893673m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
